Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 127


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Sa-sakit Ken." Ucap Selena lirih dengan memegang pergelangan tangan Kenan yang mencengkram rahangnya kuat.


"Sakit? Lebih sakit aku yang hampir kehilangan wanita yang aku cintai karena kebohonganmu!" Seru Kenan dengan menatap tajam Selena seakan menguliti wanita itu hidup-hidup.


Dengan kasar Kenan menghempaskan Selena hingga jatuh ke atas panggung yang di hias dengan cantik.


"Hiks ... Itu tidak benar Kenan!" Seru Selena dengan berderai air mata.


Sudut bibir Kenan terangkat, ingin menendang wanita ular tapi dia urungkan karena mengingat jika dia tengah mengandung.


"Dasar wanita jahat! Begitu rendahnya harga dirimu, kamu bermain gila dengan pria lain namun meminta Kenan yang bertanggung jawab!"


Citra yang sejak tadi diam kini berteriak penuh amarah ke arah Selena, dirinya begitu sakit dan kecewa karenanya.


"Tidak, Ma. Ini bohong ... Ini semua karena wanita itu, wanita itu yang sudah merencanakannya!" Teriak Selena menuding ke arah Alice.


Alice yang tidak mengetahui apapun hanya menatap bingung, kenapa dengan dirinya jelas-jelas Alice adalah korban kenapa menjadi pelaku.


"Tutup mulutmu! Alice tidak akan pernah melakukan hal sekeji itu." Teriak Kenan marah.


"Pernikahan ini batal, aku tidak sudi memiliki menantu wanita mura*han sepertimu!" Ucap Citra dengan tegas tanpa bantahan.


Selena membulatkan kedua matanya, "Ti-tidak Ma, aku tidak mau ...."


Suar pintu terbuka dengan kasar, seorang pria dengan di ikuti beberapa pria berbadan kekar masuk dengan aura mengintimidasi.


Kepulan dari asap rokok membumbung tinggi di dalam ruangan itu, dengan kasar pria itu menghempaskan batang rokok yang masih menyala dan menghempaska ke atas karpet.


Di injaknya bara rokok itu dengan kasar dan kembali melangkah menuju altar, Selena yang melihat siapa pria itu dengan cepat meringset ke belakang dengan tubuh gemetar.


"Hello, babe. Sudah waktunya kamu pulang." Ucap nya dengan senyum yang menyeringai.


Selena segera bangkit berdiri dan berlari mencari perlindungan ke arah Kenan, nampak sekali dia ketakutan hanya dengan mendengar suaranya saja.


"Ken, tolong...."


Kenan mendorong Selena hingga menjauhinya, kepala pria asing itu bergerak menandakan untuk menangkap Selena.


"Tidak! Lepaskan aku josh! Aku tidak pernah mencintaimu ... Aku sedang hamil anaknya Kenan!"


Selena meronta dari cekalan anak buah suami sah nya tersebut, mendengar ucapan Selena menbuat seorang pria tertawa terbahak dan bertepuk tangan.


Seluruh orang di ruangan itu mengalihkan atensinya ke arah pria tersebut, "Selena ... Selena ... Apakah kamu tidak lelah selalu menipu banyak pria hanya demi mencapai tujuanmu?" Kata Bara dengan suara dinginnya.

__ADS_1


"Aku tidak ada urusan denganmu! Aku juga tidak paham apa yang kamu katakan!" Jawab Selena menatap nyalang ke arah Bara.


"Benarkah? Akan aku ingatkan."


Kembali proyektor menampilkan di mana Mourin bertamu ke apartemen Selena sesuai perintah Bara, Selena hanya kenal wanita yang selalu dekat dengan Kenan hanyalah Mourin.


"Sel, ada apa menyuruhku datang ke sini?" Tanya Mourin heran.


"Aku membutuhkan bantuanmu." Jawab Selena to the point.


Kening Mourin mengerut dalam, "Apa?"


"Bantu aku untuk menjebak Kenan, besok aku akan meminta Kenan untuk mengantarkanku ke apartemen. Siapkan minuman yang sudah kamu campurkan obat perangsang di dalamnya, sebelum Kenan sampai kamu harus pergi dari apartemenku." Jelas Selena panjang lebar.


Mourin menelisik wajah Selena, "Apa keuntungan yang aku dapatkan?" Tanya Mourin.


"Aku akan membayarmu berapapun jika semuanya berhasil." Kata Selena dengan angkuh.


"Baiklah."


Mourin segera keluar dari apartemen Selena, CCTV menunjukkan waktu besok sore di mana Kenan memang benar mengantarkan Selena sampai di depan apartemen.


Nampak keduanya berbincang dan Selena menarik paksa Kenan agar masuk ke dalam apartemennya.


Dengan ganas, pria berbadan kekar menghajar Mourin tanpa ampun hingga segerombol pria berbadan kekar lainnya muncul di sana dan terjadilah perkelahian.


