Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 104


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Ferdy yang baru saja keluar dari ruangannya, tersentak kaget saat mendengar teriakan dari Kenan.


Segera dirinya berjalan lari ke dalam ruangan Kenan, nampak suasana yang sudah kacau di dalam ruangan bosnya.


Lantai kantor kotor dengan masakan rumah, Selena yang duduk dengan wajah, dan penampilan yang kacau.


Bahkan Fwrdy kaget dengan kehadiran Alice, dirinya terlaku sibuk berselancar di google maps demi mencari oenjual ronde siang hari sesuai keinginan Kenan.


"Fer!" teriak Kenan memanggil sekretaris nya yang berdiri di luar membuat pria tampan bertubuh kekar itu masuk ke dalam ruangan nya.


"Ada apa, Tuan?!" tanya nya datar.


"Bawa Selena ke rumah sakit!" titahnya mbuat mata Selena hampir copot. Dia benar-benar tak menyangka kalau Kenan akan tega mengusir halus dirinya.


"Tapi, Ken!"


"Ferdy?!" panggil Kenan lagi membuat pria tampan itu segera menyeret Selena dengan paksa keluar dari ruangan Kenan.


"AKU HAMIL! Kenan aku sedang hamil anakmu!" Jerit Selena dengan berderai air mata.


Deg


Jantung seluruh orang yang berada di lantai Kenan mencelos mendengar ucapan dari Selena. Alice bahkan terpaku di tempatnya berdiri, namun senyum miring terbit dari bibir tipis Alice, bahkan kedua tangan wanita cantik itu sudah mengepal erat menahan agar dirinya tidak tumbang.


"Jaga bicaramu, Selena! Aku tidak pernah menyentuhmu lebih dari hari ini." Sentak Kenan menatap tajam ke arah wanita yang masih meronta dalam genggaman Ferdy.


Selena menggeleng cepat, "Tidak Ken, aku tidak berbohong. Kamu ingat saat mengantarkanku pulang ke apartemen satu bulan yang lalu, kamu memaksaku untuk melayanimu! Alice percaya padaku, aku sudah menolak Kenan tapi dia memaksaku bahkan kamu bisa melihat CCTV di apartemen milikku." Selena berkata panjang lebar dengan kedua orang yang berada di hadapannya.


"Tidak sayang, aku tidak pernah tidur dengan wanita lain termasuk Selena! Aku hanya melakulannya bersamamu saja, sayang."


Kenan menarik Alice dan memutar tubuh istrinya tersebut, memegang kedua sisi pundak Alice mengatakan apa yang menjadi keyakinan Kenan.

__ADS_1


Kedua mata saling terkunci, air mata Alice tanpa permisi menetes begitu saja membuat Kenan sangat merasa berdosa kepada Alice.


"Ini alasanmu saat pulang subuh hari?" Tanya Alice dengan suara bergetar.


Ken menjambak rambutnya frustasi dan berjalan memutar tubuhnya hingga kedua tangannya bertumbu di meja kerjanya.


Terlihat jelas nafasnya naik dan turun begitu cepat, menandakan jika saat ini Kenan begitu marah kepada Selena dan dirinya sendiri.


"Apa kau tuli, apa itu alasanmu pulang subuh saat itu!" Teriak Alice dengan mencengkram kuat jas Kenan hingga membuat setengah badan Ken menghadap ke arah Alice.


Kenan menatap sendu kepada Alice kemudia kedua matanya bergilir menatap tajam Selena, "Aku tidak pernah menyentuhmu, Selena!" Teriak Ken.


Plak


Kaget bukan main, Alice kembali melayangkan tamparan keras di pipi kanan Ken. Ken diam sesaat karena hal itu.


"Aku bertanya padamu, breng*sek!" Seru Alice yang kembali meneteskan air mata.


"Ini hasil pemeriksaan kandunganku, aku tidak berbohong kepada kalian. Aku ... Aku benar-benar sedang hamil anak Kenan." Selena berkata dengan menyodorkan dua amplop ke arah Alice dan Kenan dengan jarak yang cukup dekat.


