Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Mengukir kenangan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Ken dan Alice terlihat tengah melakukan sekaligus makan siang di restoran hotel, Ken bangun lebih dulu karena merasa perutnya sangat lapar. Mengingat jika mereka tidak membawa pakaian selama di Bali, membuat Kenan membeli pakaian secara online dan di kirim saat itu juga.


"Sayang, kamu ingin memesan apa?" Tanya Kenan dengan melihat buku menu.


"Emm, ayam betutu dan sate lilit." Jawab Alice.


"Makanan khas Bali selain itu apa lagi ya?" Tanya Ken kepada pelanyan.


"Banyak tuan, selain ayam betutu dan sate lilit. Kami juga menyediakan nasi jinggo, nasi tepeng, plecing, tum ayam, rujak bulung...."


Pelayan restoran hotel menyebutkan semua makanan khas Bali yang dapat di sediakan oleh koki mereka.


Ken menutup menu makanan, "Semua makanan khas Bali tolong siapkan." Ucap Ken.


Alice menatap Ken dengan perasaan tidak pecaya, "Mas itu banyak banget, siapa yang akan menghabiskannya kita hanya berdua." Protes Alice.


"Kamu." Jawab Ken tanpa rasa bersalah.


"Mas pikir, Alice drum air." Sungut Alice.


Pelayan yang mendengarkan perdebatan tersebut hanya tersenyum tipis, "Baik, pesanan akan kami siapkan. Mohon di tunggu sebentar." Kata pelayan dengan sopan.


Alice yang ingin merevisi pesanan suaminya di hentikan Ken, "Sudahlah sayang, pasti akan habis. Ingat kita di sini untuk membuat Kenan junior maka dari itu membutuhkan banyak tenaga." Ucap Kenan panjang lebar yang membuat Alice semakin muram saja.


"Huh! Dulu saja bilang tidak sudi menyentuhku, sekarang lihat siapa yang bilang seperti itu." Kata Alice menyindir Kenan.


"Dulu dan sekarang berbeda sayang, dulu aku masih kaget dan mencoba menerima kenyataan jika aku sudah menikah. Tapi, kini aku benar-benar ingin mengarungi bahtera rumah tangga denganmu." Jawab Kenan pelan.


"Lalu bagaimana kemarin siang, senang dapat berkencan dengan Mourin?" Tanya Alice dengan sinis.


Ken tersenyum jika mengingat hari lalu, "Kamu cemburu ya." Kata Kenan kepada Alice.


"Cih, jangan pede." Elak Alice.


"Jika iya bilang saja sayang." Kata Ken dengan menggoda Alice.


Alice yang masih menyisakan rasa kesal kepada Ken, meginjak kaki suaminya di bawah meja dengan keras hingga membuat Ken berteriak mengaduh kesakitan.


"Aaaaw!!"


Dug


Teriak Ken dengan mengangkat sebelah kakinya bahkan terpentok pinggir meja, Ken menatap Alice dengan menahan sakit di kakinya, mengelus dengan cepat punggung kaki kanan yang di injak oleh Alice.


Alice melengos pura-pura tidak melihat, hingga dua orang pelayan datang dengan membawa troli berisi banyak makanan. Pelayan meletakkan piring demi piring di atas meja hingga selesai.


"Selamat menikmati." Ucap pelayan dan berlalu dari meja Kenan.


"Terima kasih." Jawab Alice riang.


Alice segera mengisi piring dengan berbagai lauk yang menggiurkan, "Duduk dan segera makan Mas." Ucap Alice kepada Kenan.

__ADS_1


Ken mendengus kesal karena istrinya merasa tidak bersalah, Alice mengambil makanan untuk dirinya sendiri setelah mengambilkan makanan untuk Kenan.


*


*


*


Ramai para wisatawan dari luar dan dalam negeri, terlihat sepasang suami istri tengah berjalan bergandengan tangan di antara ramainya para wisatawan.


"Kamu ingin membeli sesuatu, sayang?" Tanya Ken.


"Aku butuh topi dan kacamata." Jawah Alice.


"Kita pergi ke mall saja." Kata Ken dengan berjalan menghindari beberapa orang agar tidak bertubrukan.


"Kita beli saja di sini, Mas." Kata Alice.


Alice menarik Ken agar keluar dari kerumunan ke salah satu stand toko pernak pernik di sana. Ken hanya diam diri disamping Alice yang tengah sibuk melihat kaca mata.


"Mas, pakai ini."


Alice dengan berjinjit memasangkan kacamata hitam kepada Kenan. "Bagaimana?" Tanya Alice dengan membawa kaca berukuran sedang agar Ken dapat melihat penampilannya.


"Bagus." Kata Ken.


Alice terlihat sangat gembira dan mengambil kacamata yang sama dengan Kenan, tidak lupa dua topi untuk dirinya juga Ken.


"Kita memakai barang couple." Ucap Alice riang.


