
Happy Reading 🌹🌹
Ponsel Alice bergetar membuat jemari lentiknya berhenti bekerja, senyum semirk Alice terbit dan segera membalas pesan dari Mutia.
William yang melihatnya, hanya mampu menganati saja. Sepertinya Alice menyembunyikan sesuatu darinya namun apa itu dia tidak tahu.
Ponsel William berdering membuat Alice mengangkat wajahnya hingga tatapannya bersibobrok dengan sang ayah.
"Ayah akan keluar sebentar." Ucap William dengan mengangkat panggilan di ponselnya.
Alice hanya mengangguk dan twrsenyum tipis, kembali fokus pada pekerjaannya agar sebelum jam makan siang Alice dapat keluar menemui sahabatnya Mutia.
*
*
*
Seorang pria dengan pakaian yang masih lengkap tengah berbaring di kasur king size miliknya, nampak wajah pucat dan juga keringat dingin yang terus keluar.
Dokter Rasyah telah selesai memeriksa keadaan sahabatnya yang nampak sangat memprihatinkan.
"Aku sakit apa?" Tanya Ken lemas.
"Tidak kenapa-kenapa, kamu sehat." Jawab Dokter Rasyah jujur.
"Tapi aku sangat mual mencium bau sesuatu yang menyengat." Keluh Kenan.
"Bisa jadi gejala asam lambung." Ucap Dokter Rasyah.
__ADS_1
Ken berfikir sejenak, "Bisa jadi, karena tiga minggu ini aku tidak teratur makan dan juga banyak begadang." Ken membenarkan prediksi Rasyah.
"Istrimu sudah berangkat?" Tanya Dojter Rasyah dengan mencatatkan resep obat.
"Kenapa mencari, Alice." Jawab Ken yang terpantuk rasa cemburu.
"Kenapa dengan wajahmu, aku hanya bertanya saja." Sinis Dokter Rasyah kepada Kenan.
Ken hanya berdecak kesal, "Alice kerja." Jawab Ken.
Dokter Rasyah hanya menganggukkan kepalanya saja, "Aku dengar Selena sudah kembali, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Dokter Rasyah kepo.
"Tidak melkukan apa-apa." Jawab Kenan acuh dengan memalingkan wajahnya.
"Jangan membuat kesalahan Ken, ingat kamu sudah menikah. Jika kamu menjandakan Alice, aku siap menerimanya." goda Dokter Rasyah kepada sahabatnya.
Ken yang mendengar ucapan Rasya segera mendudukkan tubuhnya dan memukul punggung pria jangkung itu menggunakan bantal.
"Ha ha ha, wuhuuu! Sudah jatuh cinta ya?" Dokter Rasyah semakin menggoda sahabatnya yang wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.
"Sudah sana kembali, jangan pernah datang ke mari." Usir Kenan dengan membaringkan kembali tubuhnya.
Dokter Rasyah menyelipkan kembali pena di dalam sakunya dan meletakkan selembar kertas berisi resep obat untuk Kenan, "Baiklah, aku akan kembali ke Rumah Sakit dulu. Jika kamu membutuhkan bantuanku kabari saja." Ucap Dokter Rasyah dengan menepuk lengan Ken pelan.
Hembusan nafas terdengar berat saat pintu kamar di tutup, "Apa sayangku sudah di kantor?" Gumam Ken pelan.
Ken mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, entah kenapa membuat perasaan ribdu kepada sang istri meletup-letup seperti kembang api.
Tapi, Ken nampak ragu karena sudah tiga minggu tidak bertegur sapa. Keduanya seperti orang asing.
__ADS_1
"Aku harus meminta bantuan Bara kah, kenapa Ferdy lama sekali." Ken menggerutu sendiri di dalam kamar.
Akhirnya Kenan memutuskan menghubungi Ferdy sebelum meminta bantuan kepada Bara, mengingat Bara yang memiliki perasaan kepada Alice membuat Kenan harus berfikir ribuan kali.
Ferdy yang tengah berbincang dengan Kakek Wijaya, segera undur diri sejenak untuk mengangkat panggilan dari Kenan.
"Halo, Tuan." Ucap Ferdy sopan.
"Bagaimana? Kenapa lama sekali." Kenan langsung menodong apa yang di tugaskan kepada asistennya.
"Maaf, Tuan. CCTV di apartemen Nona Selena pada pukul enam sore hingga pagi tidak ada karena rusak." Jawab Ferdy jujur.
"CCTV basement!" Seru Ken yang nampak frustasi di sebrang telfon.
"Tidak ada, Tuan." Kata Ferdy dengan lesu.
Kenan langsung melemparkan ponselnya begitu saja di tembok, jika waktu lalu ponselnya di lepar oleh Alice hingga retak kini ponselnya sudah di pastikan hancur tak dapat di gunakan.
"Si*al, kenapa aku bisa tidak ingat malam itu. Aku harus menanyakan kepada Selena langsung jika seperti ini." Ken menjambak rambutnya dengan frustasi.
Sedangkan di tempat lain Selena sedang menggila karena merasa kesal sebab rencananya gagal untuk menemui Kenan.
Akkk.
Prang.
Barang hancur berhamburan di lantai. Wanita itu berteriak histeris dengan mengacak rambut serta membanting apapun yang ada di sana.
"Tidak akan aku biarkan kamu lolos, Kenan. Kamu hanya milik aku!" teriaknya kesal.
__ADS_1
...🐾🐾...