Selena menangis, "Hiks ... Aku tidak bohong Kenan. Ini adalah buah hati kita hasil perbuatan hari itu, benar Alice Ken pergi dari apartemenku saat subuh hari." Selena kembali berkata dengan di iringi isak tangis yang menyayat hati.


Alice berjalan ke arah Selena dengan cepat dan mengambil kedua amolop dengan ukuran cukup besar yang berwarna putih itu.


Dengan tergesa, Alice membuka kedua amplop tersebut. Kedua mata Alice bergulir cepat membaca kata demi kata yang tertera dalam hasil pemeriksaan tersebut.


Kenan berjalan mendekat dan merebut dengan kasar kertas putih yang masih di tatap lekat oleh Alice, Ken menatap Selena sejenak hingga kembali mengalihkan atensinya ke lembaran kertas putih tersebut.


"Gugurkan." Ucap Alice yang sudah menatap lekat kedua netra Selena.


Baik Kenan dan yang lainnya melebarkan kedua bolanya sempurna mendengar ucapan Alice.


"A-apa ... Kau gila Alice! Ini anakku bersama Kenan!" Ucap Selena shock dengan respon dari Alice.

__ADS_1


Plak


Suara tamparan kembali menggema di ruangan Kenan, dengan tamparan penuh amarah dari Alice harus Selena terima. Kepala Selena sampai terpelanting ke samping karena kuatnya tamparan itu, tangan kiri Selena merapa bibinya yang terasa kebas dan telinga berdengung.


"Kau yang gila! Kalian berdua gila karena sudah bermain api di belakangku! Apa kamu pikir aku tidak tahu tujuanmu mendekati Kenan!" Teriak Alice kepada Selena dengan mendorong Selena hingga mundur beberapa langkah.


Kenan segera memeluk tubuh Alice dari belakang dengan erat, Ken sadar jika Alice dapat berbiat lebih kepada Selena lebih dari tamparan yang di layangkan tadi.


"Ferdy! Bawa Selena ke rumah sakit dan ambil sempel DNA dari bayi itu." Ken berkata dengan tegas.


Selena melebarkan kedua matanya, "Tega kamu Kenan! Apa kamu pikir aku berbohong, huh! Ini anak kita!" Seru Selena menatap nanar wajah mantan kekasihnya.


"Fer!" Teriak Ken lagi.


Ferdy akhirnya menyeret Selena dengan paksa dan penuh drama, bagaimana tidak jika Selena terus meronta dari cekalannya.


Sekertaris Kenan hanya mampu diam terpaku di tempatnya, mendengar teriakan dari para orang kaya.


Segera sekertaris Kenan mengabari seseorang melalui pesan singkat, "Nyonya Selena hamil anak Tuan Kenan dan Nyonya Alice bertengar hebat dengan mereka." begitulah kiranya isi pesan tersebut.


Alice menyentak kasar tangan Kenan dan berbalik menatap tajam kedua mata Ken, "Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu. Aku akan segera mengurus surat perceraian kita." Ucap Alice tegas.


Ken mengepalkan kedua tangannya dan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya, "Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Alice William." Jawab Ken tak kalah tegas.


Pria itu segera menggendong Alice ala bridal style membawa istrinya itu ke dalam ruangan pribadi. Alice memberontak namun Kenam tak memperdulikan nya, dia merebahkan tubuh Alice atas ranjang dengan lembut.


"Lepas, brengs*ek! Aku tidak sudi tidur dengan pria be*jat sepertimu!" Alice berteriak dengan berusaha melarikan diri.


"Akan aku buat kamu mendesah kenikmatan di bawah ku, Sayang! Ini sebagai hukuman karena kamu selalu meminta cerai, aku akan membuatmu hamil hingga kita tidak akan pernah berpisah sayang. Jangan takut?! Palingan kamu tidak bisa berjalan selama seminggu." bisik Kenan sensual lalu menyentuh sesuatu di balik dress Alice.


Oh no.


...🐾🐾...

__ADS_1


__ADS_2