
Happy Reading 🌹🌹
Mobil yang di kendarai Kenan telah sampai di perusahaan Wijaya. Segera Ken keluar dari dalam mobil dan menyerahkan kunci kepada penjaga.
Dengan langkah lebar dan wajah datar, Ken berjalan masuk ke dalam perusahaa. Para karyawan yang melihat kedatangan Kenan segera memberikan salam dan hormat meski tidak ada respon dari atasan mereka.
Ken segera masuk ke dalam lift, tidak membutuhkan waktu lama Ken telah sampai di lantai yang di tuju. Segera Ken keluar dan berjalan ke ruangan Ferdy.
Tok
Tok
Tok
Pintu terbuka, terlihat Ferdy yang tengah menguap.Segera Ferdy menutup mulutnya karena melihat Kenan yang berada di depannya.
"Astaga, pulanglah tidur." Ucap Ken kepada Ferdy.
"Kapan kamu kembali?" Bukannya menjawab ucapan Ken malah melempar pertanyaan.
"Baru kemarin." Jawab Ken yang sudah masuk dan meletakkan satu kantong kresek di atas meja Ferdy.
Ferdy segera menutup pintu dan menyusul Kenan yang sudah duduk di kursi.
"Bubur untukmu, makanlah." Ucap Ken.
"Tumben kamu perhatian denganku, tapi terima kasih." Jawab Ferdy.
Ken hanya mengangguk dengan wajah serius, Ferdy segera membukan dan menyantap bubur ayam yang nampak mulai dingin.
"Ada apa Ken?" Tanya Ferdy.
"Aku seperti melihat Selena." Jawab Ken yang memandang jendela ruangan Ferdy.
Ucapan Ken membuat Ferdy menelan cepat bubur yang ada di dalam mulutnya, "Kau yakin?" Tanya Ferdy dengan wajah kaget.
"Entahlah, aku tidak tahu. Mungkin aku hanya salah lihat." Jawab Ken dengan menghela nafas.
"Ken...."
Ken memutar kepalanya ke arah Ferdy dengan wajah datarnya, "Apa?"
__ADS_1
"Jika Selena benar kembali, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Ferdy hati-hati.
Ken menatap kedua mata Ferdy dengan intens, dirinya juga bingung bagaimana akan bereaksi jika Selena kembali.
"Entahlah." Jawab Ken seadanya.
"Ken... aku harap kamu dan Alice bahagia." Ucap Ferdy pelan.
"Terima kasih, aku harap juga begitu." Kata Ken dengan bimbang.
"Apa kamu sudah mencintai Alice?" Tanya Ferdy lagi.
Ken mengambil berkas dan memukulkan ke kepala Ferdy pelan, "Habiskan sarapanmu, agar tidak terlalu kepo dengan urusan orang lain." Ucap Ken dengan tersenyum dan beranjak dari duduknya.
Baru saja Ken memegang knop pintu, langkahnya terhenti karena ucapan Ferdy.
"Ken... aku berkata sebagai sahabatmu. Mungkin kamu masih bingung dengan perasaanmu, namun aku yakin kamu sudah mencintai Alice. Aku harap, kamu dan Alice bahagia jangan sampai datangnya Selena membuatmu menyesal karena membuat Alice terluka. Asal kamu tahu, Alice sudah bertanya tentang masa lalumu kepadaku, meski aku tidak menjawabnya tapi suatu saat Alice akan tetap tahu entah dari aku maupun orang lain Kenan. Aku harap kamu tidak melakukan perbuatan yang akan kamu sesali di kemudian hari." Ferdy berkata dengan lembut dan tulus kepada Kenan, hingga Ken berjalan keluar dari ruangan Ferdy dengan sejuta pertanyaan dan pikiran yang berkecamuk.
Ferdy hanya menghela nafas pelan dan segera mengambil ponselnya menghubungi seseorang di sebrang sana.
"Dia kembali." Ucap Ferdy.
"Baik."
Ferdy segera menutup sambungan telfonnya, dan segera memerintahkan anak buah yang diam-diam di bentuk oleh Ferdy tanpa sepengetahuan Kenan.
Ferdy kembali menghubungi seseorang dengan wajah yang sangat serius, percakapan keduanya cukup alot mengingat Ferdy yang ingin melindungi pernikahan Ken dan Alice dari orang ketiga, entah itu Selena maupun yang lainnya.
"Maafkan aku Ken." Gumam Ferdy.
