Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 84


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Angin berhembus lembut, menerpa wajah cantik berhidung mancung itu menggerakkan anak rambut dengan indah sang wanita dengan pelan.


Wajah wanita itu menengadah memandang matahari yang cukup terik, dengan mata menyipit karena panasnya terasa meski jarak antara matahari dan bumi jutaan mil.


Kristal bening lolos begitu saja dari sudut matanya, tidak ada isak tangis yang keluar dari bibir tipisnya namun baik mata dan hatinya tidak dapat membohongi sang pemilik raga.


Kenan memandang dengan tatapan sendu, dirinya memang bersalah bahkan sangat bersalah karena membantu Selena tanpa ijin sang istri.


Alice menundukkan kepalanya dengan memandangi bunga lily putih yang tengah memunculkan batang bunganya.


"Apa di saat kalian mekar, aku masih dapat melihat keindahan kalian." Ucap Alice pelan dengan senyum getirnya.


Kedua telingat Alice mendengar mesin mobil berbunyi, senyum yang awalnya samar menjadi jelas bahkan air matanya langsung lolos begitu saja dari kedua mata cantiknya.


"Hah, dia memilih menemui wanita itu." Ucap Alice dengan bibir bergetar.


Suara deru mobil tak terdengar, kedua pundak Alice terguncang dengan hebat bahkan kedua tangan yang menutup mulutnya tak sanggup meredam suara tangisnya.


"Hiks ... Ayah ... Ibu, jemput Alice." Ucap Alice dalam tangisnya dengan suara parau.


Maid kepercayaan Alice nampan memandang punggung majikannya dengan sedih, apakah benar majikannya Tuan Kenan telah berselingkuh.


Kurang apa istrinya, selain canti juga baik. Bahkan dengan para pekerja rumahnya saja tidak pernah menaikkan suaranya.


"Non." Panggilnya dengan lembut.


Alice melihat gadis yang memanggilnya, terlihat kedua mata sembab dan hidung berwarna merah Alice, bahkan wajah Alice sudah basah karena air mata yang terus keluar tanpa berkata apapun Alice menerima pelukan dari maid kepercayaannya.


"Sabar, Non. Saya tidak tahu masalah apa yang tengah Nona hadapi. Percayalah Non, akan ada pelangi setelah badai." Ucap maid tersebut dengan mengelus punggung Alice lembut.


Alice hanya menangis menumpahkan rasa sesak di dalam dadanya, maid tersebut juga tidak keberatan meski pakaiannya sampai basah karena air mata Alice.

__ADS_1


Kedua wanita dengan selisi usia setahun tersebut saling berpelukan, hanya suara burung berkicau yang menemani suara tangis Alice.


Ken menaiki mobil, melesat cepat menuju ke mansion bukan apartemen Selena yang tengah Alice pikirkan.


Ken tidak ingin bercerai dari Alice, dirinya harus mencari informasi siapa yang telah memata matainya selama ini dan membuat Alice menuduhnya berselingkuh bahkan menghabiskan peluh persama Selena.


"Tidak akan aku biarkan siapapun menghancurkan rumah tanggaku." Ucap Ken dengan amarah bergejolak.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Ken telah sampai di mansion Wijaya. Dengan serampangan Ken menghentikan dan memarkirkan mobilnya, dengan langkah lebar, tubuh tegap, dan jiga wajah datar nan dingin terlihat saat memasuki mansion Wijaya.


"Ka...."


"Ayah!"


Suara teriakan dari wanita paruh baya yang kaget melihat sang putra terpelanting kebelakang karena mendapatkan pukulan dari sang mertua.


Ken yang akan menyapa Kakek Wijaya secara tiba-tiba mendapatkan hadiah bogem mentah dari sang kakek.


Terlihat Ken terduduk di lantai dengan wajah kaget, bahkan sudut bibirnya terasa perih terlihat daras segar di sudut bibir Kenan.


"Kamu masih punya muka untuk pulang." Ucap Kakek Wijaya dengan nada dingin dan wajah bengisnya.


Kenan menatap bingung sang kakek, "Kek, apa maksud kakek?" Tanya Ken pelan dengan menahan perih di bibirnya.


