Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 126


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Banyak para tamu undangan telah memenuhi gedung acara, terlihat kalangan atas dengan pakaian terbaik yang mereka kenakan untuk menghadiri pernikahan cucu dari Kakek Wijaya.


Ada beberapa yang masih berdiri dan duduk di meja sesuau dengan nama tamu undangan. Atensi mereka teralihkan dengan kedatangan seorang pria berbalut jas hitam.


Meskipun wajah pria itu terlihat begitu lelah. Namun, ketampanan nya tidak berkurang sedikitpun.


Kenan berjalan beriringan dengan Ferdy, banyak rekan bisnis yang mengucapkan selamat untuk pernikahan Kenan tidak sedikit pula yang membicarakan pernikahan Kenan dan Alice sebelumnya.


Kenan menulikan telinganya, meskipun dalam hatinya terasa panas ingin mencaci maki orang-orang yang membicarakan Alice.


Di atas panggung, dua orang MC tengah melakukan persiapan. Hal ini membuat Kenan menjadi gelisah di buatnya.


"Apakah dia akan datang?" Tanya Kenan berbisik ke arah Ferdy.


"Aku yakin mereka akan datang." Jawab Ferdy berbisik pula.


Kenan mengambil satu gelas sampane putih di atas meja, dengan gerakan memutar perlahan agar aroma sampane keluar.


"Aku harap Alice tidak...."


Ucapan Kenan terputus, melihat seseorang masuk ke dalam ruangan hingga membuat acara semakin heboh.


Wanita kurus tinggi langsing tengah memasuki gedung acara pernikahan, dengan gaun yang menjuntai hingga lantai, bagian atas yang tidak begitu ketat.


Senyum cantik dengan lengkungan sempurna terus menghiasi wajahnya, dia adalah Alice.


Alice berpenampilan sangan cantik hari ini untuk menghadiri pernikahan kedua mantam suaminya, Kenan gugup karena Alice berjalan mendekat ke arahnya dengan pesona yang dia miliki.


Glek!


Kenan merasa hasratnya memuncak memandangi tubuh Alice yang semakin berisi, terlebih leher jenjang yang di ekspose karena model rambut cepol.


Namun, pemandangan yang membuat Kenan meledakkan amarahnya karena seorang pria yang baru saja datang langsung berjalan menyusul Alice.


Dengan lancangnya, tangan kanan pria itu merengkuh pinggang Alice erat. Sehingga, membuat tubuh keduanya berdekatan.

__ADS_1


Menelisik wajah Alice yang tenang dengan senyum yang masih melengkung sempurna, Kenan menatap tajam Bara yang berjalan mendekat ke arahnya dengan Alice.


Gelas yang berada di tangan Kenan pecah akibat pria itu menggenggamnya begitu erat, Ferdy dan beberapa tamu undangan yang melihatnya sontak kaget.


"Ken...."


Kenan mengisyaratkan Ferdy agar diam karena Alice dan Bara telah sampai di depannya, Kenan menatap tajam ke arah mereka terutama Bara.


Pandangan Kenan turun ke arah pinggang yang tengah di rengkuh dengan erat oleh sahabatnya itu. Senyum getir yang hanya dapat Kenan berikan.


"Selamat atas pernikahanmu, Ken. Maaf aku datang terlambat." Ucap Bara dengan wajah tanpa berdosa.


Alice mencengkram kuat clutch dengan hiasan swarosky sehingga memberikan kesan mewah, kedua mata Alice turun menatap tangan Kenan yang meneteskan darah segar akibat goresan dari gelas kaca.


"Apa kalian tidak tahu malu, kau masih berstatus istriku Alice Wijayakusuma." Kata Kenan penuh penekanan.


Alice tertawa kecil dengan menutup bibirnya secara anggun, "Maafkan saya Tuan Kenan, sidang percerain sedang di proses jadi sudah hak saya ingin berdekatan dengan pria manapun." Jawab Alice dengan tersenyum secara anggun.


"Tapi belum ada ketuk palu, Alice. Aku pastikan kita tidak akan pernah bercerai." Ucap Kenan pelan.


"Hei, tenanglah Ken. Kamu pasti akan bahagia dengan wanita masa lalumu dan Alice akan aku bahagiakan dengan caraku." Bara menjawab ucapan Kenan.


Kenan yang ingin menghalau keduanya, di cegah oleh Ferdy untuk tidak gegabah. "Banyak pasang mata yang melihatnya Ken, tenanglah. Ayo kita mengobati lukamu."


