
Happy Reading 🌹🌹
Alice melempar banyak foto di depan Kenan, puluhan foto itu mengenai dada bidangnya. Wajah Kenan menunduk namun kedua matanya membuka lebar bahkan ingin keluar dari tempatnya.
Nampak foto dirinya bersama Selena, foto di dalam mobil saat dia di cium, foto ciuman di dalam ruangannya yang kemudian dia tersadar karena melkhat bayangan Alice tersenyum, foto saat dirinya makan siang, foto Ken mengantarkan Selena di apartemen dan masih banyak lagi.
"Kamu memata mataiku selama ini?" Tanya Ken dingin dengan sorot mata tajam.
"Apa kamu pikir, aku orang yang peduli dengan kegiatan menjijikkanmu itu." Jawan Alice sarkas.
"ALICE!"
Ken mendorong Alice hingga membentur tembok, kini jarak keduanya tidak jauh. Kedua tangan Ken mengurun Alice dalam kungkungannya.
"APA!!"
Alice dengan lantang menjawab ucapan Ken dengan oktaf yang sama. Kedua mata Ken menelisik wajah cantik sang istri, memang Ken akui dirinya salah namun Alice juga salah karena sudah berani kurang ajar dengannya.
Ken menundukkan kepalanya dengan membuang nafasnya kasar, "Aku akan tanya sekali lagi, apa kamu memata-mataiku?" Tanya Ken lembut namun tegas.
Alice tersenyum miring, "Apa selama kita hidup dalam satu atap kamu tidak mengenalku? Bahkan di saat kamu pergi dengan wanita ja*lang itu, aku tidak memperdulikannya." Jawab Alice tenang namun tajam.
Ken mengepalkan tanganya yang berada di tembok dengan erat, "Selena bukan ja*lang, Alice. " Ucap Ken dengan wajah yang sudah mengeras.
__ADS_1
"Lalu apa sebutan yang cocok untuknya? Ah, aku tahu wanita muraha*n begitu lebih halus bukan." Ucap Alice dengan tersenyim getir menahan pilu di hatinya.
"Hentikan! Selena wanita yang baik-baik, bukan wanita seperti yang kamu tuduhkan!" Ucap Ken penuh penekanan.
"Jika bukan seperti wanita yang aku tuduhkan, dia tidak mungkin dengan suka rela mengangkang di bawahmu Kenan Wijayakusuma." Kata Alice dengan tegas dan mendorong Kenan hingga mundur beberapa langkah.
"Apa makhsud ucapanmu, aku tidak serendah itu Alice. Aku tidak perbah melakukan hubungan badan dengan wanita manapun selain dirimu!" Ucap Ken dengan tegas penuh amarah.
Langkah Alice yang ingin keluar kamar terhenti, tanpa menoleh ke arah Kenan dirinya kembali berkata, "Pikirkan baik-baik tindakanmu Ken, aku bisa menghancurkan kalian berdua terlebih dirimu. Entah kamu meniduri wanita itu atau tidak, itu bukan urusanku." Ucap Alice yang kemudian benar-benar berlalu dari kamar luas tersebut.
Ken masih pada posisinya, pikiran dan hatinya berkecamuk terlebih Ken sangat takut jika sampai Alice menceraikannya.
Kenapa Ken di putar hingga pandangannya tertuju pada lembaran foto yang berserakan, "Aku harus tahu asal foto ini, benar Alice tidak akan pernah mau melakukan hal konyol menurutnya." Gumam Ken dalam hati.
Ken dengan cepat membuka ponselnya yang sudah retak, mencari kontak yang selalu dia hubungi jika ada masalah.
"Apa terjadi masalah di perusahaan?" Tanya sang Kakek.
"Bukan, i-ini tentang Alice." Jawab Ken terbata.
"Kenapa dengan Alice, apa kamu menyakitinya? Akan aku gantung dirimu jika sampai menyakiti Alice Ken." Ucap Kakek yang membuat Ken spontan memegang lehernya.
"Ti-Bukan Kek, Ken merasa ada yang mengikuti aktivitas kami selama ini." Jawab Ken beralibi.
__ADS_1
"Datang ke mansion."
Panggilan tersebut langsung di matikan begitu saja oleh Kakek Wijaya, membuat Ken merasa lega karena bantuan sang Kakek dirinya akan mendapatkan orang tersebut.
"Sepertinya ada orang lain dalam permainan ini, Ferdy. Selidiki dengan cepat." Ucap Kakek Wijaya yang saat ini tengah bersama Ferdy di mansion.
"Baik, Tuan." Jawab Ferdy.
Ferdy undur diri dari hadapan Kakek Wijaya, segera menelfon para IT dan juga anak buah yang berada di lapangan.
"Apa ada sesuatu selama kalian mengikuti, Tuan Kenan?" Tanya Ferdy cepat.
"Tidak Tuan." Jawab mereka jujur.
"Bodo*h! Kalian kecolongan! Ada orang lain yang memata-matainya juga." Sentak Ferdy di sebrang telfon hingga membuat urat di lwhernya menonjol.
"Ma-maaf Tuan, kami akan lebih awas lagi." Jawah mereka takut.
"Laporka semuanya kepadaku setiap tiga piluh menit." Tegas Ferdy.
"Baik."
Ferdy memasukkan ponsel di dalam saku celananya dan melonggarkan dasinya dengan kasar, permasalahan rumah tangga Ken belum nampak ujungnya seperti apa.
__ADS_1
"Breng*sek, siapa yang berada di belakang Selena. Aku yakin ada orang yang membantu wanita siluman itu bisa keluar dari negara luar." Ucap Ferdy lirih dengan wajah yang serius.
...🐾🐾...