Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 102


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Alice yang sedang berada di rumah pun termenung, dia merenungi kehidupan rumah tangganya. Wanita cantik itu merasa bahwa pernikahan nya saat ini sedang tak baik-baik saja karena keegoisan keduanya. Baik Kenan dan Alice sama-sama mementingkan ego keduanya.


Alhasil membuat Alice bersiap untuk pergi ke kantor Kenan dengan memasak masakan kesukaan suaminya. Dia berniat meminta maaf, menurunkan egonya guna memperbaiki hubungannya dengan Kenan tidak buruk pikirnya, dia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk membuat hubungan nya dan Kenan kembali membaik.


"Tidak apa-apa … meminta maaf walaupun tidak bersalah, bukanlah pilihan yang buruk dan itu tidak merugikan ku. Malahan itu menguntungkan pernikahan ku dan Kenan karena pastinya setelah aku meminta maaf nanti kamu berdua pasti bisa baikan seperti dulu."


"Aku rindu pelukan dan ciuman, Kenan. Aku juga rindu bermanja-manja dengannya! Ini karena malaikat kecil yang ada di perut, ya bawaan hamil." gumam Alice pelan dengan beralasan sang bayi, dengan penuh tekad wanita itu segera beranjak ke dapur untuk memasak masakan kesukaan sang suami.


Dia melakukan tugasnya dengan telaten, senyuman manis terbingkai di wajahnya karena.tak sabar ingin bertemu dengan sang suami. Dia akan minta maaf dan memberikan service terbaik untuk Kenan sebagai kompensasi karena tidak memberikan jatah untuk Kenan selama beberapa minggu.


"Kamu merindukan Daddy, sweety? Sama, Mommy juga rindu Daddymu. Ayo kita menjenguk Daddy ke kantor." Alice berkata dengan bayinya.


Tak hanya itu Alice juga memilih gaun terbaiknya untuk bertemu dengan Kenan. Jantungnya berdegup kencang layaknya anak muda yang sedang kasmaran, dia merasa seperti pertama kali jatuh cinta pada Kenan.


"Ah … benar kata orang kalau cinta itu gila, dia bisa membuat seseorang menjadi gila karena cintanya untuk pasangan nya!" gumam Alice tersenyum manis di depan cermin besar.


Setelah memakai pakaian terbaiknya dia segera dia berangkat menuju perusahaan suaminya di temani oleh supir pribadinya.


*


*


*


Saat tiba di perusahaan Wijaya, Alice sehera turun berjalan dengan buru-buru tak sabar bertemu dengan sang suami. Wanita itu tersenyum ramah pada karyawan Kenan, mereka semua sangat menyukai Alice karena wanita itu tampak baik dan tulus.


Berbeda dengan Selena yang berwajah dua, di depan Kenan baik namun di belakang pria itu bersikap kasar dan jahat.

__ADS_1


"Selamat datang, Nona!" sambut ketua divisi keuangan ramah membuat Alice membalas senyuman nya tak kalah ramah.


"Terima kasih. Kamu mau ke lantai atas juga?" tanya Alice lembut membuat wanita itu menganggukkan kepalanya.


"Iya, saya mau bertemu dengan Pak Ferdy."


Alice manggut-manggut dia mengobrol ringan dengan wanita itu seraya menunggu tiba di lantai atas. Setelahnya Alice keluar lalu berjalan cepat menuju ruangan Kenan.


Helaan nafas berat terdengar, hingga ponsel miliknya berbunyi menandakan jika ada pesan masuk. Dengan rasa berdebar, Alice membuka pesan dari Mutia.


Alice, wanita yang aku ceritakan tempo lalu sudah sering keluar masuk perusahaan Wijaya lagi. Hari ini dia datang lagi maaf aku baru sempat mengabarimu.


"Padahal aku berharap hubungan kami membaik, Tuhan!" gumam Alice pelan lalu membuka pintu ruangan Kenan dengan pelan, mata wanita itu nyaris hampir copot ketika melihat sang suami asik berciuman panas penuh hasrat dengan Selena mantan kekasihnya.


Tes.


Air mata Alice jatuh membasahi pipinya, wanita itu merasa sangat terkejut tak menyangka suaminya itu tega mengkhianati dirinya.


Brak.


Pintu ruangan Kenan di buka lebar oleh Alice, membuat ciuman panas Kenan dan Selena terlepas.


Deg


Kenan yang tadinya ingin marah namun tak jadi. Dia terkejut menatap istrinya kini berada di ruangan nya, memandang dirinya dengan tatapan dingin, terluka, marah dan kecewa bercampur menjadi satu. Dia merasa sakit hati karena Alice tersakiti lagi olehnya.


Pria itu merutuki kebodohan yang yang terkenal dengan kenikmatan dan kenyamanan sesaat yang di berikan.oleh Selena.


Sedangkan Selena malah tertawa senang dalam hati karena tak sabar menantikan perdebatan panas antara mantan kekasihnya dengan Alice. Memang ini yang di tunggu-tunggu oleh nya sedari kemarin.

__ADS_1


"Sayang!" ucap Kenan terkejut langsung bangkit berdiri.


Alice melangkah lebar, dia segera menampar keras pipi Kenan hingga terpental ke samping.


Plak.


Mulut Kenan menganga lebar tak menyangka istrinya yang lemah lembut kini berubah menjadi orang yang sangat kasar dan tega menampar dirinya. Bahkan ini sudah ke dua kali jika Kenan ingat,


Selena yang melihatnya pun tak tinggal diam, dia akan memasang badan untuk Kenan bersikap seperti pahlawan kesiangan demi mendapatkan perhatian Kenan.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menampar, Kenan?" pekik Selena histeris membuat Alice segera menatap tajam dirinya.


Wanita itu meludahi wajah Selena lalu menghantam kepala Selena dengan rantang makanan yang ia bawa.


Cuih.


"Kamu–,"


Bugh.


A**kgh!


Selena terjatuh ke lantai karena pukulan Alice sangatlah kencang. Wanita itu tak menyangka kalau Alice akan memukul nya juga.


"Selena!" Kenan terkejut lalu segera membantu Selena berdiri, bahkan dia merangkul pinggang Selena karena wanita itu hampir terjatuh kembali. Dia membawa Selena duduk di atas sofa.


"Kamu duduk di sini dulu, ya!" ujar Kenan lembut penuh khawatir membuat Selena menganggukkan kepalanya pelan.


Alice yang melihat sorot mata khawatir Kenan memandang Selena pun merasa sangat sakit hati, dia tak menyangka kalau suaminya itu bisa perhatian pada wanita lain.

__ADS_1


Atau jangan-jangan memang seperti ini karakter Kenan sebenarnya. Memberikan perhatian pada wanita lain. Dia hanya termasuk salah satu dari wanita lain itu.


...🐾🐾...


__ADS_2