
Happy Reading 🌹🌹
Jika, Alice dan Kenan sudah bahagia dengan keluarga baru mereka. Menyambut kelahiran Baby Nathan.
Nasib malang menimpa Selena, setelah kejadian satu malam di mana dirinya menelfon Kenan dan meminta tolong agar di selamatlan dari cekalan Josh suami sahnya.
Flashback
Josh segera berlari masuk ke dalam rumah sakit, memanggil perawat untuk menyelamatkan sang istri.
"Tolong!" Serunya.
Seorang perawat datang menghampiri Josh yang masih menggendong Selena secara bridal style. Melihat darah di selimut putih yang membungkus wanita tidak sadarkan diri itu, membuat oerawat bergegas mengarahkan Josh ke ruang UGD.
"Tuan, ikut saya ke UGD." Ucap perawat.
Perawat berlari kecil di ikuti Josh di belakangnya, perawat lain yang melihat kedatangan pasien segera mengarahkan agar di tidurkan di atas brangkar.
"Tuan, silahkan tunggu dulu di luar." Ucap sang perawat.
Tirai berwarna biru muda, di tutup rapat oleh perawat agar Josh tidak bisa melihat tindakan medis yang di lakukan.
Josh gelisah menunggu yang tidak jauh dari tempat Selena di periksa, seorang perawat menyingkap tirai dan berlari dengan cepat membuat tubuh Josh menegang.
Kedua netra Josh terkuci pada wajah wanita cantik dengan wajah pucat, tengah memejamkan kedua matanya.
Seorang dokter berlari bersama perawat mendekat ke brangkar Selena, sepuluh menit kemudian doktwr keluar bersama seorang perawat yang menunjuk ke arah Josh.
Dokterpun mendekat ke arahnya, "Tuan, suami Nona yang berada di dalam?" Tanya sang dokter.
"Benar, Dok. Bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Josh cepat.
"Maaf, Tuan. Tuan harus kehilangan janin yang berada di dalam kandungan karena pendarahan yang cukup hebat. Saat ini istri anda sudah keluar dari masa kritis nya, beruntung segera di bawa ke rumah sakit." Jawab sang dokter.
Josh sedikit terhuyung ke belakang, bukan karena kehilangan janin tetapi dirinya memikirkan bagaimana bencinya Selena kepada dirinya setelah sadar nanti.
Meski Josh tau jika Selena melakukan itu semua untuk menjebak Kenan, perkataan Selena saat awal menikah dulu selalu terngiang di kepalanya.
"Beb, aku ingin segera punya anak denganmu. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia, benarkan?"
__ADS_1
Perkataan Selena dengan wajah dan suara ruangnya muncul di kepalanya, seperti sebuah film masa lalu yang sedang di putar ulang.
"La-lalu apa yang harus saya lakukan, Dok?" Tanya Josh gugup.
"Kami akan melakukan operasi kuret, untuk mengambil janin yang sudah meninggal di dalam rahim istri anda." Jawab sang dokter.
Josh mengangguk cepat, "Baiklah, lakukan apapun yang terbaik untuk istri saya. Dok,"
"Silahkan ke bagian administrasi untuk melakukan pembayaran dan tanda tangan surat persetujuan tindakan operasi, Tuan." Ucap asisten sang dokter yang sudah datang semenjak Josh tenggelam dalam pikirannya.
"Di mana bagian administrasinya?" Tanya Josh yang memang belum tahu runah sakit besar tersebut.
"Mari ikuti saya." Asisten dokter segera berjalan menunjukkan arah kepada Josh.
Josh mengikuti langkah pria dengan pakaian serba putih di depannya, berjalan dengan tangan kiri yang memegang sebuah laporan kesehatan.
"Silahkan di selesaikan administrasinya, jika sudah nanti akan segera di kabari waktu operasi untuk Nyonya Selena." Asisten dokter itu menjelaskan dengan tenang.
