
Happy Reading 🌹🌹
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Proyek telah selesai dan Alice memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, mansion yang di belikan oleh Kenan untuk Alice juga telah di temoati.
Meski dengan pedebatan cukup sulit, hingga Citra mengiyakan meski langsung pergi begitu saja setelah mengatakannya. Entah mertuanya mungkin makin membenci Alice namun Alice ada tujuan sendiri kenapa harus tinggal brdua dengan Kenan.
Hubungan Alice dan Bara juga semakin dekat dengan berjalannya waktu, bahkan Alice terkadang menjadi asisten pribadi Bara meski tidak terlu sering.
Sedangkan hubungan Alice dan Kenan masih terlihat harmonis meski ada kehadiran Selena yang kembali di kehidupan Kenan, seperti hari ini ponsel Ken berdering nyaring membuat Alice yang awalnya tidak memperdulikannya mulai terganggu.
Alice tetap menyimpan rapat-rapat apa yang dia ketahui, selama Alice masih dapat mempertahankan rumah tangganya Alice akan tetap diam.
Bahkan mengenai Kenan memberikan sebuah apartemen untuk Selena, Alicepun tahu. Seperti kejadian sebelumnya nomor anonim yang memberikan bukti-bukti bagaimana Selena menggoda Kenan bahkan Kenan yang terkadang pergi makan siang bersama mantan kekasihnya itu.
Sakit? Tentu saja, hati wanita mana yang tidak sakit mengetahui perselingkuhan yang di lakukan sang suami.
Mengingat, pernikahan adalah ikatan suci dengan mengucapkan janji di depan Tuhan. Setidaknya Alice sudah pernah berjuang meski berakir perpisahan.
__ADS_1
Terdengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, menandakan Kenan belum selesai dengan aktivitas membersihkan badan.
Dengan pandangan datar dan dingin, Alice melihat siapa yang tengah menelfon sang suami. Tertera nama Selena di sana, segera Alice mengangkatnya.
"Sayang! Apakah kita jadi pergi ke mall? Ada koleksi tas terbaru yang ingin aku beli." Ucap Selena dengan suara manja namun menjijikkan bagi Alice.
"Apa tidak cukup dengan apa yang di berikan oleh suamiku padamu, bahkan hanya membeli tas kau masih mengemis dengan Kenan." Alice bersuara dengan sarkas kepada Selena.
Kedua mata Selena terbelalak kaget karena baru kali ini berbicara langsung dengan Alice meskipun melalui sambungan telfon. Dan apa yang di katakan oleh Alice, dia di anggap pengemis olehnya.
Tangan kanan Selena mengepal dengan erat, sejurus kemudian senyum miring muncul di bibirnya.
"Tanpa uang suamiku, aku mampu membeli apapun sendiri. Level kita berbeda, jangan menyamakanmu dengan diriku." Jawab Alice tenang namun menohok hati Selena.
Selena semakin geram karena istri dari Kenan begitu berani kepadanya, Selena segera mematikan sambungan telfonnya dan melempar benda pipih itu ke kasur empuk dengan frustasi.
"Arghh! Si*al, kenapa istri Kenan tidak lemah lembut seperti dalam bayanganku. Aku harus menghubungi dia untuk membantuku." Ucap Selena dengan mengacak rambutnya.
__ADS_1
Selena segera mengambil ponsel yang dia lempar di atas kasur, segera mencari nomor seseorang yang telah membantunya kabur dari negara suaminya.
"Katakan."
"Bantu aku menjadi Nyonya Wijaya." Ucap Selena to the point.
"Tunggu besok."
Langsung saja sambungan itu di matikan dari seseorang yang misterius, Selena tersenyum lebar dan perlahan menjadi tawa karena sebentar lagi tujuannya akan tercapai.
"Alice, sebentar lagi aku akan menggeser posisimu." Ucap Selena dengan tersenyum miring.
Kenan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju putih tipis dan celana kolor, alis Ken naik sebelah karena melihat Alice yang bersedekap dada di depan jendela kamar dengan memunggunginya.
"Sayang." Panggil Ken pelan.
Alice berbalik dan dengan cepat melempar ponsel milik Kenan hingga ponsel itu membentur tembok dan jatuh ke atas lantai dengan layar yang retak
__ADS_1
Kedua mata Kenan membeliak kaget akibat aksi sang istri, "Apa yang kamu lakukan!" Sentak Kenan dengan suara tinggi.
...🐾🐾...