Seorang pria dengan badan kekar, mengenakan celana dan pakaian serba hitam, wajah sangar dengan tatapan tajam memberikan lembaran ke tangan Kakek Wijaya.


Sekali lagi, Ken di hujani tumpukan foto. Foto berserakan di atas sepatu Kenan, Citra melebarkan kedua matanya kaget terlebih kaget dengan gambar yang dia pungut di atas lantai.


Dengan cepat, Citra melihat foto-foto Ken bersama Selena. Cita memutar kepalanya cepat menatap wajah Ken dengan pandangan yang sulit di atrikan, "Selena kembali?" Tanya Citra pelan kepada Kenan.


Ken hanya mengangguk sebagai jawaban, Citra semakin kaget di buatnya. Bagaimana bisa Selena semudah itu keluar dari negara itu, padahal Citra pernah berusaha membebaskannya namun selalu gagal oleh orang-orang yang entah utusan siapa.


"Apa maksudmu menayakan mata-mata yang mengamati aktivitasmu? Perselingkuhanmu dengan wanita itu." Ucap Kakek Wijaya dengan tajam.

__ADS_1


"Ken tidak selingkuh Kakek, ini salahpaham. Kenan hanya membantu Selena karena dia sudah tidak memiliki siapapun di sini." Jawab Ken menjelaskan kepada Kakek Wijaya.


"Apa kata orang jika bukan selingkuh Kenan! Kalian pergi makan siang, bahkan menafkahinya seperti dia istrimu, lalu melakukan hal menjijikkan apa lagi. Kamu sudah dewasa, kamu harusnya dapat berfikir dengan otakmu Ken." Ucap Kakek Wijaya dingin.


Ken termenung di tempatnya dengan kedua mata bergetar, Alice juga menuduhnya berselingkuh padahal tidak ada ikatan apapun dengan Selena.


"Segera usir wanita itu, atau kakek yang akan mengusirnya sendiri." Perintah Kakek Wijaya dengan tegas.


Ken melebarkan kedua matanya, kenapa ucapannya dengan Alice sama. Apa keduanya bekerjasama agar Ken membenci Selena.


"Tidak akan Kek! Selena akan tetap tinggal di apartemen." Tolak Ken dengan tegas.


"Baik, berarti kamu siap kehilangan segalanya." Ucap sang kakek yang kemudian pergi meninggalkan ruang tengah.


Wajah Ken bingung, apa maksud ucapan dari kakeknya.


*


*


*


Alice duduk termenung di pinggir tempat tidurnya, setelah cukup lama menangis dan bahkan tertidur di taman dengan di temani maid kepercayaannya. Kini Alice mulai kembali berfikir, apakah dia harus menyerah begitu saja dengan wanita masa lalu Kenan atau sekali lagi berjuang untuk rumah tangganya.


Banyak orang berfikir mungkin Alice wanita bodoh karena masih mempertahankan pria yang sudah jelas-jelas berselingkuh di belakangnya meski mereka tidak mendeklarasikannya, namun perilaku keduanya sudah cukup jelas bagi siapapun yang melihat.


Biarlah Alice di anggap wanita paling bodoh sedunia, setidaknya Alice tidak gegabah dalam memutuskan sesuatu. Alice harus memikirkan kedua orang tuanya dan juga keluarga sang suami. Jika sudah berumah tangga, sudah buka tentang kita namun kami.


Kedua keluarga besar yang sudah menjadi satu, jika Alice egois maka sudah dari jauh hari Alice akan mengugat Kenan dan pergi jauh dari pria itu. Namun, bagaimana dengan Kakek Wijaya dan Ayah Kalevi yang menyayanginya dengan tulus, bagaimana kedua orang tuanya jika tahu jika anak semata wayangnya kandas dalam pernikahan seumur jagung.


Semua hal itu menjadi salah satu alasan untuk Alice yang sampai saat ini masih bertahan di samping Kenan, Alice menegakkan duduknya dan menghirup oksigen sebanyak mungkin hingga memenuhi rongga dadanya dan mengelurkannya dengan kasar.


"Hanya kamu yang pantas menjadi Nyonya Kenan Wijayakusuma Alice, bukan Selena mapun wanita lainnya." Ucap Alice yang menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


...🐾🐾...


__ADS_2