"Baik, terima kasih." Jawab Josh.
Josh mengisi data-data pasien dan menyerahkan kartu debit yang dia buat setelah kedatangannya di Indonesia.
Josh menunggu dengan sabar hingga urusan administrasi selesai, Josh kemudian mengikuti langkah perawat menuju kamar Selena.
Sejenak, Josh hanya berdiri di sepan ointu berwarna putih dengan kaca kecil agar dapat melihat ke dalam ruangan.
Menghirup udara sedalam mungkin dan membuangnya dengan kasar, "Pasti kamu akan lebih membenciku lagi setelah ini." Ucap Josh lirih.
Josh mendorong perlahan pintu bercat putih itu dan masuk ke dalam, menutup pintu perlahan, menyandarkan sejenak punggungnya di pintu.
Menatap nanar wanita yang tengah tenang dan nyaman dalam mimpinya, jarum infus menancap di punggung tangan sang istri.
"Maaf." Gumam Josh.
Josh akan menjadi lembut saat Selena lengah seperti ini, tapi Josh akan menjadi monster saat Selena bersikeras menentang nya.
Langkah lebarnya berjalan mendekati brangkar, menatap sejenak wajah Selena.
"Cantik, kamu sangat cantik saat tenang seperti ini. Seperti bayi." Kata Josh mengelus wajah Selena.
__ADS_1
Sembari meunggu dokter melakukan tindakan operasi, Josh ikut tidur untuk mengurangi rasa kantuknya.
Kedua tangannya di lipat di pinggir brangkar dan menyembunyikan wajah tampannya, semenjak membawa Selena pergi dari acara pernikahan itu. Membuat Josh tidak dapat memejamkan kedua matanya dengan tenang.
Josh takut jika Selena kembali kabur dari dirinya dan akan lebih sulit menemukan dia.
Hingga ketukan pintu membuat Josh terbangun, dua orang perawat membuka pintu dan masuk mendekati brangkar Selena.
"Tuan, operasi akan segera di lakukan. Anda dapat menunggu di depan ruang operasi nanti." Kata seorang perawat.
Josh mengangguk dan mengikuti dua perawat yang mendorong brangkar Selena menuju ruang operasi, tidak membutuhkan waktu lama.
Terlihat ruangan yang sudah di buka cukup lebar agar brangkar Selena masuk ke dalam ruangan operasi.
"Silahkan tunggu di luar Tuan." Ucap perawat yang menghalangi langkah Josh.
Josh terdiam di tempatnya berdiri hingga pintu tertutup menyisakan lampu berwarna merah menyala.
Sudah tiga puluh menit lamanya Josh duduk seorang diri di kursi tunggu, menyandarkan punggungnya, dan menatap lampu ruang operasi dengan pandangan sedih.
Hinga, langkah kaki mendekatinya. "Apa yang kamu temukan?" Tanya Josh tanpa melihat ke orabg tersebut.
"Tuan, kami sudah menemukannya." Jawab pengawal bayaran.
Josh langsung menolehkan kepalanya ke kiri, menatap penuh selidik pada pria berpakaian seperti preman pasar itu.
"Apa kamu yakin?" Tanya Josh menyipitkan matanya.
"100% yakin, saya bawa foto-fotonya." Pengawal menyerahkan beberapa lembar foto kepada Josh.
Josh mengambilnya dengan cepat, menatap orang yang berada di gambar dengan seksama. Senyum smiriknya terukir menyeramkan.
"Awasi terus dan selidiki lebih dalam lagi, aku tidak ingin terlewatkan informasi apapun tentangnya." Perintah Josh.
"Baik Tuan." Segera pengawal undur diri untuk melaksanakan perintah Josh.
"Beb, apa kamu akan senang saat bertemu kembali dengannya?" Gumam Josh yang masih menatap lekat foto di tangannya.
...🐾🐾...
__ADS_1