Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Meja Makan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


"Kenapa kamu tidur di sini?" Alice akhirnya membuka percakapan.


"Hemm, gak tahu." Jawab Ken yang masin menatap muka bantal Alice.


Hening. Keduanya saling terdiam merasakan sesuatu debaran yang aneh pada keduanya.


"Soal semalam, aku... Aku...." Tenggorokan Ken seakan tercekat karena sudah semalam dia berfikir tidak akan membahasnya di depan Alice.


Kedua pipi Alice tanpa sadar merona merah, Alice mati-matian menahan senyumnya karena merasa sangat malu jika mengingat kejadian semalam.


"Sudah, aku ingin bersiap ke kantor." Alice bangun dan beranjak meninggalkan Kenan.


Ken masih pada posisinya dimana tubuhnya miring ke kanan. Seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Apa! Kenapa dia tidak meresponnya sama sekali, bukankah seharusnya dia marah atau menangis karena aku sudah menci*umnya."


Dalam hati Ken berteriak frustasi karena melihat respon Alice yang biasa saja, hingga dirinya sadar akibat suara pintu kamar mandi yang di tutup dari dalam.


Ken langsung menolehkan kepalanya ke arah belakang dan mendudukkan dirinya di atas kasur tipis di lantai.


"Huh! Astaga."


Ken menggaruk rambut sampingnya dengan cepat karena merasa malu, respon Alice yang terlihat biasa saja.


Berbanding terbalik dengan Ken, Alice merasa wajahnya sudah terbakar karena menahan rasa malu dan otak kotornya.


Segera Alice menyalakan kran wastafel dan membasuk wajahnya dengan cepat, terdengar suara riak air dan juga cipratan yang Alice timbulkan.


"Astaga, bisa-bisanya dia berbicara masalah semalam sepagi ini."


Ucap Alice pelan, sekali lagi Alice membasuh wajahnya yang merasa panas.


Terlihat di cermin telinga Alice bahkan sudah merah padam, "Kenapa aku jadi semesum ini, karena pria itu aku jadi terkontaminasi." Maki Alice.

__ADS_1


Segera Alice mandi dan keramas demi meredam hawa panas yang ada di tubuhnya juga mendinginkan kepala agar tidak berpikiran kotor lagi.


Pintu kamar mandi terbuka, Alice keluar dengan menggunakan handuk kimononyang selalu tersedia di dalam kamar mandi Kenan.


Ken tengah duduk di sofa dengan membaca pesan yang berada di ponselnya, melihat Alice yang keluar dari kamar mandi membuat Kenan merasakan hawa panas mulai menjalar.


Terlihat anak rambut Alice yang masih basah terlihat berkilau di mata Kenan meski Alice sudah menggulungnya dengan handuk.


Alice yang di tatap oleh Ken seakan menelanjanginya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada, "Apa yang kamu lihat huh!" Ucap Alice.


Ken mengerjabkan kedua matanya cepat seakan sadar, "Apa! Tak perlu di tutupi aku tahu ukurannya C, sangat kecil dan tidak menarik sama sekali." Jawab Ken.


Alice melebarkan kedua matanya, "Dasar mesum!" Serunya yang kemudian masuk ke dalam walking closed karena seluruh pakaiannya berada di dalam.


"Apa! Kau megataiku mesum! Dasar gadis ingusan." Ken tidak terima dengan ucapan Alixe yang mengatainya mesum.


Alice tidak merespon teriakan Kenan yang berada di luar, "Cih, memang mesum! Bagaimana dia tahu kalau ukurannya C memegang saja belum pernah." Gerutu Alice.


Gerakan Alice yang mengenakan pakaiannya terhenti, "Eh tunggi dulu, apa semalam dia menjamah tubuhku." Alice langsung berlari ke arah kaca yang menjulang tinggi membuka kembali pakaiannya takut jika menang Ken menjamah tubuhnya.


"Ah, syukurlah." Alice lega karena tidak ada sesuatu hal di tubuhnya tersebut.


Terlihat Ken menatap dengan wajah datar ke arah kaca dengan memasang dasi di lehernya, begitu juga Alice yang sesekali melirik ke arah Ken karena merasa selalu di awasi.


Ken telah selesai lebih dulu, "Warna itu tidak cocok untukmu." Ucap Ken yang berlalunkeluar dari dalam kamarnya.


Gerakan Alice yang tengah memakai lipstik warna nude terhenti karena mendengar ucapan Kenan.


"Apa benar tidak cocok?" Gumam Alice pelan.


Akhirnya Alice meremove lipstik yang dia pakai menggantinya dengan warna merah muda dan di beli clear liptin sehingga membuat bibir Alice seakan penuh dan basah.


Di meja makan semua berkumpul, terlihat hari ini berjalan dengan tenang.


"Apa kamu kurang tidur Ken?" Tanya Kalevi kepada Kenan.

__ADS_1


"Tidak." Jawab Ken singkat.


"Kenapa ada kantung mata, wajahmu terlihat lelah." Sanggah Kalevi yang menuntut jawaban.


Ken tidak menjawab, jangan sampai harga dirinya kembali tercoreng setelah mendapatkan respon di luar ekspestasinya dari Alice.


Kalevi menelisik melihat ke arah Alice yang wajahnya sedikit merona merah, telinga Kenan juga cukup merah karena malu memikirkannya.


"Ah, Ayah tahu. Kalian habis begadang membuatkan cucu untuk Ayah dan Mama."


Uhuk!


Kenan dan Alice tersedak makanan karena tiba-tiba Kalevi membicarakan cucu, keduanya minum denhan cepat.


"Ayah, jangan berbicara sembarangan." Desis Citra di sampingnya.


"Tidak perlu malu, sudah mengaku saja." Ucao Kalevi lagi dengan tawanya.


"Ken, berangkat dulu." Kenan segera beranjak dari kursi makan.


"Alice juga, selamat pagi semuanya." Timpal Alice sopan.


"Ken." Kakek Wijaya memanggil Kenan.


Langkah Kenan terhenti begitu juga Alice, "Apa Kek?" Tanya Ken.


"Kamu mendapatkan kado dari Bara, langsung berangkat saja hari ini tidak perlu datang ke kantor." Jawab Kakek Wijaya.


Kening Ken dan Alice berkerut karena tidak paham dengan kado yang di maksud, sedangkan Ken mulai ingat jika Bara memberinya kado bulan madu.


"Aku sibuk." Jawab Ken singkat.


Ken langsung berlalu dari hadaoannkekuarganya, Alice berjalan cepat mengekori Kenan dari belakang.


Citra menatap punggung kedua pasangan tersebut dengan seringai liciknya.

__ADS_1


"Aku pastikan Kenan membuangmu." Kata Citra dalam hatinya.


...🐾🐾...


__ADS_2