Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 89


__ADS_3

Happy Reading


Dalam apartemen terlihat wanita yang tengah bersiap untuk pergi ke suatu tempat, mengenakan rok span si atas lutut dan bakaian tanpa lengan bahkan bagian bawah pakain dapat menunjukkan pusarnya.


Terlihat wanita itu memoleskan lipstik berwarna merah yang di akhiri dengan mengenakan anting berbentu bulat yang lebar, "Perfect." Ucapnya dengan tersenyum


Tak


Tak


Tak


Langkah kakinya yang mengenakan sepatu high hells menggema di seluruh ruang tengah, dengan membawa tas jinjing mewah dirinya berjalan keluar dari apartemen pemberian Kenan. Selena segera turun menuju basement karena taxi yang dia hubungi telah sampai.


Tidak membutuhkan waktu lama, Selena telah sampai. Pinggulnya ke kanan dan ke kiri membuat pria manapun menatap lapar ke arahnya, kulit yang putih dan pinggang ramping menambah kecantikan Selena.


"Ke perusahaan Wijaya." Ucap Selena yang begitu duduk di kursi taxi.


Segera taxi berwarna biru itu bergerak meninggalkan basement gedung apartemen mewah, ya. Mengingat Ken yang dulu sangat menggilai Selena, tidak pikir panjang pria itu membelikan satu unit apartemen mewah di lingkungan apartemen dari kalangan pengusaha dan juga artis ternama.


Hanya membutuhkan waktu lima belas menit, taxi berwarna biru itu berhenti di salah satu perusahaan pencakar langit. Perusahaan terkenal di negaranya, segera Selena keluar dari dalam taxi dan berjalan masuk ke perusahaan. Seperti biasa tanpa menemui resepsionis segera Selena berjalan ke lift dan menuju ruangan kekasihnya.


Seorang pria yang tengah serius bekerja di kagetkan dengan pintu yang terbuka dengan cukup kasar, terlihat Selena masuk ke dalam ruangannya dengan tersenyum manis.


"Selena." Ucap Ken pelan


"Hay, Ken." Sapa Selena dengan ramah


"Ada perlu apa?" Tanya Ken yang masih duduk di kursi kebesarannya.


"Ken, ada yang ingin aku katakan kepadamu." Ucap Selena pelan.


"Aku juga, duduklah di sofa dulu." Kata Ken dengan wajah datar.


Selena menaikkan sebelah alisnya, penasaran apa yang ingin di sampaikan oleh kekasihnya itu. Ya, Selena menganggap jika Kenan adalah kekasihnya meskipun pria itu tidak mengatakan apapun hanya melakukan hal baik kepada Selena.


Ken berdiri dari kursi kebesarannya berjalan menuju sofa, menjatuhkan bobotnya di hadapan Selena dengan di batasi oleh meja saja.

__ADS_1


"Ken, kamu ingin mengatakan apa?" Tanya Selena tidak sabar.


"Kamu dulu." Ucap Ken.


"Kamu dulu Ken, aku bisa menunggu." Kata Selena halus.


Ken menghembuskan nafasnya pelan, "Sel, apa kamu tidak ingin bekerja?" Tanya Ken pelan.


Selena menatap wajah Kenan dengan bingung, "Bekerja?" Beo Selena pelan.


"Iya, sudah cukup aku memberi bantuan kepadamu selama ini Sel. Aku tidak ingin menyakiti perasaan istriku, dia salah paham dengan hubungan kita. Bahkan istriku berbaik hati membiarkanmu tetap tiggal di apartemen namun dia memberikan tenggang waktu. Sebab itu, kamu harus mulai bangkit Sel dan menata kehidupanmu sendiri." Ucap Kenan panjang lebar menyampaikan tujuannya agar Selena tidak salahpaham dengan Alice.


"Apa istrimu begitu membenciku Ken, kamu tahu sendiri kondisiku Ken." Kata Selena yang sudah hampir menangis.


"Tolong jangan menangis Sel, aku hanya tidak ingin membuat istriku marah." Jawab Ken jujur.


Selena menunduk, mengigit bibirnya dengan geram karena Ken membela Alice dan mengusirnya secara halus. Mencengkram kedua tangannya dengan erat.


"Ba-baiklah Ken, aku akan mencari pekerjaan dan segera pindah dari apartemenmu." Ucap Selena dengan terbata.


Kenan menganggukkan kepalanya meskipun tidak tega dengan Selena namun melihat kemarahan sang istri lebih membuat Ken takut, apalagi Alice berani mengucapkan kata cerai kemarin. Ken akan mengikuti saran Citra, menjauhi Selena dan memperbaiki hubungannya dengan Alice.


"Ken ... a-aku takut, kemarin sore ada seseorang yang menerobos masuk ke dalam apartemen." Kata Selena dengan terbata mencengkram rok spannya.


Ken merasa kaget dengan penyampaian Selena, "Kamu tidak apa-apakan?" Tanya Ken dengan nada dan raut wajah khawatir.


Selena menggelengkan kepalanya pelan, "Aku tidak tahu Ken, aku tidak tahu setelah membuka pintu apartemen." Ucap Selena yang sudah berkaca-kaca.


Ken menghembuskan nafasnya panjang, meraup wajahnya dengan kasar. "Aku akan memberikan pengawal untuk berjaga di apartemenmu." Kata Ken.


"Ken ...." Selena menangis haru lebih tepatnya tersenyum licik dalam hati.


