Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 82


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kenan tersentak kaget karena sang istri menoleh kebelakang bersamaan dengan benda patar yang di lemparkan ke arahnya.


Beruntung benda itu tidak mengenai dirinya melainkan tembok yang hanya berjarak satu jengkal dari dirinya berdiri.


Brak!


Kejadian dan suara itu sangat cepat, Ken melihat benda yang terpental ke lantai dengan keadaan mengenaskan.


"Apa yang kamu lakukan!" Sentak Kenan dengan suara tinggi.


"Apa kamu tidak suka." Ucap Alice dingin.


Jantung Ken berdetak kencang namun tidak beraturan, selama beberapa bulan menikah dengan Alice kali ini Ken kembali mendengar suara Alice yang dingin itu, suara saat pertama kali mereka bertemu.


"Sayang, kamu kenapa?" Ken akhirnya menurunkan egonya dan memungut ponsel miliknya yang sudah retak.


"Cih, sayang? Aku jijik mendengar panggilan itu." Jawab Alice sarkas.


Dada bidang Ken terlihat naik turun mendengar ucapan kasar Alice, "Jangan keterlaluan Alice." Ucap Ken dingin.


Alice tersenyum miring dengan menatap tajam Kenan, "Apa tidak cukup kamu memiliki satu wanita di sisimu?" Tanya Alice dengan mimik wajah datar.


"Apa makhsudmu?" Kata Kenan bingung menatap ke arah Alice.


Ponsel Kenan kembali berdering beruntung ponsel yang di gunakan Kenan harga mahal, meski layarnya retak namun masih hidup.


Tertera nama Selena di sana, Alice masih menampilkan wajah tanpa ekspresinya.


"Angkat." Ucap Alice.


"Sayang, ini ti-"


"AKU BILANG ANGKAT!" Seru Alice dengan sorot mata tajam.


Ken segera mengangkat telfon milik Alice dengan di louspiker agar Alice dapat mendengarkannya, Ken tidak ingin membuat Alice salahpaham meski Ken sadar jika dirinya memang bersalah.

__ADS_1


"Hiks ... Sayang, aku takut." Ucap Selena dengan menangis di sebrang telfon.


Ken nampak panik berbeda dengan Alice yang masih setia mendengar drama wanita di sebrang telfon.


"Ada apa Selena?" Tanya Ken panik.


"Ken ... Tolong aku, i-ibuku datang." Jawab Selena dengan suara ketakutan.


"Tunggu aku, jangan keluar." Ucap Ken yang segera mematikan sambungan telfonnya.


Ken seakan lupa jika dirinya tengah di tatap singa betina yang tengah marah, Alice masih beridiri di tempatnya memandang Kenan yang tengah berganti pakaian cepat-cepat.


"Jika kamu melangkah keluar dari kamar ini, ceraikan aku." Ucap Alice yang membuat gerakan Kenan terhenti dengan memegang gagang ointu.


Ken langsung menutar kepalanya dengan wajah kaget, "Apa yang kamu katakan sayang." Ucap Ken yang berjalan ke arah Alice.


"Apa kamu tuli, aku bilang ceraikan aku." Jelas Alice lagi.


"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu, Alice!" Seru Ken marah.


Alice tersenyum namun air matanya sudah tidak dapat di bendung lagi, "Apa tidak cukup kamu memberikannya dia apartemen, apa kamu anggap aku ini bodoh tidak mengetahui apa yang kamu lakukan bersama mantan kekasihmu?" Alice berkata dengan tenang namun terdengar menyeramkan.


"Benar, kamu menolongnya memberikan tempat tinggal setelah itu apa? Kalian ingin meneruskan mimpi kalian yang sempat tertunda, menikah dan memiliki keluarga bahagia?"


Ken meraup wajahnya dengan frustasi, "Tidak sayang. Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa." Ucap Ken lagi yang kini sudah menggenggam tangan Alice dengan erat.


Alice menyentak tangan Ken kasar, "Usir wanita itu dari apartemen sekarang juga atau aku yang akan melakukannya sendiri." Kata Alice penuh dengan perintah.


"Sayang, darimana kamu tahu jika Selena tinggal di apartemen pemberianku?" Tanya Ken penasaran.


"Tidak perlu kamu tau, sekarang tinggal pilih. Usir wanita itu atau aku yang akan menyeretnya sendiri dengan kedua tanganku." Kata Alice tegas.


*


*


*

__ADS_1


Seseorang tengah berdiri di depan perusahaan dengan pandangan yang sulit di artikan, kedua tangannya berada di dalam satu celana dan pandangannya menatap jauh pemandangan yang ada di depannya.


"Tuan, semua sudah saya siapkan." Ucap asisten yang baru saja masuk di ruangannya.


"Bagus, segera laksanakan." Jawabnya.


"Baik, Tuan. Apakah tidak apa-apa melibatkan Nona Mourin?" Tanya sang asisten.


"Tidak masalah, dia hanya umpan tidak berguna setelah itu bereskan keluarganya." Perintahnya dengan tegas.


"Baik Tuan." Sang asisten undur diri dan menutup ruangan atasannya dengan rapat.


Wajah tenang bak air terlihat jelas di wajahnya, "Sebentar lagi kalian akan berpisah dan aku akan membawa Alice pergi sejauh mungkin dari hidupmu Kenan." Ucapnya dengan pelan.


Pria itu segera berbalik dan berjalan ke arah mejanya, membuka laci dan membuka ponsel dengan gambar walpaper foto Alice tengah tersenyum.


Segera pria itu menghubungi Selena.


"Sudah aku siapkan, tarik Ken agar ke apartemenmu." Ucapnya.


"Secepat itu? Baiklah." Jawab Selena dengan wajah bahagia.


Selena segera menelfon Kenan, menunggu beberapa saat hingga Kenan mengangkatnya. Bermain penuh drama seperti sebelumnya hingga pria itu mematikan sambungan telfonnya.


"Ahhh... Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Wijaya dan dapag berfoya-foya seperti dulu lagi." Ucap Selena dengan berputar di dalam apartemennya.


Suara bunyi bel apartemen berbunyi, "Apa Ken secepat itu datang." Ucap Selena heran.


Namun Selena tetap melangkah yang sudah beesiap memasang wajah dramatis, bersamaan dengan pintu terbuka terdengar suara jeritan Selena.


Tubuh Selena yang tak sadarkan diri segera di bawa masuk kedalam kamar, tubuh Selena di rebahkan. Orang tersebut dengan cepat memasang beberapa kamera tersembunyi di dalam apartemen Kenan.


Secepat ninja hatori, orang tersebut segera kekuar dari apartemen. Sedangkan orang-orang IT tengah menghapus rekaman CCTV agar tidak di ketahui aksi mereka.


"Done!" Ucapnya ke sebuah alat pendengar.


...🐾🐾...

__ADS_1


...Autor membawakan rekomendasi novel yang bagus untukmu 🌹🌹...



__ADS_2