Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Bara Bergerak


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Ketoganya melakukan aktivitas makan siang seperti biasanya, tidak ada obrolan apapun selama makan.


Ken sesekali melirik ke arah Alice yang tengah makan dengan tenang namun tergambar jelas jika Alice tengah marah, sama apa yang di lakukan Kenan. Bara juga sesekali. Melihatke arah Alice yang sejak tadi hanya diam.


"Jangan melihatku." Ucap Alice tanpa melihat keduanya.


Ken dan Bara seperti pencuri yang ketahuan oleh pemilik rumah, langsung menurunkan pandangannya menatap daging yang sudah di iris-iris kecil.


"Ken, aku akan meminjam istrimu aebentar untuk pergi membeli sesuatu." Ucap Bara dengan suara deepnya.


Ken langsung menoleh ke arah Bara, "Kenapa harus istriku, kamu pegi saja dengan Jundi." Jawab Kenan dengan merengut kesal.


"Kaum laki-laki tidak akan paham." Kata Bara.


Ken menyincingkan kedua matanya, dengan kedua tangan yang mengiris daging steak secara kasar.


"Cih, kamu ingin mendekati Alice. Tidak akan aku biarkan!" Geram Ken dalam hati.


"Aku sudah selesai, ayo Tuan Bara." Ucap Alice dengan menyeka sudut bibirnya menggunakan serbet.


Ken nampak tersadar dan sedikit gelapagapan karena Alice mengajak Bara bukan dirinya.


"Sa-sayang, kenapa kamu mengajak Bara. Seharusnya kamu pulang denganku." Protes Kenan.


"Mas, kami pergi karena memang ada keperluan. Entah kenapa ada serangga di depanku jadi aku mengusirnya dahulu sebelum melanjutkan pekerjaanku." Jawab Alice yang menyindir Mourin.


Bara mendengarkan jawaban Alice tersenyum tipis, "Nanti aku akan mengantar Alice pulang Ken." Kata Bara dengan menepuk pundak kanan Kenan.


"Aku ikut kalian!" Ucap Ken dengan tegas.


Ken sudah membayangkan sesuatu dengan pikirannya sendiri, membayangkan Alice tertawa bersama Bara, bermesraan dengan Bara, jatuh cinta dengan Bara. TIDAK!


"Ken...."


"Mas, Mas pergi bersama Mama. Jadi, Mas harus menjemput Mama bukan?" Ucap Alice mengingatkan Kenan.


Ken menoleh ke arah istrinya dengan wajah yang memelas, "Bisa di jemput sopir sayang." Rengek Kenan.


Melihat tingkah Ken seperti anak kecil membuat Bara mual menuju muntah, apa Ken sudah jatuh cinta kepada Alice hingga berperilaku seperti itu.

__ADS_1


"Lalu, Mama akan marah kepada kita Mas." Ucap Alice kembali.


Ken terdiam sejenak, memikirkan jika Citra marah dan akan meyalahkan Alice. Mengingat Mourin dan Alice bersitegang di meja makan.


Mengingat jika Ken akan melindungi Alice dari Citra, membuat Ken mengalah agar Alice tidak mendapatkan amukan dari Mamanya.


"Baiklah sayang, aku beri waktu satu jam keluar dengan Bara. Jam tiga kamu sudah harus sampai mansion, aku akan menunggumu di rumah." Kata Kenan dengan wajah kembali berwibawa dan tegas.


Bara yang mendengarkan perintah Ken hanya menghela nafas panjang, setidaknya ada waktu lebih satu jam mengingat saat ini sudah lebih dari pukul satu dan juga perjalanan mereka ke tenpat tujuan.


Alice melihat ke arah Bara yang akan mengajaknya membeli sesuatu untuk kekasihnya, "Apakah Tuan Bara sanggup satu jam pergi bersamaku dan mengantarkanku pulang ke mansio?" Tanya Alice pelan.


"Dua jam, mengingat perjalanan pulang pergi dan juga saat kita mencari barang yang cocok untuk kekasihku." Jawab Bara dengan tegas.


Ken menoleh ke arah Bara dengan ceoat, seakan kedua matanya copot dari tempatnya karena mendengar Bara menyebutkan kekasih.


"K-kau memiliki kekasih?" Tanya Ken dengan perasaan penasaran.