Selena berdiri dan menghampiri Kenan yang tengah duduk, memeluk tubuh kekar mantan kekasihnya. Ken yang mendapatkan perilaku mendadak dari Selena kaget. "Terima kasih, Ken." Ucap Selena lirih.


Tangan lembut Selena menangkup wajah mantan kekasihnya, perlahan jarak keduanya dekat bahkan hidung mereka sudah bersentuhan.


Cklek.

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka menampilkan sodok Alice yang berdiri mematung menatap Kenan dengan mata yang sudah mengembun dan menatap tajam ke pemandangan di depannya. Pria tampan itu terkejut dan segera melepaskan Selena sebab tak ingin membuat istrinya semakin salah paham.


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku bisa jelaskan semuanya!" Kenan segera menghampiri Alice namun wanita itu hanya memberikan rantang makanan yang ia tenteng sedari tadi.


"Aku hanya ingin bawa ini! Sepertinya kamu sedang sibuk reuni dengan mantan kekasih mu. Aku pulang dulu!" Alice segera berbalik pergi berlari meninggalkan Kenan yang panik. Pria tampan itu takut bila istrinya memikirkan


sesuatu yang tidak-tidak, mengingat kesalahpahaman di antara keduanya belum bisa di terima oleh Alice dengan lapang.


"Sayang!" Kenan ingin berlari mengejar istrinya, namun Selena lebih dulu memeluk erat tubuh Kenan dari belakang.


"Tolong aku, Kenan! Aku butuh kamu … a-aku tahu pasti orang jahat itu utasan ibu ku yang sedang mencari ku! Pasti wanita itu akan menyeretku untuk menjualku ke mucikari jika menemukanku Ken" ucap Seleha cepat membuat Kenan tersentak.


Pria tampan itu ingin mengejar istrinya, namun langsung di urungkan setelah mendengar ucapan Selena. Hati pria itu tercubit dan merasa sesak mendengar wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu mengalami penderitaan yang amat besar.


Segera saja dia merelakan Alice dengan cepat, padahal tadinya dia ingin mengejar istrinya itu menjelaskan semua yang terjadi, karena takut istrinya salah paham sehingga membuat pernikahan mereka rusak. Kenan mencintai Alice, terapi dia merasa gamang dan hati kecilnya bertanya apakah rasa cintanya pada Alice benar serius dan tulus atau hanya sekedar pelarian belaka sebab Selena dulu pergi meninggalkan nya tanpa kabar.


Hingga Alice datang di saat yang tepat mengisi kekosongan hati Kenan membuat pria tampan itu merasa sangat bersalah pada istri kecilnya. Dia metasa bingung saat ini.


Segera Kenan berbalik, tangan kanannya mencengkram lembut bahu Selena, sedangkan yang kiri ia gunakan untuk menggenggam rantang makanan.


"Bagaimana bisa ibu mu melamukab hal hina itu? Tidak mungkin dia tega menjual anaknya sendiri ke muncikari?" Kenan menatap tak percaya Selena membuat wanita itu menangis sesenggukan.


"Kamu tidak percaya padaku? Kamu kira aku bohong? Tega kamu, Ken … ternyata kamu sama saja dengan yang lain, bukan malah membantu malah meragukan pengaduan ku!" Selena menatap kecewa Kenan meneteskan air matanya sedari tadi membuat pria tampan itu merasa bersalah, sungguh saat ini dia merasa sangat bingung.


Entah mengapa dia merasa ragu dengan ucapan Selena, namun wajah wanita cantik itu tidak sedang berbohong. Kenan menghela nafas berat, dia merasa bersalah pada Selena.


"Baiklah kalau gitu, sekarang lebih baik kita duduk dan makan siang. Setelahnya kamu bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padamu!" ujar Kenan mengajak mantan kekasihnya itu duduk di dalam ruangan nya.


Ptia tampan itu membuka rantang makanan yang di bawakan oleh istrinya. Dia merasa bersalah karena seharunya yang makan siang bersama nya adalah Alice, namun harus berganti dengan Selena sebab wanita itu datang secara tiba-tiba. Selena menunjukkan kelemahan nya sebagai korban membuat Kenan merasa iba dan percaya pada wanita itu.


Mungkin masih ada benih-benih cinta di dalam hati Kenan untuk mantan kekasihnya itu. Entahlah, hanya Kenan dan Tuhan yang tahu siapa yang sebenarnya bertahta dalam hatinya.


"Makanlah, ini masakan Alice istriku! Rasanya benar-benar enak!" Kenan memuji istrinya di hadapan Selena membuat wanita cantik itu merasa panas hatinya. Dia merasa sangat kesal sebab Kenan memuji wanita lain di hadapannya.


Apakah Kenan tak menganggap nya ada? Mengapa dia tega melakukan hal itu atau dia tidak lagi memiliki rasa pada Selena? Batin wanita cantik itu berbicara pelan.


"Tumben kamu mau makan masakan rumahan? Dulu kamu sangat suka makan makanan restoran bintang 5!" ujar Selena pelan membuat Kenan tersenyum tanpa sadar.

__ADS_1


"Masakan Istri ku sangat enak dan aku menyukai nya! Lalu untuk apa aku harus membuang uang ku untuk membeli makanan restoran?" Bukan menjawab, Kenan malah bertanya membuat Selena merasa sangat panas.Dia merasa kesal sebab Kenan tak henti-hentinya memuji Alice.


__ADS_2