
Happy Reading 🌹🌹
Subuh telah tiba, Kenan membelai pipi sang istri, dia merasa bersalah karena sesuatu hal yang membuatnya kacau.
Ken merasa berselingkuh di belakang Alice, "Mas baru pulang?" Tanya Alice denangan suara seraknya.
"Maaf membangunkanmu." Ucap Ken lembut saat melihat kedua mata Alice membuka perlahan. Alice tersenyum kecil, dia mengelus rahang sang suami penuh kelembutan.
"Hemm."
Alice bergumam saja, mengingat kemarin saat Selena menemui suaminya. Alice merasa sangat penasaran hal apa yang di bicarakan oleh keduanya.
Sungguh hati Alice merasa sangat cemburu menyaksikan pertemuan keduanya. Namun, apalah daya Alice yang tidak ingin bertanya kepada Ken sebab Alice tidak ingin memperburuk hubungan mereka yang terbilang masih baru. Dia ingin Ken terbuka dengan sendirinya tanpa harus di paksa untuk bercerita.
Sakit hati Alice menyaksikan sang suami yang berciuman, berpelukan, dan bercanda dengan wanita lain. Tetapi, dia masih bisa menahannya untuk sementara, benih-benih cinta telah hadir dan semakin tumbuh subur di dalam hatinya untuk Kenan.
__ADS_1
Alice telah jatuh cinta kepada Ken semenjak pria itu mengajaknya berkomintment dalam rumah tangga.
"Ayo bangun dan mandi, aku harus ke kantor Ayah dan Mas juga berangkat bekerja." Ajak Alice lembut membuat Ken segera memeluk erat pinggang ramping wanita tersebut dia tidak ingin Alice beranjak dari temlat tidur.
Ken merasa sangat bersalah kepada Alice karena kemarin mau memeluk dan berciuman dengan Selena entah kejadian apa berikutnya Kenan tidak ingat hingga dirinya terbangun dan langsung memutuskan pulang.
Kenan benar-benar merasa tidak waras saat tubuhnya berdekatan dengan Selena yang membuat hasratnya mencuat dengan hebat.
Terlebih lagi wanita itu sangatlah agresid membuat Ken merasa tertantang. Tiba-tiba fantasi liar Ken terlintas dalam benaknya membuat sesuatu di bawah sana menegang. Ken menatap Alice dengan gairah yang berkobar hasratnya ingin segera di puaskan bila tidam kepalanya bisa berdenyut.
Alice berusaha memberontak melepaskan pelukan Kenan, namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya membuat Alice kesusahan. Terlebih lagi, tangan Kenan mulai merambat ke mana-mana membuat wajah Alice merah merona.
Alice berhasrat melebihi Kenan, dia menggigit bibir bawahnya saat tangan Ken bermain di titik sensitifnya.
"Jangan ke mana-mana dulu Mas sangat ingin melakukannya sekarang ... kita tidak akan kemana-mana, jadi kita fokus membuat bayi."
__ADS_1
Ken berkata dengan suara serak, dia sangat menginginkan penyatuan saat ini karena tubuh Ken merasakan hawa panas sejak perjalanan pulang dan membayangkan ciumannya dengan Selena kemarin. Membuat Kenan tidak mampu menahan hasratnya.
Namun, Ken salah karena membayangkan wajah Selena saat melamukannya bersama Alice. Pria itu merutuki dirinya karena menganggap Alice sebagai Selena.
"Maafkan aku, Sayang!" bati Ken merasa bersalah.
Alice hanya bisa menjerit manja membuat Kenan semakin semangat untuk melakukan penyatuan. Alice tak habis pikir kenapa kali ini Kenan sangatlah buas dan liar, seolah-olahtelah berpuasa lama padahal Kenan hampir setiap malam melakukan bersamanya.
Hingga pada puncaknya, Kenan mengerang dengan hebat membuat tubuh Alice menegang. Hasrat yang membuncah langsung menghilang begitu saja.
"Ah ... Selena!"
Alice tidak merasakan kenikmatan, wanita itu meneteskan air matanya menatapntidak percaya ke arahbsangbsuami yang dengan tega menyebut nama mantan kekasihnya. Padahal Kenan sedang melakukan bersamanya harga diri Alice seperti di injak-injak.
...🐾🐾...
__ADS_1