Bara berdiri dan beranjak dari kursinya, dirinya enggan menanggapi pertanyaan Kenan. Jika semakin di teruskan drama berbohong maka akan semakin menjerumuskan Bara untuk menjauh dari Alice.


"Mas, jangan sperti itu. Sudah jelas Tuan Bara memiliki kekasih kenapa harus di pertanyakan lagi." Kesal Alice kepada Kenan.


"Bu-bukan begitu maksudku sayang, aku hanya bertanya karena Bara tidak oernah dekat dengan perempuan selama ini." Jawab Kenan membela dirinya yangbdi salahkan Kenan.


"Aku hanya menemaninya makan siang sayang." Jawab Ken menjelaskan lagi.


"Memang Mas pikir aku percaya, Mas lihat Mama sendiri ingin memisahkan kita dan Mas menuruti permintaan Mama. Jika, Mas ingin berpisah denganku kita bercerai saja sekarang tidak perlu menunggu waktu lama." Kata Alice dengan serius meski harus melukai hatinya sendiri.


"Kita tidak akan pernah bercerai, Alice!" Sentak Kenan dengan menatap tajam ke arah Alice.


Kedua mata Alice sudah panas dan berkabut, dirinya juga tidak ingin bercerai. Alice memilili impian menikah satu kali dan hidup bahagia.


Kenan hadir dengan cara yang salah, memperlakukan Alice yang tidak baik juga. Namun, Ken menawarkan impian Alice meski Alice ragu tapi Ken meyakinkan dirinya.


"Jika tidak ingin menceraikanku setidaknya jangan pernah menyakiti hatiku Mas, jika kanu ingin bermain gila dengan wanita lain setidaknya jangan pernah terlihat di depan mataku Mas." Ucap Alice dengan bibir bergetar.


Ken kaget melihat Alice menangis namun menahannya sekuat tenaga, Ken langsung memeluk tubuh Alice dengan erat.


"Maafkan aku, maafkan aku." Ucap Kenan berbisik dengan memeluk istrinya.


Alice menangis dengan deras namun tidak terdengar suara isak tangi, hanya kedua natanya yang mengeluarkan air mata, tenggorokannya seakan tercekat hingga tidak dapat mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Ken dengan mengecup pucuk kepala Alice.


Di luar restoran, Bara sudah duduk di dalam mobil dengan memandang Alice yang tengah di peluk oleh Bara.


"Aku akan menjagamu Alice, jika Ken menyakitimu. Tidak segan-segan aku akan merebutmu dari sisinya." Gumam Bara.


Bara langsung menghubungi Jundi agar melakukan sesuatu untuknya.


"Jun, selidiki wanita bernama Mourin." Ucap Bara dengan tegas.


"Baik Tuan." Jawab Jundi di sebrang telfon.


"Satu lagi." Bara sedikit bimbang untuk mengatakannya.


"Halo, Tuan... Halo." Jundi memanggil Bara karena tiba-tiba tidak ada suara.


"Lakukan ini dengan diam-diam Jundi, selidiki Tante Citra juga." Ucap Bara.


"Tante Citra? Ibunya Kenan?" Ulang Jundi meyakinkan dirinya tidak salah orang.


"Benar, Ibunya Kenan. Selidiki mereka berdua dengan diam-diam dan laporkan kepadaku." Jawab Bara dengan tegas.


"Baik Tuan." Kata Jundi.


Bara langsung menutup sambungan telfonbya kepada Jundi, bukan tanpa alasan Bara menyelidiki Citra. Karena Bara sudah cukup menjadi pengamat di meja makan.


Kenapa seorang mertua menyuruh anaknya berkencan dengan wanita lain, padahal sudah jelas jika Ken memiliki istri yaitu Alice.


"Pasti ada sesuatu antara Tante Citra dan Alice." Kata Bara pelan.


*


*


*


Berbeda suasana antara Kenan, Alice, dan Bara.


Citra dan Mira yang tengah makan siang dengan para wanita sosialita tidak tahu jika ada insiden menegangkan dan memalukan yang menimpa Mourin.


Keduanya asyik mengobrol dan bergosip tentang wanita-wanita kaya lainnya, juga memamerkan barang mewah yang baru saja mereka beli dari berbagai penjuru dunia.

__ADS_1


Hingga seorang wanita berambut ikal kaget saat melihat berita online, "Ini Kenan kan jeng?" Tanyanya kepada Citra.


...🐾🐾...


__ADS_2