
Happy Reading 🌹🌹
Terdengar suara ketukan pintu, Ken segera meletakkan ponsel dan laptop yang tengah dia pangku. Beranjak dari duduknya berjalan membuka pintu kamar.
Terlihat wanita paruh baya yang telah melahirkannya ke dunia dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman yang jelas adalah untuknya.
"Boleh Mama masuk Ken?" Tanya Citra lembut.
Ken membuka pintu kamarnya dengan lebar agar Citra mudah masuk dengan nampan yang ada di tangannya, "Masuklah Ma." Jawab Kenan.
"Terima kasih, sayang." Kata Citra dengan mengulas senyum untuk Kenan.
Ken hanya mengangguk dan menutup kembali pintu kamar miliknya, terlihat Citra meletakkan nampan di atas meja yang berada di samping sofa.
"Ken bisa makan sendiri." Ken berkata sebelum Citra menyuapinya lagi.
"Baiklah, ayo makanlah dan minum obatmu." Jawab Citra pelan.
Ken duduk dan menerima piring yang di sodorkan oleh Citra dan makan dalam diam, Ken merasa biasa saja jikapun tidak ada percakapan di antara keduanya.
Citra hanya menatap lembut dan tidak terasa jika putranya yang dulu kecil kini telah dewasa, namun rasa benci muncul mengingat siapa istri Kenan. Wanita yang rela menggadaikan kehidupannya hanya untuk uang.
"Ada apa melihat Ken seperti itu?" Tanya Ken kepada Citra.
"Tidak ada, makanlah dulu Mama ingin berbicara denganmu." Jawab Citra jujur.
Ken meletakkan sendok dan garpunya meletakkan piring di nakas yang tidak jauh darinya, "Jangan membahas Alice dan Kenan Ma. Ken sudah memutuskan untuk memulai semuanya dari awal dengan Alice dan menerima Alice sebagai istri Kenan." Kata Ken dengan tegas tanpa basa-basi.
"Tidak Ken! Mama tidak akan pernah merestui kalian, Mama ingin menantu bukan Alice." Jawab Citra yang masih kekeh dengan pendiriannya.
"Tanpa restu Mama, Ken dan Alice sudah resmi menjadi suami istri Ma." Kata Ken sesuai realita.
"Kamu bisa menceraikannya Ken, Mama yakin Alice bukan wanita baik-baik. Dia hanya mengincar harta Wijaya untuk keluarganya." Ucap Citra yang menghasut Ken kembali dengan sudut pandang dari Citra.
"Ken yakin, Alice bukan wanita seperti itu Mama. Jika dia memang hanya menginginkan harta keluarga Wijaya pasti sudah sejak kemarin dia menuntut sejumlah uang agar Ken melepaskannya." Kata Ken yang mulai bersitegang dengan Citra.
__ADS_1
"Lihat! Kamu baru berapa hari memutuskan untuk serius dengan Alice namun sudah berani melawan Mama. Dia benar-benar pengaruh buruk untukmu Kenan Wijayakusuma!" Sentak Citra dengan mata berkaca-kaca menatap Kenan.
Ken menghela nafasnya kasar, memijat pelipisnya yang mulai pusing dengan segala ucapan Citra.
"Apa keinginan Mama sebenarnya?" Tanya Ken yang mulai menurunkan nadanya.
"Berkencanlah dengan Mourin." Jawab Citra to the point.
Ken mendengar ucapan Citra lantas langsung berdiri dari duduknya, "Apa! Jangan mengada-ngada Ma. Ken sudah memiliki istri tidak mungkin berkencan dengan wanita lain." Seru Kenan dengan wajah yang mengeras.
Ken tidak habis pikir denga permintaan Mamanya, apakah sebenci itu Mamanya membenci Alice. Tidak mungkin Ken menerima permintaan Citra yang sangat gila itu.
"Ken! Mama hanya ingin kamu bersikap baik dengan Mourin, berikan Mourin kesempatan Kenan. Mourin wanita baik-baik seperti Selena, Mama tidak akan menghalangimu jika sampai Mourin tidak sebaik Selena." Citra berkata panjang lebar membawa nama Selena.
"Stop! Jangan pernah bandingkan Selena dengan wanita manapun Ma. Selena hanya Selena tidak ada yang lain." Kata Ken dengan tegas dan sorot mata tajam.
Citra dalam hati tersenyum senang, ternyata Kenan belum sepenuhnya melupakan Selena.