*


*


*


Pintu ruangan terbuka dengan lebar, siluet wanita dengan gaun bak putri kerajaan. Dengan senyum yang melengkung sempurna dia melangkah menuju altar seorang diri. Mengingat jika mempelai wanita sudah tidak memiliki seorang ayah dan dari pihak keluarga Wijaya tidak ada yang sudi mengantarkan wanita lain untuk menggantikan Alice.


Selena berjalan begitu anggun dengan gaun dan penutup kepala transparan yang menjuntai panjang hingga nampak seperti ekor jika di lihat dari arah belakang. Tidak lupa pula mahkota yang melingkar indah di kepalanya.


Pandangan Selena mengunci pria yang berdiri tidak jauh dari seorang pendeta dengan pakaian ptih begitu kontras dengan jas yang di kenakan Kenan berwarna hitam. Kening Selena sejenak berkerut, sejak kapan warna jas milik Kenan berubah warna. Seingan nya, mereka fitting pakaian berwarna putih yang senada dengan gaunnya.


Selena mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tidak ada Citra, keluarga Wijaya tidak ada di ruangan itu hanya Kenan dan para tamu undangan. Namun, Selena bersibobrok dengan tatapan Alice yang dingin dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Senyum mengejek Selena berikan kepada Alice, seakan menandakan bahwa dialah pemenangnya. Tidak terasa jika langkah Selena telah dampai di hadapan Kenan.


Tidak ada senyum dari pria yang akan menjjadi suaminya, hanya memberi tatapan datar dan dingin. Selena mulai gelisah namun semua secepat kilat di tepisnya.


"Mungkin Mama sedang merayu Ayah Kalevi." Pikir Selena untuk meredakan kegelisahaan nya.


Selena salah jika Kenan menatapnya, justru tatapan Kenan sejak awal sudah terkunci ke arah Alice. Setiap gerak-gerik yang tengah mengandung benihnya tidak lepas sedetik saja dari kedua netra tajamnya.


Alice yang tengah berbisik di telinga Bara, begitu juga sebaliknya. Bara yang mendekatkan wajahnya ke telinga Alice dan membuat wanita yang dia cintai tertawa. Membuat Kenan ingin segera berlari dan membawa Alice pulang, dia akan mengurung untuk dirinya.


Ken tersentak kaget saat Selena menepuk lengan Kenan karena dunianya fokus ke arah Alice, "Sayang, pak pendeta sudah menunggu kita." Ucap Selena menahan geram.


"Oh, maaf." Ucap Kenan.


Pendeta memulai acara pernikahan keduanya, Kenan nampak memberi isyarat kepada Ferdy maupun Dokter Rasyah yang berada di belakang jauh dari pendeta. Pendeta kembali menanyai Kenan karena tidak menirukan janji suci yang sudah dia ucapkan.


Hingga lampu ruangan langsung padam, membuat para tamu menjerit karena kaget begitu juga Selena dan Kenan sendiri. Sebuah proyektor menyala di beberapa sudut tembok yang bebas dari hiasan pernikahan.


Kenan dan Selena melebarkan kedua matanya dengan sempurna, suara erotis memenuhi ruangan pernikahan itu, di sana menampakkan bagaimana liarnya seorang wanita dan pria yang tengah bergumul di sebuah kamar.


"Terus, buat aku melayang. ah."


"Anything for you, Honey."


Kenan menatap tajam ke arah Selena, nampak wanita itu menggeleng dengan cepat dan sudah berderai air mata.


"Hentikan! ini tidak benar Kenan." Teriak Selena histeris dan memegang lengan Kenan meyakinkan pria yang akan menjadi suaminya tersebut.


Para tamu undangan tentu saja kaget dengan hal itu, tidak terkecuali Alice yang sampai menutup mulutnya kaget. Dokter Rasyah dan Ferdy bahkan tidak tahu tentang hal itu, siapa yang melakukannya.


Video dengan adegan yang sama terus muncul, bahkan waktu kejadian tersebut terus berganti dari tanggal hingga jam.


"STOP!" Teriak Kenan saat mendapati hari, tanggal, dan jam di mana dirinya mengantarkan Selena ke apartemen hari ini.


Kenan mengepalkan kedua tangannya, benar dugaannya dirinya tidak akan pernah melakukan hal serendah itu dengan wanita yang bukan istrinya. Kenan berbalik dan mencengkram rahang Selena dengan kasar menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya sakit akibat pecahan gelas.


...🐾🐾...

__ADS_1



__ADS_2