
Happy Reading 🌹🌹
Alice terlihat kaget melihat Kenan datang bersama seorang pegawai dengan membawa banyak makana di tangan mereka, segera Ken meletakkan makanan cepat saji di meja bersama dengan pegawai tersebut.
Pegawai berlalu setelah selesai membantu pembelinya.
"Mas, kenapa banyak sekali?" Tanya Alice sedikit tercengang.
"Mas lapar, jadi tidak masalah." Jawab Ken berbohong.
Alice menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih melongo tidak percaya, Ken segera duduk dan mulai mengambil satu persatu makanan cepat saji yang ada di hadapannya dan di ikuti oleh Alice.
Sesekali, Ken menolehkan kepalanya ke penjuru bandara untuk memastikan jika dirinya hanya berhalusinasi. Alice mengunyah makanan dengan menatap lekat sang suami.
"Mas mencari siapa?" Tanya Alice pelan.
Ken memutar kepalanya ke arah Alice, "Tidak! Mas hanya lihat-lihat saja." Ucap Ken yang sedikit meninggikan suaranya.
"Mas mau ayam gorengnya?" Tanya Alice kepada sang suami.
"Boleh...aaa...." Ken membuka mulutnya lebar menandakan jika ingin di suapi oleh Alice.
Alice terkekeh geli dan menyuapkan ayam goreng ke dalam mulut Kenan, Ken menguyah dengan tersenyum lembut ke arah Alie. "Dia sudah bahagia Ken, mungkin kamu berhalusinasi." Gumam Ken yang tetap tersenyum ke arah Alice namun dalam hati terus meyakinkan dirinya jika salah silah.
Seorang wanita yang duduk cukup jauh dari Alice dan Ken hanya mampu memandang dari kejauhan dengan mengenakan kacamata hitam, "Seharusnya yang berada di sana itu aku." Gumamnya dengan mencengkram erat koran yang tengah dia baca untuk menutupi keberadaannya.
__ADS_1
Alice dan Ken terlihat saling menyuapi satu sama lain hingga makanan mereka tanda tak tersisan, baik Ken dan Alice yang melihat meja mereka tertawa bersama.
Bagaimana rakusnya mereka berdua membuat keduanya menertawakan diri mereka sendiri, "Kamu rakus sekali, sayang." Ucap Ken dengan menyeka bibir Alice dengan tisu.
"Mas juga rakus, bagaimana bisa makanan sebanyak ini kita habiskan." Jawab Alice yang terlihat sangat bahagia.
"Apa kamu ingin sesuatu lagi sebelum kita pulang ke mansion?" Tanya Ken klembut.
Alice menggeleng pelan, "Tidak, Mas. Ayo kita pulang saja." Ajak Alice.
"Baiklah, ayo!" Ken bersiri dengan menyorodkan tangan kanan di depan istrinya.
Dengan senang hati Alice menerima uluran tangan suaminya, mereka keluar dengan bergandengan tangan dan membawa koper masing-masing. Sengana Ken tidak menghubungi orang rumah maupun Ferdy untuk menjemputnya Ken sudah memiliki rencana sendiri.
"Kita naik taxi saja ya, sayang." Ucap Ken yang menoleh ke arah Alice.
"Tidak." Jawab Ken singkat.
"Baiklah, Alice ikut Mas saja." Kata Alice lembut.
Ken tersenyum dan mengelus pucuk kepala Alice dengan lembut, merengkuh pundak Alice dengan erat dan berjalan mendekat ke arah Taxi bandara.
Sopir taxi membuka bagasi belakang dan menaikan dua koper berukuran besar milik Ken dan Alice, Ken membukakan pintu untuk istrinya barulah dirinya menyusul masuk. Taxi berwarna biru tersebut perlahan meninggalkan area bandara menuju alamat yang di tuju.
Seorang wanita menatap sedih mobil taxi yang perlahan menjauh dari pandangannya, setitik air mata turun hingga membasahi pipinya.
__ADS_1
"Ken." Ucapnya lirih.
Seorang sopir taxi yang lain mendekat ke arah wanita yang masih menatap mobil yang kini bahkan sudah tidak terlihat, "Nyonya, mau naik taxi saya?" Tawar sang sopir.
Wanita itu tersentak kaget dan dengan cepat menganggukkan kepala dan menyerahkan koper miliknya, segera sang sopir taxi membawa koper milik pelanggannya dan wanita dewasa yang terlihat anggun itu berjalan membuka pintu taxi bagian bangku belakang.
"Antar saya di alamat ini pak." Ucapnya.
"Baik."
Segera sopir taxi itu menjalankan mobilnya menuju alamat yang di berikan oleh penumpangnya, wanita itu membuang pandangannya ke luar jendela. Kedua matanya menatap sedih melihat pemandangan kota yang sudah sangat dia rindukan.
Dia adalah Selena Wibisono, salah satu anak konglomerat saat jamannya. Ayah adalah anggota DPR sedangkan Ibunya hanyalah ibu rumah tangga. Kehidupannya berubah saat sang ayah tersandung masalah pencucian uang hingga membuat sang ayah harus mendekam di penjara.
Selena dan sang Ibu yang berjuang sendiri tanpa sang Ayah tak mampu berbuat apapun, seluruh harta habis di sita oleh KPK dan di kembalikan kepada negara. Sang Ibu yang tidak kuat lari seorang diri meninggalkan Selena dan Ayahnya yang tidak kuat dengan tekanan masyarakat memilih mengakiri hidupnya di dalam sel penjara.
Tidak banyak yang mengetahui latar belakang Selena, karena Selena adalah gadis pemalu dan hanya dekat dengan seorang pria yaitu Kenan Wijayanto. Hubungan keduanya berjalan mulus namun karena ketamakan Selenan membuat dirinya harus berpisah dengan Kenan dan menyesali perbuatannya seumur hidup.
Mendengar Kenan menikah membuat hati Selena hancur, harapannya musnah untuk kembali bersama Kenan. Berkali-kali Selena mencoba menghubungi Kenan namun nomor maupun email tidak ada balasan, hingga Selena dapat berada di negaranya.
"Aku kembali Kenan, kita akan bersama. Kamu hanya untukku dan aku hanya untukmu." Ucap Selena dalam hati.
...🐾🐾...
__ADS_1