
Happy Reading
"Bagimana keadaan istri saya, dok?" Tanya Josh cemas.
"Istri anda hanya syok, akan saya resepkan obat untuknya." Jawab Dokter Rasyah kepada Josh.
Josh mengangguk dan dengan lembut mengelus kepala Selena yang masih setia menutup kedua matanya, Dokter Rasyah yang melihat bagaimana perlakuan Josh kepada mantan kekasih sahabatnya itu hanya tersenyum tipis.
"Ini resep obatnya, buatlah istri anda aman dan nyaman. Saya tidak tahu masalah apa yang sedang kalian hadapi, saya sebagai orang yang kenal dengan istri anda turut bahagia melihat kalian bahagia." Kata Dokter Rasyah dengan memberikan secarik kertas berisi resep obat.
"Terima kasih." Jawab Josh.
Dokter Rasyah segera mengambil tas berisi peralatan kesehatan dan melangkah pergi meninggakan apartemen Josh. Awalnya Dokter Rasyah kaget karena pasien yang harus dia periksa adalah Selena setelah sampai di apartemen cukup mewah itu. Tapi, Dokter Rasyah harus bersikap profesional dalam melakukan pekerjaannya, melihat bagaimana sikap Josh kepada Selena membuat hati Dokter Rasyah menghangat karena tidak akan lagi datang di kehidupan rumah tangga sahabatnya.
Mentari kembali ke tempat peraduannya, membuat langit yang berwarna biru berubah menjadi semburat orange. Di sebuah apartemen, Josh masih menunggu istrinya yang tengah terlelap tidur, sudah dua jam yang lalu Selena sadarkan diri tapi masih enggan untuk berbicara. Dia hanya menangis lagi dan berakir tidur akibat efek dari obat pemberian Rasyah.
Terdengar lenguhan kecil membuat Josh dengan sigap mengelus kening Selena yang mengkerut dalam, "Tenang beby, aku ada di sini." Bisik Josh pelan tapi tangan kanannya terus mengelus agar memberikan istrinya ketenangan.
Josh tidak meninggalkan Selena selangkahpun karena sejak tertidur istrinya selalu gelisah, seakan sedang melalui mimpi buruk. Mungkin ini salah satu proses membuka tabir masa lalu.
Merasakan sentuhan lebut dari Josh membuat Selena membuka kedua matanya pelan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kornea matanya, "Josh." Panggilny pelan.
"Ya, kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Josh lembut.
"Haus." Jawabnya lirih.
Josh segera membenarkan duduknya, mengambil gelas yang berada di atas nakas. Sedangkan istrinya juga sudah duduk dengan bersandar di tembok, "Minumlah," Josh membantu istrinya untuk minum air putih sisa saat Selena meminum obat siang tadi.
__ADS_1
Josh menyeka sudut bibir Selena yang basah, Selena yang mendapatkan perlakuan lembut dari suaminya semenjak kejadian di hari pernikahannya dengan Kenan perlahan mulai menghangat tapi belum bisa menerima 100% kehadiran Josh kembali di dalam hatinya.
"Bagimana perasaanmu, beby?" Tanya Josh setelah meletakkan gelas kembali.
"Buruk." Jawab Selena singkat.
Josh hanya menghela nafas pelan, "Apa kamu ingin bertemu dengan Mama mu?" Josh kembali bertanya.
"Tidak." Jawab Selena berbohong.
"Dia bekerja di swalayan mall sebagai OG dan pekerjaan serabutan lainnya." Josh bercerita tanpa di minta oleh Selena.
"Aku tidak bertanya!" Seru Selena menatap tajam ke arah suaminya.
"Aku hanya bercerita sayang, dia sudah menikah lagi jadi kamu memiliki ayah tiri bernama Hardi. Pria itu hanya mabuk-mabukan dan berjudi menghabiskan uang hasil kerja keras Mama, bukankah kamu juga sudah melihat bagaimana keadaan Mama di foto ...."
"Aku hanya memiliki satu Ayah dan tidak akan pernah tergantikan oleh pria manapun! Untuk wanita itu, biarkan saja dia hidup menderita aku sudah tidak peduli lagi dengannya semenjak dia pergi meninggalkan aku!" Lanjut Selena dengan tegas namun masih sesenggukan.