*
*
*
Seorang pria tampan tampak sedang sibuk memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di atas meja nya. Pesona nya semakin kuat saat bekerja membuat seorang wanita cantik yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan tersebut merasa terpana.
Kenan sedang asik bekerja pun menoleh ke arah pintu dan terkejut ketika melihat seorang wanita cantik bertubuh ramping berjalan mendekatinya. Wanita yang dulu pernah hadir dalam hidupnya lalu pergi meninggalkannya tanpa pamit.
"Selena," gumam pria tampan itu pelan dengan raut wajah terkejut. Tak menyangka wanita yang dulu ia cintai itu kembali hadir dalam hidupnya.
__ADS_1
Wanita yang dulu telah membuat hatinya terluka. Tersiksa menahan rindu seorang diri. Dia benar-benar merasa sangat gamang sekarang. Antara merasa senang karena bisa bertemu dengan wanita yang ia cintai dan marah karena wanita itu pernah menyakitinya.
Segera Kenan mengganti raut wajahnya menjadi datar. Dia berusaha mengendalikan emosi dan reaksi nya agar wanita itu tidak salah sangka,menyangka dirinya masih mencintainya. Walau sebenarnya memang.benar, masih tersisa rasa di dalam dada Kenan untuk Selena.
"Ken" Suara mendayu dari wanita yang Ken cari beberapa tahun belakangan ini.
"STOP! jangan mendekat." Ucap Ken dengan tegas dan wajah datar.
Raut wajah Selena muram dan sedih melihat Ken yang enggan untuk dia dekati, wajah itu. Wajah yang sangat Selena rindukan, keduanya kini hanya berjarak dua kaki ingin rasanya Selena menghambur ke pelukan Kenan.
"Ken, aku pulang." Ucap Selena dengan suara parau.
Ken berdiri dari kursi kebesarannya dan menatap tajam ke arah wanita yang telah meninggalkannya begitu saja, tanpa mengatakan apapun.
"Kamu masih punya muka untuk bertemu denganku, setelah apa yang kamu lakukan dulu. Huh!" Ucap Ken dengan perasaan marah.
"Maafkan aku Ken, aku dapat menjelaskan semuanya" Selena berhambur memeluk Ken menangis dalam pelukan pria tampan itu.
Ingin rasanya Ken menolak dan ingin marah, namun berubah menjadi khawatir dan sakit mendengar Selena menangis.
Ken membalas pelukan Selena. Dia mengusap nya dengan pelan berusaha menenangkan Selena. Wanita cantik itu menangis menumpahkan rasa sesak dalam hatinya.
"Hey, Selena. Apa yang terjadi? Kenapa kamu nangis? Apa sesuatu yang buruk terjadi?" tanya Ken khawatir membuat Selena tersenyum dalam hati.
"Aku takut, Ken! Hiks … aku takut," gumam Selena pelan di iringi Isak tangis membuat hati Ken terasa sakit.
"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja! Ceritakan padaku, apa ada yang bisa ku bantu?" Ken berusaha menepis segala emosi dan amarahnya karena Selena telah menorehkan luka padanya dulu.
Selena terisak dalam pelukan Ken, menyembunyikan wajah di dada bidang pria yang dulu selalu ada untuknya, menghirup aroma tubuh pria yang sangat Selena rindukan.
"Tolong aku, Ken." Adu Selena pada Kenan.
"Hey! Tenanglah ada aku, ceritakan semuanya padaku." Jawab Ken yang mengeratkan pelukannya kepada Selena.
Selena duduk di sofa dalam ruangan Kenan dengan sisa tangisannya namun bibirnya tersenyum, "Kenan, ternyata kamu masih sama seperti dulu. Tidak akan tega jika melihat aku menangis, tenang saja kita akan kembali bersama sayang." Gumam Selena dalam hati.
Ken tengah menelfon Alice di luar ruangannya, bukan takut jika Selena tahu jika dirinya sudah menikah melainkan Ken takut jika sampai Alice mendengar suara wanita di dalam ruangannya. Nampak wajah frustasi dan gusar pada Ken karena Alice bersikukuh ingin datang ke perusahaannya.
Terdengar helaan nafas panjang setelah mematikan sambungan telfonnya begitu saja kepada Alice, "Maafkan aku sayang, maafkan aku." Ucap Ken pelan yang memandang ponsel dengan walpapper foto honeymoon mereka di Bali tempo hari.
...🐾🐾...
__ADS_1