Alice mengangguk, Ken segera membayar belanjaan Alice setelah melihat istrinya puas memilih dan menentukan pilihannya.


Beruntung Ken memiliki uang cash di dalam dompet jika tidak, pasti dirinya sudah malu tidak dapat membayar belanjaan istrinya.


Alice dan Ken segera melanjutkan perjalanan menuju pantai Kuta Bali, banyak turis asing yang tengah berjemur dan berselancar.


"Kita duduk di sana saja." Kata Ken yang menunjuk bangku kayu di bawah pohon rindang.


Alice duduk sedangkan Ken tengah sibuk sendiri, terlihat Ken memesan minuman kelapa muda dan juga beberapa snack kecil untuk Alice.


Ken terlihat sangat bahagia saat ini, seumur hidup Ken belum pernah berbelanja barang murah dan jajan di warung kecil.


Senyum indah terpatri di bibir Alice, terlihat Ken berjalan mendekat dengan dua kelapa muda dan juga katung kresek yang di gigit oleh Kenan.


"Haha, kenapa Mas tidak memanggilku saja." Ucap Alice yang memgambil kantuk kresek.


"Nanti kamu lelah sayang, aku masih mampu membawanya sendiri." Jawab Ken dengan menjatuhkan bobot tubuhnya di samping Alice.


"Terima kasih." Jawab Alice dengan menerima kelapa muda yang di sodorkan Kenan.


Keduanya duduk berdampingan dengan memandang hamparan pasir juga gulungan ombak, banyak turis bermain surving dengan bertelanjang dada mauoun hanya mengenakan bikini.


Tidak sedikit pula yang tengah berjemur entah bersama pasangan atau sahabat mereka. Hingga seorang bule berjalan mendekat ke arah Alice dan Kenan.

__ADS_1


Alice menatap lekat bule tersebut namun bukan wajahnya, melainkan ke arah tubuh yang sangat kekar dengan roti sobek terlihat mengkilap karena terkena air laut juga paparan sinar matahari.


Hingga bule itu melewati Alice, sampai kepala Alice memutar ke belakang. Ken merengut kesal dan memutar kelapa Alice agar menatao ke arahnya.


"Lihat aku saja sayang, atau aku akan memasangkan kacamata kuda." Kata Ken dengan mengerucutkan bibirnya.


"Aku hanya memandangnya saja Mas, pemandangan yang indah jangan di lewatkan." Ucap Alice tersenyum hingga mata sipitnya tertutup.


"Tidak boleh! Sudah ayo kita pulang." Kata Ken yang sudah berdiri dan meletakkan kelapa mudanya.


"Pulang ke Jakarta?" Tanya Alice bingung.


"Kita kehotel, akan aku tunjukkan tubuh kekar dan sexyku. Tubuhku tidak kalah dengan pria itu." Jelas Ken dengan melirik ke arah bule yang tersenyum ketika Alice menolehkan kepalanya mengikuti lirikan Kenan.


Alice melipat bibirnya ke dalam, "Mas cemburu?" Tanya Alice.


"Tidak, aku juga memiliki perut otot kotak-kotak seperti dia." Bantah Kenan.


"Benarkah?" Tanya Alice menggoda.


Ken melengos saja rasanya sangat sebal sekali melihat wanita yang kita cintai masih jelalatan melihat tubuh pria lain.


"Bagaimana jika kita berjemur juga, Mas?" Tanya Alice.


Ken hanya mengangkat kedua bahunya saja, tidak menjawab ucapan Alice.


Alice terkekeh pelan tanpa suara, "Pinjam dompetmu, Mas." Ucap Alice lagi.


Ken merogoh kantong celananya dan menyerahka kepada Alice namun masih memunggunginya.


Alice segera beranjak dari tempat duduknya berjalan ke deretan ruko. Cukup lama Alice pergi meninggalkan Kenan, hingga air kelapa sudah habis dan snack sudah Ken habiskan juga.


"Pergi kemana sih." Gerutu Kenan.


Kedua mata Kenan melebar melihat wanita yang sangat dia kenal, bahkan hampir keluar kedua bola mata Kenan.


Secepat kilat Kernan berlari ke arah wanita tersebut, dan memeluknya dengan erat.


"Kemana pakaianmu!" Seru Ken dengan menyembunyikan tubuh Alice..


"Kantong kresek." Jawab Alice jujur.


"Cepat pakai." Ucap Ken tegas.


"Tidak mau!" Alice mengigit dada Kenan dengan keras.


Hingga Ken berteriak mengaduh juga melepaskan pelukannya secara spontan.


Alice berlari dengan menjulurkan lidahnya ke arah Kenan, terlihat Alice membeli sepasang bikini dengan kain pantai khas bali yang di kenakan seperti rok namun memiliki belahan tinggi.


"Aku akan menghukummu!" Seru Ken yang menyusul Alice dengan berlari juga.


...🐾🐾...

__ADS_1



__ADS_2