Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Murkanya Kalevi


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Pagi datang cahaya matahari merambat masuk perlahan ke dalam sebuah ruangan dengan gorden setipis tisu. Di atas lantai menggeliat karena terkena cahaya.


Dia adalah Kenan, setelah kejadian semalam yang hanya menyediakan satu pakaian untuk Alice membuat Alice tidak ingin tidur satu ranjang dengannya. "Euhh! kenapa cepat sekali paginya." Gerutu Ken dengan mata terpejam sedangkan tubuhnya membelakangi sinar matahari.


Baik Kenan maupun Alice tidak ada yang bergerak dari tempat tidur mereka masing-masing, Alice semakin terlelap di atas kasurnya dengan mengeratkan selimut tebalnya.


Kedua insan terlihat lelah karena sampai di pulau Bali hampir tengah malam dan menyelesaikan aktivitas olahraga hampir pagi hari.


Berbeda dengan Kenan maupun Alice yang masih mengarungi mimpi, di mansion Wijaya sudah berkumpul Kakek Wijaya dan kedua orang tua Kenan.


Terlihat Kalevi menatap arlojinya dengan wajah heran, "Kenapa Kenan dan Alice belum turun?" Tanya Kalevi pada semua orang yang ada di meja makan.


"Ayah tidak tahu, Ayah baru pulang jam satu malam dan langsung tidur." Jawab Kakek Wijaya jujur.


Kalevi dan Kakek Wijaya menatap ke arah Citra yang tengah asik bermain ponselnya, merasa di perhatikan membuat Citra menaruh ponsel miliknya.


"Citra juga tidak tahu, semalam mereka pergi dan tidak mengatakan apapun kepada Mama." Jawab Citra jujur juga.


Kalevi sedikit menyincingkan kedua matanya menatap istrinya, "Apa Mama membuat masalah dengan Kenan?" Tanya Kalevi penuh selidik.


"Ti-tidak, Mama hanya pergi arisan saja kemarin dengan Ken. Jangan menuduh Mama sembarangan." Jawab Citra menutupi kejadian.


Kakek Wijaya mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Ferdy, "Dimana Kenan dan Alice?" Tanya Kakek Wijaya dengan suara tegas.


Ferdy yang tengah dalam perjalanan ke kantor menepikan mobilnya dan menjawab apa yang di tanyakan oleh Kakek Wijaya kepadanya.


Terlihat Kakek Wijaya tersenyum cerah dan bahagia karena mengetahui jika Kenan berinisiatif mengajak Alice berbulan madu.


"Handel perusahaan sampai Kenan pulang." Ucap Kakek Wijaya dengan tegas.


"Baik Tuan." Jawab Ferdy.


Kalevi dan Citra menatap wajah Kakek Wijaya dengan penuh tanda tanya, sampai Kakek Wijaya meletakkan ponselnya.


"Ada apa ayah, Kenan kenapa? Cecar Citra.


"Hahaha, sebentar lagi aku akan memiliki cicit!" Seru Kakek Wijaya dengan penuh semangat.


Deg


Jantung Citra terasa terhenti, cicit? berarti dia akan menjadi nenek memiliki cucu. "Tidak! keturunan dari Kenan harus dari wanita yang baik-baik bukan dari wanita mura*han seperti Alice." Seru Citra di dalam hatinya.


Berbanding terbalik dengan Citra, Kalevi justru sangat bahagia karena dirinya akan memiliki cucu hingga dapat memamerkannya di hadapan teman-teman kerja juga alumni sekolahnya.

__ADS_1


"Benarkah Ayah! Berarti Kenan dan Alice tengah pergi berbulan madu?" Tanya Kalevi.


"Benar." Jawab Kakek Wijaya.


"Kita akan memiliki cucu, Ma." Seru Kalevi yang menghadap ke arah Citra.


Bukan wajah bahagia melainkan wajah yang tengah memendam amarah di dapati Kalevi, hingga bunyi ponsel Kalevi berdering terlihat rekan kerjanya tengah menelfon. Segera Kalevi mengangkat telfon dan menjauh dari meja makan.


Seperginya Kalevi, Kakek Wijaya menatap menantunya dengan wajah serius.


"Citra, jika kamu tidak menyukai Alice tidak masalah. Namun, jangan pernah mencoba mencelakainya atau memisahkannya dari Kenan. Sudah cukup kamu mengatur Kenan selama ini hingga membuat Ken terperangkap dengan masa lalunya." Ucap Kakek Wijaya tegas.


"Aku adalah Ibunya, jadi sudah hakku mengatur Kenan. Ayah lebih baik tidak perlu ikut campur dengan caraku memilih istri untuk Kenan." Jawab Citra yang tersulut emosi semakin besar.


"Jangan sampai kamu menyesali perbuatanmu Citra, Ayah sudah memperingatkanmu. Penyesalan selalu di akhir bukan di awal." Ucap Kakek Wijaya dengan serius.


Citra hanya berdecih saja, "Apa yang aku sesalkan jika mereka berpisah." Ucap Citra pelan namun masih di dengar oleh Kakek Wijaya.


"Banyak hal Citra, semua akan kamu sesali jika sampai mengetahi kenyataannya." Kata Kakek Wijaya.