"Lalu kenapa kamu menangis jika tidak memperdulikan Mama?" Tanya Josh tenang.
"Karena dia tidak bisa hidup dengan baik, seharusnya dia bisa hidup dengan baik setelah meninggalkan aku. Meninggalkan beban di kehidupan yang sebelumnya dia jalani." Jawab Selena dengan mata nyalang.
"Dan berhenti menyebut wanita itu, Mama." Lanjut Selena lagi.
Josh menahan senyumnya entahlah sejak awal bertemu Selena, dia sangat menyukai wajah ketus istrinya itu. Wajah yang sering terlihat sebal meski tidak di ungkapkan dengan kalimat tapi tergambar jelas di wajah cantiknya.
Selena merebahkan kembali tubuhnya dengan kasar dan memunggungi Josh yang masih duduk di belakangnya, "Pergilah, aku ingin istirahat." Usir Selena kepada suaminya.
__ADS_1
Bukannya mengindahkan ucapan sang istri, Josh justru berbaring memeluk istrinya dari belakang dengan erat. Selena tidak menolahnya, dia merasa nyaman saat berada di pelukan Josh seperti saat ini.
"Kenapa aku tidak boleh memanggil Mama mu dengan sebutan Mama? Bagaimanapun dia tetap mertuaku, apa kamu tidak ingin tahu apa alasan Mama mu meninggalkanmu dulu beby. Ya, meskipun nanti akan menyakitkan bukankah lebih baik menuntaskan rasa penasaranmu saat ini juga." Josh berkata dengan lembut.
"Kamu tahu alasan dia pergi?" Selena bertanya.
"Tidak." Jawab Josh singkat.
Selena menyikut tubuh Josh karena kesal, dia pikir Josh tau alasan Luna meninggalkan dirinya dulu saat sang ayah meninggal dunia. "Ishh, menyebalkan. Jika tidak tahu tidak perlu berkata seolah kamu tahu segalanya." Omel Selena kepada Josh.
"Uangku tidak cukup jika harus membayar detektif lagi, beb. Kamu tahu, uang tabungan kita sudah terkuras habis karena mengejarmu di sini." Jelas Josh berbohong.
Selena melebarkan kedua matanya dan langsung membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Josh, "Kamu menghabiskan semuanya!" kata Selena kaget.
Josh mengangguk, "Iya, seeemuanya! Hanya uang yang berada di dalam kartu atm itu sisanya, yang aku serahkan kepadamu kemarin malam." jelas Josh menahan senyumnya agar tidak ketahuan.
Selena memandang Josh dengan intens, menelisik wajah sang suami tapi tidak ada kebohongan "Ya ampun Josh! bagaimana kamu bisa menghabiskan semua uang itu, padahal aku bertahan hidup sederhana dan kamu menghabiskan dalam hitungan hari." Selena berkata dengan cepat seperti seorang rapper dengan wajah bersungut kesal.
"Cepat selesaikan masalahmu dengan Mama, kita akan segera kembali ke Amerika." Kata Josh dengan menelusupkan wajahnya di dada Selena.
"Jangan mesum! Aku masih marah denganmu." Ucapnya dengan memukul punggung tangan Josh yang mulai berkeliaran.
"Kapan kamu akan memaafkanku?" Tanya Josh serius.
"Jika kamu menceraikanku." Jawab Selena cepat.
Josh langsung bangun dari tidurnya dan menatap tajam kedua mata wanita yang berada di bawahnya, "Jangan selalu memancing amarahku Selena! Aku bisa mengagahimu sampai kamu kembali hamil anakku saat ini juga jika kamu masih membicarakan tentang perceraian." Cecar Josh dengan tajam.
__ADS_1
Selena menelan ludahnya susah payah, dia juga segera bangun hingga keduanya duduk saling berhadapan. "Apa! Aku tidak ingin mengandung anakmu, aku selalu ingat ucapanmu dulu. Bukankah kamu takut jika kamu gagal menjadi orang tua, sekarang aku juga sudah memiliki keputusan yang sama. Sampai kapanpun aku tidak mau memiliki anak meskipun dengan pria lain." Jawab Selena yang langsung turun dari kasur dan berjalan meninggalkan Josh seorang diri di dalam kamar.