
Happy Reading 🌹🌹
Terdengar suara pecahan kaca dan teriakan di dalam kamar membuat siapa saja ingin menenangkan orang yang ada di dalam kamar. Namun, tidak ada yang berani.
Terlihat tirai yang robek, kasur yang berantakan, pecahan benda tajam berserakan di lantai. Seorang pria dengan tubuh kekar tengah meringkuk di atas lantai dengan tangisan yang menyayat hati.
Kenan, pria yang menelan pil pahit di saat besok dirinya akan menikahi Selena karena merasa tanggung jawab dengan bayi dalam kandungan mantan kekasihnya dan mengikuti rencana dari Kakek Wijaya harus merasakan sakit yang amat sangat karena menemukan secarik foto abu-abu. Di mana dalam samping kertas itu atas nama istrinya Alice Wijayakusuma.
"Alice, maafkan aku ... Maafkan aku!" Teriaknya dengan memukul lantai dengan keras.
Keringat membasahi tubuh dan wajahnya, bahkan banyak luka-luka yang ada di tangan serta telapak kakinya. Kenan terus menangis dan memohon maaf kepada istrinya Alice. Di dekapnya foto hasil USG milik Alice dalam dada bidangnya.
"Apa yang harus aku lakukan, Alice. APA!" Kenan terus berteriak dan terisak.
Tenggorokan Kenan selalu tercekat saat ingin berkata, hatinya seperti terhimpit batu besar saat ini. Ingin rasanya Kenan berlari dan bersimpuh kembali di kedua kaki istrinya memohon ampun atas keputusan yang dia buat.
Beberapa hari yang lalu.
Kenan yang bagaikan mayat hidup hanya dapat duduk di depan jendela dengan memandangi taman bunga lili putih milik Alice, setitik air mata turun begitu saja membasahi pipinya. Semenjak kepergian Alice dari mansion mereka membuat Kenan tidak dapat memejamkan kedua matanya.
Setiap Kenan terpejam bayangan Alice muncul dan membuatnya memuntahkan seluruh isinya, sehingga Dokter Rasyah meresepkan obat tidur dosis rendah untuknya.
Ketukan suara pintu terdengar, tanpa Ken menyahut pintu di buka perlahan.
"Ken." Suara wanita mendayu terdar di telinganya.
Selena melangkah masuk namun harus terhenti saat Ken bersuara, "Pergi." Usir Kenan dengan suara dingin.
__ADS_1
"Tapi, Ken." Selena bersuara dengan suara sedih.
"AKU BILANG PERGI." Teriak Kenan yang menatap tajam ke arah Selena.
Selena terperanjat kaget karena suara Ken yang menggelegar, Ken berjalan ke arah Selena dengan perasaan marah.
"Katakan dengan jujur! Kamu bukan hamil anakku kan! Katakan! Katakan Selena, kita tidak pernah melakukannya!"
Kenan berteriak di depan wajah Selena yang tengah menangis dan mencengkram kedua sisi pundak wanita masa lalunya itu kencang.
Selena menggeleng cepat dan mendesis lirih karena cengkraman Kenan begitu kuat, "Tidak Ken, aku tidak berbohong. Kita melakukan itu saat kamu mengantarkanku, kita melakukannya tanpa pengaman Kenan. Jika kamu tidak menginginkan anak ini, akan aku gugurkan Ken." Selena berkata dengan terisak bahkan memukul perutnya dengan kencang.
"Apa yang kau lakukan! Berhenti." Kenan kaget dan memegang tangan Selena yang tengah berusaha mencelakai anak dalam kandungan itu.
"Lepaskan! Biarkan dia mati Ken, kamu dapat terus bersama Alice dan aku akan pergi jauh tanpa membawa apapun darimu!" Selena berteriak histeris.
"Hiks ... aku benar-benar hamil anakmu Ken." Jawab Selena pelan.
Ken hanya mengangguk saja tidak menjawab apapun, Selena terus terisak dalam pelukan mantan kekasih yang akan menjadi suaminya sebentar lagi.
"Keluarlah, aku akan menyusulmu nanti." Ucap Ken setelah mengurai pelukannya.
Selena mengangguk dan berjinjit untuk mencium bibir Kenan, namun dengan cepat Ken memalingkan wajahnya sehingga membuat bibir Selena mendarat di pipi kiri Kenan.
Mendapatkan penolakan Kenan, Selena segera berjalan keluar meninggalkan Ken seorag diri.
Ken menatap pintu yang tertutup dengan tangan mengepal kedua tangannya. Dengan langkah lebar Ken berjalan masuk ke dalam kamar mandi agar pikiran segar dan dapat berfikir dengan jernih.
__ADS_1
Sedangkan Selena yang berjalan menuruni anak tangga tersenyum lebar, kedua netranya menelisik seluruh isi mansion Kenan.
"Sebentar lagi Sel, kamu dapat berlindung dari pria gila itu." Gumam Selena dengan senyum smirik nya.
Citra yang begitu antusias dengan pernikahan Kenan, tanpa persetujuan siapapun mulai menyebar pakaian untuk beberapa kerabat dan juga sahabat-sahabat Kenan. Secara tidak langsung, Citra ingin memngumumkan jika Kenan sudah memutuskan menikahi Selena dan melepaskan Alice.
Melihat suaminya yang berpakaian rapi, membuat Citra menatap heran dan berjalan mendekat.
"Mau kemana, Yah?" Tanya Citra menyelidik.
"Mama ingat, Yuni?" Tanya Kalevi dengan wajah datar.
"Yuni?" Beo Citra.
"Iya, mantan kekasihku. Aku harus bertemu dengannya karena dia sedang kesusahan." Jelas Kalevi kepada Citra.
Citra membelalakkan matanya lebar, "Ayah! jadi selama ini Ayah selingku di belakang Mama!" Teriak Citra dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak, aku hanya menolong seperti Kenan menolong Selena. Jadi, tidak dapat di katakan selingkuh. Bukankah kamu senang jika aku dan Kenan bisa membantu mantan kekasih kami? Sudah aku mau pergi dulu dan silahkan teruskan mengurusi pernikahan yang tidak di inginkan Kenan." Ucap Kalevi panjang lebar kepada Citra.
"Ayah!" Citra berteriak histeris dengan berlari mengejar Kelvi.
Namun, mobil yang di tumpangi Kalevi sudah lebih dahulu pergi meninggalkan mansion. Kalevi yang berada di dalam mobil hanya menghembuskan nafasnya kasar, Kalevi tahu jika Citra tidak ingin Ken menikah dengan wanita yang tidak di cintai Kenan.
Tapi, tidak seperti ini cara yang di gunakan. Menikahkan Kalevi dengan rubah betina terlebih masih status sebagai suami Alice. "Hah, maaf harus seperti ini caranya untuk memberitahuku Citra." Ucap Kalevi pelan dengan memijat kasar pelipisnya.
...🐾🐾...
__ADS_1