Citra mendengus kesal dan dengan kasar bangun dari kursi, belum juga Citra melangkah jauh dari tempatnya Kalevi sudah lebih dulu mendekal hingga membuat Citra berputar menghadap ke Kalevi. Terlihat wajah Kalevi merah padam menahan amarah.


Tanpa mengatakan apapun, Kalevi merebut ponsel Citra dengan paksa.


Kalevi tidak menggubrisnya dan mencoba membuka ponsel Citra namun gagal karena ponsel Citra di lindungi kata sandi.


"Buka." Ucap Kalevi dingin dengan menyodorkan ponsel di depan Citra.


"Sa....."


"CEPAT BUKA!" Teriak Kalevi menggelegar.


Citra kaget dengan spontan menutup kedua mata dan telinganya, dengan tangan gemetar Citra menekan kata sandi ponsel miliknya hingga terbuka.


Kalevi segera mengobrak abrik isi pesan milik Citra, terlihat wajah yang kaget karena kedua mata Kalevi sedikit membesar. Di ceknya riwayat panggilan.


Terdengar suara benda jatuh sangat keras dan di iringi teriakan seorang wanita, Kalevi membanting ponsel Citra sekuat tenaga di atas lantai hingga membuat Citra terpekik karena kaget.


Kartu ponsel milik Citra juga tidak raib dari kemarahan Kalevi, di ambilnya card ponsel tersebut dan langsung di patahkan menjadi beberapa bagian di depan mata Citra sendiri.


"Kalevi!, apa kamu gila." Teriak Citra pada suaminya.


"Kamu yang gila Citra! Bagaimana bisa seorang Ibu berbuat keji seperti itu, kamu ini mertua paling jahat yang pernah aku ketahui.  Alice itu istri sah Kenan, bagaimana bisa kamu merencanakan kencan Ken dengan wanita lain, hah! Apa kamu gila!" Teriak Kalevi yang lebih menggelegar dari sebelumnya.


Citra terlihat shock apakah Kalevi sudah mengetahui berita online itu, padahal Citra sudah menyuruh bagian IT perusahaan Wijaya untuk meng take down berita-berita online yang beredar.

__ADS_1


Citra menoleh ke arah Kakek Wijaya dengan tatapan marah dan benci, "Ayah yang melarang mereka." Ucap Kakek Wijaya dengan tenang.


"Kamu harusnya berfikir sebelum bertindak Citra! Bagaimana jika kamu di posisi Alice, menemukanku tengah berkencan dengan wanita lain. Apa itu yang kamu mau!" Sentak Kalevi.


Citra menggeleng dengan cepat, "Tidak sayang." Ucapnya yang sudah hampir menangis.


"Ayo ikut aku!"


Kalevi menyeret Citra menjauh dari meja makan menuju kamar tamu, "Renungkan tindakan gegabahmu." Ucap Kalevi sebelum mengunci pintu kamar dari luar.


Citra berjalan mundur beberapa langkah akibat dorongan Kalevi yang cukup kuat, "Sayang! Aku minta maaf!" Seru Citra yang menggedor pintu dari dalam.


Kalevi menatap pintu kamar tamu dengan wajah sedih dan kecewa, kenapa istrinya berubah. Itulah yang ada di benak Kalevi.


"Larang siapapun membukanya kecuali aku." Ucap Kalevi dingin kepada seorang maid.


"Baik Tuan." jawab maid sopan.


Kalevii berjalan meninggalkan lokasi, meskipun masih terdengar teriakan Citra namun Kalevi tetap dalam pendiriannya. Kakek Wijaya yang melihat Kalevi berjalan mendekat hanya memandang dalam diam.


Hingga Kalevi menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi makan terdengar helaan nafas yang kasar.


"Sabarlah.' Ucap Kakek Wijaya.


"Cira sudah sangat keterlaluan, Ayah." Ucap Kalevi pelan.


"Istrimu sedang memberontak, ini juga salah Ayah karena tiba-tiba menikahkan Alice dengan Kenan. Mungkin Citra sudah memiliki menantu pilihannya sendiri saat itu." Jawab Kakek Wijaya lebut.


"Apa Kalevi harus membawa Citra pergi jauh dari kehidupan rumah tangga Kenan?" Tanya Kalevi dengan memandang wajah Kakek Wijaya serius.


"Jangan, itu hanya akan menambah kebencian Citra kepada Alice. Untuk saat ini kita ikut memantau saja." Kata Kakek Wijaya.


"Tapi... bagaimana bisa Citra berbuat hal memalukan seperti itu." Ucap Kalevi frustasi dan sedih.


"Hemm, Ayah sudah tahu. Mungkin Mourin akan membalas perbuatan Alice ataupun Kenan," Kata Kakek Wijaya dengan serius.


"Ayah sudah tahu berita itu?" Tanya Kalevi kaget.


"Hemm, Citra menelfon bagian IT perusahaan dan kepala IT melaporkan kepada Ayah, Ayah melarang mereka untuk mentake down berita online itu, justru bagus jika semua orang tahu bagaimana hebatnya cucu menantuku. Sehingga, wanita lain yang akan menggoda Ken akan berfikir dua kali." Jelas Kakek Kalevi panjang lebar.


...🐾🐾...


...Autor membawakan rekomendasi novel yang bagus untuk kalian 🌹...


__ADS_1


__ADS_2