
Happy Reading 🌹🌹
Alice kaget karena tertimpa sesuatu yang berat, kedua matanya di buka dengan menahan rasa kantuk. Mengerjab dengan cepat takut jika dirinya mimpi hingga manik mata coklat terbuka dengan sempurnya.
Menatap lekat kedua mata coklat tersebut, bahkan tidak sadar jika kini tengkuk lehernya sudah di tahan oleh Ken.
Apakah Ken sedang menciumnya? Kenapa? Apa ini yang di namakan ciuman seperti yang dia lihat di drama dan dracin? Kenapa nerasa sesak apakah dirinya akan mati karena tidak dapat bernafas.
Pikiran Alice berkecamuk karena jujur saja baru kali ini ada pria yang mencium bibirnya.
Terlihat Ken langsung bangun sembari mengatakan kata maaf, namun Alice masih berada di posisinya tanpa bergerak se inci pun.
"Apakah dia baru saja mencuri ciuman pertamaku?" Gumam Alice pelan.
Sedangkan Kenan bersandar di balik pintu dengan jantung berdegup kencang, tangan kanan memegang dadanya. Begitu terasa sangat keras bahkan hampir loncat dari tempatnya.
"Apa yang baru saja aku lakukan!" Ucap Ken frustasi.
__ADS_1
Kedua tangan kekar Ken bertumpu di sudut kemari miliknya, terdengar nafas yang kasar. Sekelebat bayangan masa lalunya muncul, Ken merasa sangat bersalah entah kepada Selena atau Alice.
Decitan pintu terdengar, Ken keluar dengan perlahan dan berjalan dengan berjinjit mengecek Alice memastikan jika wanita itu sudah kembali tidur.
Terlihat wakah damai Alice seperti seorang bayi yang tidak pernah terjadi apa-apa, Ken bernafas dengan lega setidaknya dia akan pura-pura lupa esok hari agar kejadian memalukan ini lenyap dari ingatannya.
Ken merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya, menyembunyikan tubuh kekarnya di balik selimut tebal yang membungkus seluruh tubuhnya.
Alice membuka kedua matanya setelah mendengar suara selimut yang tengah di kenakan eh seseorang, Ken bahkan langsung tidur begitu saja tanpa berkata apapun setelah mencuri ciu*man pertamanya.
Alice mendengus kesal dengan menggigit bibir dalam miliknya, entah dirinya merasa kesal atau sedih. Yang jelas saat ini Alice tengah frustasi dengan perasaannya sendiri.
Terlihat Ken yang gelisah di atas tempat tidurnya, menghadap ke kanan, ke kiri, bertelentang bahkan sampai menungging dengan menjambak rambutnya sendiri.
Sama halnya dengan Alice yang bersembunyi du balik selimut, merasakan hawa panas karena tidak ada aliran oksigen di dalamnya. Mencoba memejamkan mata namun rasa itu terus terbayang.
Apakah ini rasanya ciuman. Jerit Alice yang diam-diam mengulum senyum di bawah selimut tebalnya.
__ADS_1
Tanpa di sadari Ken tengah duduk bersila di sisi pojok kasurnya dengan bersedekap dada, dengan melihat ke arah bawah di mana Alice tidur seperti kepompong.
"Ck, bisa-bisanya dia tidur dengan nyaman sedangkan aku. Aku bahkan masih terjaga sampai hari hampir menjelang subuh." Gerutu Ken pelan.
Matahari perlahan mulai bangun dari peraduannya memancarkan sinar ke seluruh belahan bumi.
Terlihat kedua insan menggeliat karena dengan terang matahi menembus dinding kaca yang memisahkan antara balkon dan kamar.
Ken semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Alice mencari tempat ternyaman, entah sejak kapan Ken tidur di lantai menyusul Alice.
Hingga kening keduanya mengkerut, ini sangat nyaman dan hangat. Terlebih ini perasaan yang baru-baru ini pernah keduanya alami.
Ken dan Alice membuka kedua matanya bersamaan, keduanya saling menatap dalam manik mata masing-masing.
Pandangan Ken turun ke bagian bibir Alice, bibir itu yang semalam membuat Ken frustasi bahkan terjaga hingga pagi namun kini dia terbangun di samping Alice.
Sama halnya dengan Alice, Alice menatap bibir cerry yang telah mencuri ciuman pertamanya.
__ADS_1
"Aku ingin merasakannya lagi." Gumam keduanya dalam hati.