Nampak anak buah dari backingan Selena kalah telak dan Mourin di bawa lari ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan pertolongan.


Hanya seorang pria yang berjalan menuju apartemen Selena, melihat pria tersebut membuat tubuh Alice terpaku.


Video masih terus di putar, pria itu masuk ke dalam apartemen dan menujukkan video yg terpasang di dalam kamar Selena.


Nampak, Selena dan pria itu menyeret tubuh Kenan hingga mengangkat nya di atas kasur.


Pria itu nampak berbicara sesuatu kepada Selena dan sedikit terjadi perdebatan, bahkan pria itu mengeluarkan sebuah amplop besar yang di duga adalah uang.


Video berhenti sampai Kenan yang terbangun dengan wajah kaget dan bingung, segera mengenakan pakaiannya dan keluar dari apartemen Selena di subuh hari.


Melihat video itu, kedua mata Alice sudah di penuhi air mata hingga meleleh begitu saja di kedua mata beningnya.


Pandangan Alice terkunci pada pria paruh baya yang cukup jauh darinya berdiri, pandangan kedua ya terkunci dengan guratan kekecewaan dan penyesalan.


"Ayah." Lihir Alice yang semakin deras air matanya turun membasahi kedua pipinya.


William hanya mampu diam seribu bahasa menatap putri semata wayang nya.

__ADS_1


"Sayang, aku dapat membuktikan semuanya, aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain dirimu istriku." Ucap Kenan yang berjalan turun mendekati Alice.


Alice menatap mata Kenan hingga membuat pria itu menghentikan langkah kakinya.


"Seret dia ke kantor polisi karena sudah menipu keluarga Wijaya!" Ucap Kakek Wijaya dengan tegas yang sejak tadi hanya berdiam diri.


"Tidak! Aku tidak bersalah, ini semua karena William. Dia yang membebaskanku dari luar negri dan membayarku untuk menggoda Kenan!" Selena memberontak namun sia-sia karena kekuatan nya kalah dengan pria berbadan kekar.


Para tamu undangan perlahan meninggalkan gedung pernikahan, karena kini kebusukan Selena dan William sudah terungkap.


"Pria itu ingin menghancurkan pernikahan anaknya dan aku hanya korban!" Lanjut Selena tidak terima jika hanya dirinya yang di hukum.


Alice bejalan mundur hingga tidak sengaja menyenggol piramid gelas kristal yang tertata dengan cantik hingga berjatuhan pecah di bawah kakinya.


"Alice!" Seru semua orang kecuali Selena.


Karena pecahan gelas yang tajam itu dapat menyobek gaun bagian bawah yang Alice kenakan.


"DIAM!" Teriak Alice dengan isakan tangis nya.


"Kenapa! Kenapa Ayah tega melakukan itu semua kepadaku?" Ucap Alice dengan bibir bergetar namun air matanya semakin deras membasahi wajah cantiknya.


"Maaf ... Maafkan Ayah." Jawab William pelan.


"Maaf? Alice tidak butuh kata maaf dari Ayah! Berikan Alice alasan apa yang membuat Ayah melakukan hal sampai sejauh ini." Kata Alice tegas.


William menatap tidak suka ke arah Kenan dan Citra, "Karena Ayah tidak ingin putri Ayah di sakiti oleh orang lain, meskipun mereka suami mu atau mertuamu." Kata William tak kalah tegas.


"Apa kamu pikir Ayah dan Mama tidak tahu bagaimana perlakuan apa yang kamu dapatkan, huh! Apa dengan diamnya kamu akan membuat perasaan kami menjadi tenang dan bahagia? Tidak Alice, sejak awal Ayah tidak pernah menyetujui pernikahan ini." Lanjut William dengan air mata yang menetes dari mata tuanya.


Elizabet hanya mampu menenangkan suaminya namun juga ikut menangis, bagaimanapun keputusan William juga mendapatkan dukungan darinya.


"Alice, sayang. Maafkan kami, kami melakukan semua ini karena kami tidak ingin putri yang kami nantikan lima tahun lamanya harus hidup sengsara dengan orang yang menemuimu saat sudah dewasa." Elizabet berkata dengan lembut seperti biasanya.


Alice menggeleng pelan, "Dengan cara merusak rumah tanggaku" Kata Alice pelan dengan suata bergetar.


Elizabet hanya mampu terdiam, William harus melindungi kedua wanita yang dia cintai agar tidak terluka.


"Benar! Dengan cara menghancurkan rumah tanggamu, kamu dapat melihat sendiri bagaimana Kenan bertungkah saat masa lalunya hadir kembali. Itu semua 100% bukan kesalahan kami, memang pria yang kamu anggap suami itu tidak mencintaimu." Jawab William dengan tegas.


"Aaaa....!"


...🐾🐾...


__ADS_1


__ADS_2