Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 107


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Alice mencengkram pinggiran sofa dengan erat setelah mendengar penuturan ibu mertuanya. Yah, wanita yang masih cantik meski memasuki masa senja tidak mungkin berkunjung tanpa tujuan apapun.


Alice mengangkat kepalanya hingga tatapannya bersibobrok dengan mertuanya, "Tidak perlu berbelit-belit, apa tujuan Mama datang ke sini?" Potong Alice cepat.


Citra tersenyum miring ke arah Alice, "Aku ingin, Kenan dan Selena menikah." Jawab Citra dengan jelas dan lugas.


Kenan mendengarkan ucapan Citra lantas langsung beediri sari duduknya dengan cepat, "Kenan tidak mau, Ma!" Seru Ken dengan nafas memburu.


Alice masih terdiam, kedua matanya memanas. Cinta dan benci besa tipis. Sekuat apapun Alice membangun kebencian untuk Kenan, sekuat itu pula rasa cinta untuknya.


Senyum miring terbit dari bibir Alice, meski dengan gemetar menahan gejolak dalam hatinya. Alice tetap berusaha tidak lemah di depan ibu mertuanya tersebut.


"Jika Kenan bersedia, silahkan saja. Apa kalian pikir aku akan mencegahnya, lagipula bukankah pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya." Kata Alice dengan tegas dan lugas.


"Sayang, aku bisa membuktikannya jika Selena tidak hamil anakku!" Seru Kenan yang tidak menyangka jika Alice tidak menghalanginya.

__ADS_1


Alice lantas beediri dan menghadap ke arah Kenan, "Membuktikan apa! Apa lagi yang harus aku percaya darimu, berulang kali aku memaafkan perbuatan dan kebohongan yang kamu lakukan bahkan hingga kejadian hari itu, yang berhasil membuat kehidupan baru." Cecar Alice panjang lebar di depan Kenan dan Citra.


"Segera urusi perceraian kita dan menikahlan dengan wanita itu, penuhi permintaan Mama mu agar dapat menggendong cucu sari wanita yang dia dambakan menjadi menantunya." Lanjut Alice yang kemudian melangkah pergi meninggalkan kedua orang tersebut.


Kenan selalu naik pitam saat mendengar Alice meminta cerai kepadanya, hingga suara pecaham vas menggema di ruangan tengah.


Pyar!


"Aku tidak akan menceraikanmu Alice! Tidak akan pernah!" Seru Ken seperti orang kesetanan.


Alice tetap melangkah menaiki anak tangga tanpa menghiraukan sedikitpun teriakan sang suami, dengan kasar tangan kirinya menyeka air mata yang terjun bebas dengan cepat.


"Berhenti Kenan, biarkan Alice tenang dulu." Cegah Citra yang mencekal pergelangan Kenan.


"Lepas, Ma. Kenan tidak mau bercerai dengan Alice sampai kapanpu." Kenan melepaskan cekalan Citra setelah berkata dengan tegas.


"Itu juga akibat perbuatanmu Kenan! Sudah Mama katakan untuk menjauhi Selena jika memang kamu sudah tidak mencintainya, tapi lihatlah sekarang. Kamu yang egois ingin memiliki keduanya!" Citra berkata dengan keras hingga menghentikan langkah Kenan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Mama nya membuat Kenan bergejolak dalam hati, tangan kanannya mencengkram kuat besi pembatas tangga.


"Kenan hanya mencintai Alice, Ma. Tidak dengan yang lain." Jawab Kenan tanpa melihat ke arah Citra.


"Sudah terlambat!"


Seseorang yang sejak tadi melihat perdebatan antara Ibu dan Anak akhirnya bersuara, William dan Elizabet langsung bertandang ke mansion Kenan untuk menjemput Alice.


Citra dan Kenan langsung menoleh ke sumber suara, Kenan kaget melihat kedatangan kedua mertuanya. Sedangkan Citra hanya biasa saja melihat kehadiran keduanya, tentu Citra tidak kaget karena bagaimanapun keluarga Alice akan mengetahui secara cepat atau lambat.


"Ayah ... Mama ...." Ucap Ken lirih karena kaget.


Elizabet memandang Citra dan Kenan dengan tatapan hati seorang ibu yang terluka dan marah, terluka karena putri kesayangannya di sakiti oleh orang lain yang tidak turut andil dalam mendidiknya dan marah karena dia merasa gagal untuk melindungi Alice.


Dengan langka cepat, Elizabet berlari ke lantai atas tanpa di halangi siapapun. Sesangkan William menagap tajam tanpa ekspresi ke arah Kenan.


"Ayah ... Kenan bisa menjelaskannya, ini semua tidak benar." Kata Kenan dengan berjalan xepat ke arah William.

__ADS_1


Bug!


...🐾🐾...


__ADS_2