Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 112


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Pintu terbuka lebar dengan pandangan yang saling bertemu, sedetik kemudian Selena menundukkan kepalanya karena kehadiran Citra dan Kalevi.


"Boleh kami masuk?" Tanya Citra halus.


Selena mengangkat kepalanya kembali menatap wajah Citra dengan pandangan yang sulit di artikan, "Silahkan Nyonya." Jawab Selena pelan.


"Panggil saja Mama, sebentar lagi kamu akan jadi menantuku." Kata Citra tersenyum ramah.


Berbeda dengan Citra, justru Kalevi hanya menatap sebal ke arah wanita yang memasang wajah polos seperti anak kelinci itu.


"Cepat masuk, kakiku pegal." Kalevi berkata dengan suara yang sedikit menyentak.


Citra yang sudah tidak kaget dengan sikap suaminya kepada Selena, hanya memutar bolanya malas.


Kini ketiganya telah duduk di ruang tamu dengan tiga gelas cangkir teh yang masih mengepul, menandakan jika teh itu baru saja di seduh.


"Berapa usia kehamilanmu?" Tanya Citra.


"Ku-kurang lebih satu bulan, Ma." Jawab Selena dengan menundukkan kepalanya.


Bukan tanpa alasan Selena menunduk sejak tadi, karena Kalevi menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.

__ADS_1


"Apa kau yakin itu anak dari Kenan!" Kalevi berkata dengan nada dingin.


Kedua tangan Selena saling mere*mat dengan kuat, "I-iya." Lirihnya.


"Ayah! Sudah jelas dia hamil anak Kenan, Ayah tau sendiri tadi Kenan muntah-muntah." Potong Citra yang mengingatkan sang suami.


Selena mendengar penuturan Citra melebarkan kedua bola matanya, apakah Kenan sakit atau Alice hamil?


"Menarik, aku mendapatkan Kenan dan Alice beserta anaknya di buang." Ucap Selena tertawa dalam hati.


"Selena!"


"Eh, iya."


Selena terperanjat kaget karena Citra sudah duduk di sampingnya.


Selena menangis tersedu-sedu, "Hiks ... aku minta maaf, seharusnya aku tidak merusak rumah tangga mereka. A-aku hanya di bantu oleh Kenan dan Alice salah paham, mereka bertengkar sampai Kenan tidak pernah di masakkan oleh Alice. A-aku hanya ingin membalas budi kepada Kenan tapi entah setan apa yang saat itu berada di antara kami sehinga ... Hiks ka-kami melakukannya."


Selena bercerita penuh kebohongan, mengumpankan Alice sebagai pelaku atas terjadinya semua ini.


"Tenanglah, Sel. Mama mendukungmu bagaimanapun kamu wanita yang di cintai Kenan sejak dulu. Mama tidak ingin Kenan menikah dengan wanita yang tidak dia cintai, benarkan Ayah?" Tanya Citra yang menoleh ke arah Kalevi.


Kalevi berdiri dari duduknya, "Ayah tidak tau apa itu cinta dan kebodohan. Sepertinya Ayah dulu bodoh menikah dengan Mama." Jawab Kalevi yang kemudian melangkah pergi meninggalkan kedua wanita tersebut.

__ADS_1


Citra melebarkan kedua matanya dengan sempurna, "Ayah! Mama pulang dulu ya, besok kalian fitting baju di butik langganan Mama. Jaga cucu Mama dengan baik."


Cita mengelus perut yang memang mulai membesar milik Selena dengan lembut dan segera mengambil tas jinjingnya, pergi mengikuti sang suami yang nampak marah.


Seperginya Citra dan Kalevi, Selena segera beranjak ke depan pintu memastikan jika tidak ada orang di luar apartemennya.


"Selangkah lagi." Kata Selena dengan berteriak senang.


Segera kaki rampingnya berjalan cepat masuk ke dalam kamar, mengambil benda pipih di atas nakas mencari kontak seseorang yang telah banyak membantunya.


Beberapa kali mencoba hanya panggilan operator, "Kenapa tidak aktif. Ah, sudahlah toh keinginanku sudah tercapai."


Selena melempar ponsel ke atas kasurnya sembarang arah dan merebahkan tubuh sexynya.


Hingga ponsel Selena kembali berdering, dengan malas Selena mengangkat panggilan tersebut. Nampak nomor asing di ponselnya.


"Halo, ini siapa?" Tanya Selena dengan suara mendayu khasnya.


"Apa kamu tidak merindukanku, babe." Jawab orang di sebrang telfon.


Deg


...🐾🐾...

__ADS_1



...


__ADS_2