
Happy Reading
Kenan menggendong Alice menuju kamar mandi dengan mengenakan celana boxer saja, sedangkan Alice terbungkus selimut tebal berwarna putih.
Di dudukkannya Alice di pinggi jakuzi, Ken menyalakan air hangat untuk memenuhi jakuzi tersebut. Alice menatap aktivitas Kenan di dalam kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu lama, jakuzi tersebut sudah penuh, "Aku akan membersihkan tubuhmu sayang." Ucap Ken yang membuka selimut membungkus Alice.
Dengan cepat Alice menahannya dengan wajah kaget, "Ke-kenapa Mas membersihkan tubuhku. A-aku bisa sendiri, Mas keluar saja dulu." Kata Alice terbata karena masih kikuk dengan kegiatan mereka hari ini.
"Kenapa tidak boleh sayang, aku hanya akan menggosok punggungmu saja." Kata Ken bersikukuh.
"Aku bisa sendiri Mas." Ucap Alice dengan berkedip cepat karena malu.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa." Jawab Ken mengalah.
Sedetik
Dua detik
Tiga detik.
Keduanya saling menatap, "Kenapa Mas tidak pergi dari sini?" Tanya Alice membuyarkan tatapan mereka.
"Aku hanya menunggu selimut yang membungkus tubuhmu." Jawab Ken sedikit gelagapan.
Alice berdehem, "Alice bisa menyingkirkannya nanti setelah selesai mandi, Mas keluar saja." Kata Alice.
"Benarkah?" Tanya Ken lagi.
Alice mengangguk dengan mantap.
__ADS_1
"Baiklah, aku keluar." Jawab Ken
Ken berdiri dan melangkah secara perlahan seperti siput versi manusia, Alice masih setia menatap punggun Kenan yang tidak mengenakan pakaian terlihat beberapa luka akibat perbuatan Alice.
"Aku keeluarrrrr...." Ucap Ken dengan melirik ke arah belakang.
"Iya, Mas keluar." Jawab Alice.
Ken menggapai gagang pintu kamar mandi hingga menimpulkan bunyi, membuat Alice mulai membuka selimut tebal yang membungkus tubuh telanja*nya.
Perlahan Alice memasukkan kedua kakinya secara bersamaan setelah menaruh selimut di atas lantai dingin, tubuhnya merosot perlahan.
Terasa sangat hangat, membuat tubuhnya rileks di tambah dengan aroma wewangingan yang ada di dalam kamar mandi. Namun, sedikit perih dan seakan mengganjal namun apa itu Alice tidak tahu.
Alice memejamkan ke dua matanya, baru satu atau dua detik memejamkan mata. Terasa sesuatu memasuki jakuzi miliknya. Dengan cepat Alice membuka kedua matanya.
Terlihat Ken sudah ikut berendam degan air sebatas dadanya tengah duduk menghadap ke arah Alice, Alice tersikap dan menegakkan duduknya hingga tidak sadar mempertontonkan sesuatu yang membuat Ken ingin merasakannya lagi.
"Mandi." Jawab Ken singkat.
"Bisa nanti setelah Alice bukan." Sungut Alice kepada suaminya.
Ken menggeser duduknya semakin merapat ke arah Alice, "Mas ingin lagi." Ucap Ken dengan menyentil ujung buah Alice.
Alice berteriak dan menyilangkan kedua tangannya kedepan, mendelit kesal ke arah Kenan. "Mas! Tadi saja masih sakit." Jawab Alice jujur.
"Sakit sedikit saja, jika di dalam air tidak akan sakit." Kata Ken dengan sok taunya.
"Darimana Mas tau." Ucap Alice menyelidik.
"Menurut Mas, saja." Jawab Ken tanpa dosa.
__ADS_1
Hihhhh, Alice memukul air hingga menyiprat ke berbagai arah. Dirinya gemas dan kesal secara bersamaan, kenapa Kenan berubah menjadi mesum seperti ini sejak ciuman pertama mereka.
Ken hanya tersenyum dan semakin mendekat ke arah Alice hingga kulit mereka kembali bersentuhan, "Ayo sayang, semakin sering kita melakukannya akan semakin cepat Kenan junior hadir." Ucap Ken yang langsung menci*um Alice tanpa aba-aba.
*
*
*
Satu jam lamanya Ken dan Alice di dalam kamar mandi, hingga seseorang keluar dari dalam kamar mandi yaitu Kenan.
Terlihat Ken mengenakan handuk kimono berwarna putih dengan rambut basah tidak rapi tengah tersenyum bahagia, wajahnya nampak berseri-seri bagaikan bolam lampu taman di alun-alun.
Ken menoleh ke arah kasur, terdapat bercak darah di sana. Ken semakin bahagia karena mengetahui Alice adalah wanita baik-baik yang selama ini dia anggap wanita mura*han.
"Kita akan menjadi keluarga yang bahagia sayang, bersama anak kita nanti." Gumam Ken dalam hati.
Ken menelfon bagian resepsionis untuk mengantarkan sprei dan selimut baru, karena hasil pergulatan Kenan dan Alice membuat kasur yang awalnya rapi bak kapal pecah.
Tidak lama, Alice keluar dengan wajah masam bercampur kesal. Ken menatap Alice dengan senyum melengkung sempurna.
"Sayang, pakaianmu sudah di siapkan dalam lemari." Ucap Ken yang menunjuk ke lemari kayu dekat kamar mandi.
Alice tetap cemberut dengan berjalan ke arah lemari meski sedikit aneh cara berjalannya, perlahan Alice membuka lemari namun hanya ada satu pakaian.
Alis Alice terangkat satu hingga bergelombang, tangan kananya terulur mengambil pakaian yang berada di hanger berwarna putih. Perlahan mengelurkannya dari dalam lemari dan di angkat tinggi ke arah Kenan.
Ken hampir kehilangan nafasnya karena melihat pakaian terawang berwarna merah darah dan sangat menggelora jika di kenalan oleh Alice yang memiliki kulit putih pucat dengan pinggang kecil nan ramping.
Alice tidak bodoh, dia tahu pakaian kurang bahan ini memang wajib di miliki oleh wanita yang sudah bersuami. Namun, Alice kesal kenapa hanya ada pakaian kurang bahan di dalam lemarinya dan tidak ada pakaian lain.
__ADS_1
"Mas!!!" Teriak Alice dengan melemparkan pakaian lingeri merah ke arah Kenan.