"Baik, Mama minta maaf telah membandingkan Selena dengan Mourin, satu kali saja Ken ikuti permintaan Mama. Mama tidak pernah meminta apapun padamu." Citra berkata dengan wajah memohon kepada Kenan.
"Ken akan menemui Mourin bersama Alice." Jawab Ken tanpa melihat wajah Citra.
"Mah...."
"Tidak ya tidak Kenan. Mama hanya ingin kamu dan Mourin saja, biarkan Alice di rumah. Mama tidak akan mengusikmu dan Alice lagi jika memang kamu tidak dapat mencintai Mourin." Citra berkata dengan tegas dan langsung melenggang pergi meninggalkan Ken seorang diri di dalam kamar.
Ken mengguyar rambutnya ke belakang, dirinya sangat dilema. Di satu sisi dia ingin perjalanan rumah tangganya lancar tanpa hambatan, lain sisi juga tidak ingin membuat Alice kecewa.
"Ya Tuhan! Bagaimana aku akan mengatakannya kepada Alice, Alice sudah berkata agar aku tidak berdekatan dengan wanita lain." Ucap Ken frustasi mengingat ucapan Alice di telfon tadi.
Ken menjatuhkan bobot tubuhnya di atas kasur berukuran king size, menatap langit-langit kamar dengan pikiran dan hati yang tengah berkecamuk.
"Hah, Alice pasti mengerti, Aku akan menjelaskan setelah memenuhi permintaan Mama." Gumam Ken dengan seujung keyakinan tipis.
*
__ADS_1
*
*
Citra berjalan cepat menuruni tangga dengan sesekali menoleh ke belakang melihat apakah Ken menyusulnya, merasa keadaan aman segera Citra menghubungi Mourin.
"Halo, Mourin cantik." Ucap Citra lembut.
"Halo, Tante. Bagaimana?" Tanya Mourin tidak sabar.
"Tenang saja Mourin, Tante sudah mengatakannya kepada Kenan. Besok kamu bersiaplah dandan yang cantik." Kata Citra dengan menggebu.
Mourin yang tengah tiduran di pangkuan Mira langsung mendudukkan dirinya dengan cepat, "Benarkah tante? Yes! Mourin tidak akan mengecewakan Tante." Ucap Morin dengan riang di sebrang telfon.
"Harus Mourin, hanya ini kesempatan yang kamu dapatkan. Tante tidak akan bisa membantumu lagi karena Tante sudah berjanji kepada Kenan tidak akan menghalanginya dengan Alice jika tidak jatuh hati kepadamu." Jelas Citra jujur.
Mourin hanya menyunggingkan senyum miring, dalam otak kecilnya sudah tersusun sejuta rencana jahat. "Tenang saja Tante, Ken pasti akan bersama Mourin dan menyingkirkan Alice." Kata Mourin dengan yakin.
"Semoga saja, Tante sangat mengharapkannya Mourin." Ucap Citra.
"Baiklan Tante, Mourin akan mereservasi restoran mewah dan romantis untuk bertemu Kenan besok malam."
"Ya, Mourin."
Citra menutup sabungan telfon dengan senyum melengkung sempurna, "Hah, akhirnya akan dapat menyingkirkan wanita mura*han itu, Ken dan Mourin sangat cocok menjadi pasangan." Gumam Citra dalam hati.
Sedangkan kegirangan Mourin membuat Mira menjadi bertanya-tanya, "Ada apa Mourin?" Tanya Mira memegang pundak Mourin.
"Ma, Tante Citra sudah berhasil membujuk Kenan. Besok malam Ken dan Mourin akan makan malam." Jelas Mourin kepada Mira.
"Benarkah? Wah, selamat sayang. Kita harus memanfaatkan moment ini." Kata Mira yang tidak kalah liciknya dengan Mourin.
"Benar Ma, Mourin pastikan malam besok Ken akan jatuh ke dalam pelukan Mourin." Ucap Mourin dengan senyum miring menatap televisi.
"Kamu harus berdandan cantik dan sexy sayang, ayo kita ke salon dan berbelanja." Ajak Mira yang sudah tidak sabar menanti semuanya.
__ADS_1
"Ayo Ma, Mourin harus sempurna untuk besok malam." Jawab Mourin.
Mira dan Mourin beranjak dari duduknya dan mulai bersiap pergi ke salon juga berbelanja, Mourin tidak lupa mereservasi tempat untuk makan malam besok bersama Kenan.