Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Memulai Dari Awal


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di dalam salah satu ruangan gedung pencakar langit, terlihat seorang pria tengah berdiri dengan bersedekap dada. Membuang pandangannya ke salah satu gedung perusahaan yang tidak jauh dari perusahaannya sendiri.


Menatap lurus namuk pikiran dan isi hatinya tengah berperang, apakah dia harus menjadi pembinor dalam rumah tangga sahabatnya atau merelakan wanita yang berhasil merebut hatinya begitu saja.


Dia adalah Bara, setelah dirinya menenangkan perasaannya yang kaget mengetahui kenyataan jika Alice adalah istri Kenan. Pagi ini Bara bersikap seperti biasanya, menjemput Alice di tempat biasa di dekat halte bis, namun nihil.


Lagi-lagi Bara tidak menemukan Alice hari ini, mungkinkah sekarang Ken sudah lebih terbuka dalam hubungan rumah tangga mereka. Begitu pikir Bara.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Bara, "Masuk!"


Pintu terbuka, Jundi segera masuk dan menutup pintu dengan rapat.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Bara dengan tidak sabaran.


"Akan saya bacakan Tuan, Alice William berusia 22 tahun yang baru saja kembali dari Amerika karena pendidikannya sudah selesai. Nona Alice yang menawarkan diri untuk menikahi Tuan Kenan karena perusahaan keluarga Nona Alice tengah mengalami pailit akibat dana investor di bawa lari oleh rekan kerjanya. Tuan William dan Nyonya Elizabet hanya mengikuti kemauan Nona Alice dan sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi alasan apa yang membuat Nona Alice menerima tawaran dari Kakek Wijaya." Lapor Jundi panjang lebar.


"Maksudmu ini benar hanya pernikahan bisnis seperti yang kita dengar kemarin? Lalu kenapa Kenan menuntut Alice untuk mengandung anaknya." Ucap Bara yang terlihat emosi.


"Kemungkinan besar benar Tuan, karena pernikahan ini terjadi untuk menyelamatkan perusahaan Mitra bahtera perusahaan milik Tuan William." Jawab Jundi melihat dari semua informasi.


"Apakah orang itu sudah di temukan?" Tanya Bara dingin.


"Belum Tuan, bahkan Tuan Wijaya belum berhasil menemukannya." Jawab Jundi jujur.


"Temukan orang itu dan seret di hadapanku, cari informasi bagaimana pernikahan Kenan dan Alice yang sebenarnya. Satu lagi, ajukan proposal kerja sama dengan perusahaan Tuan William." Bara memerintahkan Jundi dengan serius.


"Baik tuan." Jawab Jundi patuh.


"Kita ke perusahaan Wijaya sekarang." Ucap Bara


"Tapi Tuan, hari ini kita ada rapat dengan perusahaan lain." Jawab Jundi yang kelabakan akibat ucapan Bara.


"Jadwalkan ulang saja."

__ADS_1


Bara berjalan lebih dulu meninggalkan Jundi membuat Jundi berjalan cepat menyusul bosnya, di dalam lift Jundi terlihat sangat sibuk karena harus merubah jadwal Bara untuk satu bulan kedepan. Terlihat Jundi tengah menghubungi sekertaris perusahaan lain karena Bara meminta di jadwalkan ulang.


Terdengar beberapa kali Jundi meminta maaf karena memberi kabar di waktu satu jam sebelum pertemuan. Bara terlihat senang karena seperti biasanya Jundi sangat dapat di andalkan.


...***...


Saat ini Alice dan Kenan tengah berada di dalam satu ruangan, Ken sudah memikirkan dengan matang dirinya ingin memulai biduk rumah tangga dengan Alice meskipun awalnya dirinya yang salah.


"Aku lebih suka bekerja di luar." Ucap Alice dengan mengerucutkan bibirnya.


"Diamlah, pelajari semua dokumen kerjasama itu." Jawab Ken tanpa melihat Alice.


Alice hanya mendengus kesal saja, membuka lembar demi lembar kertas berisi banyak tulisan dan juga dana anggaran dengan kasar, membuat telinga Kenan risih.


"Apa kamu akan terus seperti itu?" Tanya Kenan yang menatap Alice sekilas.


"Apa!" Ucap Alice kesal.


"Kamu ingin aku cium, hem." Kata Kenan dengan menaik turunkan alisnya.


"Dasar otak mesum!" Umpat Alice kepada suaminya.


