Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Segelintir Gosip


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sesampainya Alice di depan perusahaan segera Alice menyerahkan helm ijo kepada pengendara.


"Makasih Pak." Ucap Alice.


"Sama-sama Non." Jawab pengendara.


Segera Alice berjalan dengan merapikan pakaian miliknya, beberapa pegawai yang melihat Alice hanya menatapnya penuh curiga.


Karena ucapan kepala HRD tempo hari yang membuat semuanya geger, yang mengatakan jika Alice adalah simpanan Kenan pimpinan mereka.


Alice hanya mengerutkan keningnya karena merasa risih dengan tatapan mata para pegawai lainnya seakan Alice adalah orang yang perlu di waspadai.


"Memang ada apa denganku." Gumam Alice.


Alice tetap melangkahkan kaki jenjangnya memasuki perusahaan Wijaya, tidak menggubris bisik-bisik dan tatapan para pegawai lainnya.


Menempelkan ID card pegawai perusahaan Wijaya untuk mendapatkan akses masuk, terlihat Alice berdiri di depan lift biasa bersama karyawan lainnya.


"Sstt... Sstt..." Seseorang pegawai kepada Alice.


Alice menolehkan kepalanya, "Ada apa?" Tanya Alice to the point.

__ADS_1


"Kamu sekertaris Pak Kenan yang baru, ya?" Tanya pegawai tersebut.


"Ya." Jawab Alice singkat.


Pegawai tersebut merasa kikuk karena mendapatkan respon di luar ekspestasi karena Alice ternyata tidak kalah dingin seperti atasan mereka, Kenan.


"Kenalkan aku Mutia." Ucap Mutia yang memperkenalkan dirinya kepada Alice.


Alice melihat wanita dengan penampilan sederhana di sampingnya tengah mengulurkan tangan kanannya di depan Alice.


Alice menerima dengan wajah datar, "Alice." Jawabnya singkat.


"Wah... Tanganmu sangat lembut sekali seperti butter." Ucap Mutia berdecak kagum dengan wajah yang berbinar.


Alice hanya diam tidak menanggapi, Mutia akhirnya hanya diam dengan mengulum senyum juga rasa kagumnya dalan hati.


Pintu lift berbunyi semua pegawai masuk termasuk Alice dan Mutia. Pintu lift tertutup dan mulai bergerak ke atas sesuai lantai yang di tuju.


Terdengar kasak-kusuk di belakang Alice, bahkan Mutia juga ikut mendengarkannya.


"Jadi dia sekertaris Pak Kenan yang baru." Bisik pegawai A.


"Aku dengar dia simpanan Pak Kenan." Jawab pegawai B.

__ADS_1


"Hebat, wanita simpanan bisa berada di posisi terdekat Pak Kenan." Ucap pegawai A tidak pecaya.


"Benar, itu yang aku dengar dari pegawai yang lainnya." Jawab pegawai B.


Alice menghembuskan nafasnya pelan, dirinya teringat apa yang di ucapkan oleh kepala HRD kepadanya.


Mutia yang merasa tidak suka mendengarkan idolanya di gunjing merasa kesal, "Ekhm, ini tempat kerja atau akun lambe turah." Ucap Mutia tampa menoleh ke belakang.


Alice yang mendengarnya sontak menolehkan kepalanya ke arah Mutia, terlihat Mutia tersenyum lebar dan mengedipkan sebelah matanya kepada Alice.


Alice semakin mengerutkan keningnya, "Kenapa dengan wanita ini." Gumam Alice dalam hati.


Satu persatu pegawai mulai keluar termasuk Mutia, "Ekm, aku ada di bagian keuangan. Jika ada waktu kita bisa makan siang Alice." Ucap Mutia yang kemudian berjalan meninggalkan Alice seorang diri di dalam lift.


Pinti lift perlahan tertutup, terlihat Mutia menolehkan wajahnya ke belakang lagi melambaikan tangan ke arah Alice.


Alice tersenyum simpul, apakah dirinya harus mulai membuka hati untuk orang lain terlebih teman dalam kehidupannya.


******* kasar terdengar, teringat Alice dulu juga memiliki banyak sekali teman dan juga sahabat. Mereka mengatakan sahabat di depan Alice, bahkan tidak segan-segan Alice selalu loyal kepada mereka.


Semua beruba, saat Alice benar-benar menaruh hati kepada seorang pria namun seseorang yang dia anggap sahabat menikamnya dari belakang.


Sakit, sedih, kecewa, dan marah. Semua perasaan menjadi satu. Hancur sudah kepercayaan yang Alice bangun untuk orang lain hingga membuat dirinya membuat dinding yang tinggi dan kokoh pada dirinya juga orang lain.

__ADS_1


"Huft, lupakan Alice. Semangat."


Alice berkata dengan mengepalkan tangan kanannya sembari berjalan keluar lift menuju meja kerjanya.


__ADS_2