Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 93


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Tiga minggu kemudian.


Hubungan antara Kenan dan Alice semakin dingin dan menjauh. Seperti hari ini, Alice lebih bangun awal seperti biasanya dan berangkat ke perusahaan William juga lebih awal.


Alice selalu menghindari bertatapan dengan suaminya, jika boleh memilih. Alice ingin pindah kamar.


Namun, Alice urungkan. Jika dirinya pindah kamar maka akan susah mencari bukti perselingkuhan Kenan dan Selena. Bagaimanapun Alice harus memiliki bukti itu agar dapat menggugat ceria suaminya.


Kenan membuka matanya dengan malas karena mendengar langkah kaki Alice yang nampak sibuk berjalan ke sana ke mari.


Ken mendudukkan tubuhnya perlahan dengan menatap istrinya yang masih mendiamkan dirinya, helaan nafas terdengar begitu berat pagi ini.


Menelisik penampilan istrinya yang selalu cantik dan sexy di matanya, meskipun Alice mengenakan rok span di bawah lutut dan pakaian yang tidak begitu ketat.


Dengan mengambil kunci mobil dan tas jinjingnya, Alice berlalu begitu saja dari kamar utama. Meninggalkan Kenan begitu saja.


"Si*al, kenapa Ferdy belum mendapatkan apapun." Kenan mengacak rambutnya dengan frustasi.


Ken beranjak dari kasung king sizenya menutuskan mandi dan segera berangkat ke kantor, sudah seperti kebiasaan Kenan saat Alice memasak dirinya membersihkan kamar.

__ADS_1


Dengan langkah lebarnya Ken berjalan menuju kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti sejenak dan menendang sofa yang cukup lebar dan tidak bersalah dengan kesal.


Ken tahu, sejak kejadian terakir Alice selalu pindah tidur di sofa kamar mereka dan akan bangun subuh hari seperti biasa mendahului Kenan.


Bukan Ken tega melihat sang istri tidur di sofa, namun Kenan harus menyelesaikan sesuatu terlebih dahulu barulah meminta pengampunan kepada sang istri.


Tidak membutuhkan waktu lama Ken melakukan aktivitas mandinya pagi ini, berjalan ke arah walk in closed dan terbitlah senyum tipis. Jika biasanya Alice menyiapkan pakaian di atas kasur kini di atas meja tengah di dalam walk in closed.


"Maaf sayang, aku harus memastikan sesuatu terlebih dahulu." Ucap Ken pelan.


Mendengar suara langkah kaki yang menuruni tangga bersamaan pula dengan aktivitas Alice yang sudah menyelesaikan sarapannya, Alice pagi ini ingin makan nasi uduk sehingga harus menunggu agar maid membelikannya.


Ken harus menghela nafas panjang lagi melihat Alice menghindari dirinya, Ken menatap punggung Alice hingga tubuh ramping itu masuk ke dalam mobil pribadi Alice.


Alis Ken menukik tajam, tidak biasanya Alice menyukai masakan yang asin dan gurih.


"Baiklah, tidak apa-apa. Tolong buatkan aku kopi." Jawab Ken yang berlaku dari hadapan maid.


"Baik, Tuan." maid segera berjalan ke dapur membuatkan majikannya secangkir kopi.


Kenan duduk dengan meletakkan tas kerjanya di bangku samping, membuka bungkusan nasi uduk yang di alasi piring.

__ADS_1


Bau harum menyeruak di penciuman Kenan dan membuat pria berbadan kekar itu langsung berlari dengan cepat ke arah wastafel.


Maid baru keluar dari dapur kotor, segera berali ke arah majikannya yang tengah muntah-muntah.


Huek ... Huek ...


"Tuan ... Tuan tidak apa-apa?" Tanya maid dengan wajah panik berdiri di sisi kiri Kenan.


"Buang." Ucap Ken dengan menggerakkan tangannya.


Maid memasang wajah bingung, apakah jam tangan milik majikannya yang di buang?


"Buang makan itu." Lanjut Ken dengan lemas.


Maid mengangguk dengan cepat dan berlari mengambil nasi uduk yang ada di meja makan, menyingkirkan nasi gurih itu ke belakang menjauh dari Kenan.


Sekali lagi Ken memuntahkan isi perutnya yang berisi angin, terlihat dahinya di penuhi keringat dingin dengan wajah yang pucat.


Maid kembali berlari terbirit-birit menghampiri majikannya, "Tuan, saya sudah telfon dokter." Ucapnya.


Ken hanya mengangguk lemas, berjalan gontai dan mendudukkan dirinya dengan kasar di kursi makan.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2