"Kenapa wajahmu memerah, aku tau kamu pasti membayangkannya bukan." Olok Kenan kepada Alice.


"Alice." Panggil Ken lembut.


"Hem." Alice bergumam menjawab panggilan Kenan.


"Bagaimana jika kita memulainya dari awal?" Tanya Ken dengan seius.


Gerakan tangan Alice terhenti, mengangkat wajahnya hingga keduanya saling bertatapan.


"Apa maksudmu?" Tanya Alice pelan.


"Aku ingin melupakan masa laluku dan menerimamu di kehidupanku, toh kita sudah menikah. Kenapa kita tidak mencoba saling menerima dan menjalani rumah tangga ini dengan serius." Ucap Kenan panjang lebar.


Alice menghela nafas pelan dan meletakkan berkas kerjasama tersebut, " Pikirkan lagi Kenan, kamu tahu aku menerima pernikahan ini karena perusahaan Ayahku membutuhkan bantuan keluargamu." Jawab Alice dengan serius.


"Aku tetap bisa berada di posisiku karena aku menerima pernikahan ini juga." Kata Ken tak kalah serius.


"Bagaimana dengan Mamamu, kamu pasti tidak lupa bagaimana bencinya beliau denganku dan pernikahan ini. Bagaimana juga dengan wanita yang selama ini datang menemuimu, aku yakin jika wanita itu adalah pilihan dari Mamamu untukmu." Cecar Alice kepada Kenan.

__ADS_1


"Aku akan melindungimu dari Mama dan untuk Mourin, aku tidak memiliki perasaan apapun dengannya." Jawab Kenan dengan serius


“Benarkah? Lalu kenapa kemarin kamu sampai bertengkar dengannya dan satu lagi bahkan beberapa kali dia menyentuhmu.” Alice mencoba menyelidiki sesuatu yang di tutupi oleh Kenan.


“Apa kamu cemburu?” Tanya Ken kembali kepada Alice.


“Cemburu? Jangan bikin readers tertawa.” Jawab Alice sengit.


“Lalu bagaimana kamu tahu jika dia suka menyentuhku.” Ucap Ken dengan wajah tengilnya.


“Apa kamu pikir aku buta saat wanita itu bergelayut manja seperti monyet di lenganmu.” Sungut Alice dengan melemparkan berkas ke arah Kenan.


Kenan tertawa mendengarkan ucapan Alice yang mengatai Mourin monyet, “Jika dia monyet maka kamu pawangnya.” Timpal Ken.


“Kau cari mati.”


Alice berdiri dengan membawa gulungan kertas di tangan kanan yang siap menimpuk Kenan, Ken langsung berdiri dan berlari menjauh dari Alice.


Terlihat keduanya seperti remaja yang saling berkejaran saat ini, hingga Ken merengkuh pinggang Alice dan membuat punggung wanita itu bersandar di tembok. Masih ada sisa tawa Ken saat ini.


“Apa kamu bersedia memulainya dari awal denganku, Alice?” Ucap Ken yang mengulangi pertanyaannya.


Alice menatap kedua mata Ken mencari tahu apakah pria yang berstatus sebagai suaminya ini berbohong, tidak ada kebohongan yang Alice dapatkan.


“Apa kamu serius dan yakin dengan ucapanmu Ken.” Jawab Alice serius.


“Tentu, aku sudah memikirkannya dengan serius. Meskipun aku belum dapat mencintaimu namun aku ingin berusaha dan mencobanya Alice, bagaimana denganmu?” Ucap Ken dengan pandangan mata yang teduh.


“Baiklah, kita akan mencobanya. Jika sampai kamu menyakitiku maka aku akan pergi jauh darimu Kenan Wijayakusuma.” Jawab Alice.


“Aku tidak akan menyakitimu lagi Alice, maafkan aku.” Ken menggenggam tangan Alice dengan erat.


“Tidak gratis Tuan, kamu harus membayarku dengan mentraktir makan siang yang enak hari ini.” Ucap Alice dengan tersenyum.


“Tentu Nyonya Kenan.” Jawab Ken dengan mengecup punggung tangan Alice.


Tanpa keduanya sadari Bara telah berdiri di ambang pintu ruangan Kenan, menyaksikan dan mendengarkan apa yang tengah pasangan suami istri itu bicarakan.


...🐾🐾...


...Autor membawakan rekomendasi novel yang bagus untukmu, mampir ya 🌹...

__ADS_1




__ADS_2