Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
Apa kamu tahu mantan kekasih Kenan?


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Waktu berlalu.


Terlihat Alice dengan telaten merawak suaminya yang masih sakit, "Satu suap lagi." Kata Alice kepada Kenan.


"Aku sudah sangat kenyang." Jawab Ken merajuk.


"Aku sudah memasakkan sup untukmu sejak tadi subuh dan menunggumu bangun." Alice kembali bersuara.


Dengan wajah cemberut Ken membuka paksa mulutnya dan Alice memasukkan satu sendok sup terakir.


"Apa kamu akan berangkat bekerja hari ini sayang?" Tanya Ken dengan mengunyah makanannya.


"Tentu saja, siapa yang akan membantu Ferdy jika aku juga libur Mas." Jawab Alice lembut.


"Biarkan Ferdy saja yang mengerjakan, dia sudah terbiasa dengan banyak pekerjaan." Kata Ken seenak jidatnya.


"Dulu Ferdy juga pasti di bantu oleh sekertarismu, jika sekarang Ferdy hanya bekerja sendiri dia juga akan jatuh sakit dan semua pekerjaan terbengkalai." Jelas Alice dengan merapikan piring serta gelas.


"Aku di rumah hanya sendiri." Kata Ken.


"Ada Mama dan Ayah." Jawab Alice.


"Tidak ada kamu sayang." Rajuk Ken.


"Kita sudah terbiasa seperti ini, ayolah Mas. Jangan seperti anak kecil." Kata Alice menatap Kenan dengan lembut.


"Tapi sekarang berbeda, bukankah kita sudah memutuskan akan membina rumah tangga yang sesungguhnya." Ucap Ken dengan tenang.


Alice mengangguk, Ken kembali berkata "Sebab itu, aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu dan mulai memanggilmu dengan panggilan sayang. Aku memulai semuanya dari awal."


"Aku juga memanggilmu dengan sebutan Mas, juga belajar menjadi istri yang baik untukmu." Kata Alice.


Ken tersenyum, "Aku suka panggilan darimu sayang, Mas...." Kata Ken sedikit agak panjang di akir kalimat.


"Kamu tidak keberatan? Bukankah itu panggilan kampungan, biasa di gunakan untuk orang desa maupun sederhana." Ucap Alice pelan namun penuh selidik.


"Tidak!" Seru Ken gelagapan.


Melihat wajah Alice yang kaget membuat Kenan merasa bersalah, "Ti-tidak sayang, aku suka sangat suka. Apapun panggilan darimu aku sangat menyukainya. Kamu menjadi orang pertama yang memanggilku Mas." Lanjut Ken lagi.


"Terima kasih, baiklah aku akan mandi dulu Mas karena hari ini ada rapat dengan perusahaan Santosa." Ucap Alice dengan berjalan membawa nampan menuju pintu kamar.


Kedua mata Ken berkedip cepat dengan mengikuti gerakan Alice, "Rapat? Lagi? Bukankah kemarin smkita sudah rapat." Tanya Ken menuntut.


Alice meletakkan nampan di samping pintu kamar agar di ambil oleh Maid, "Benar, tapi Tuan Bara mengajakku kembali rapat dan akan segera terjun ke lapangan. Aku sedikit takut dengannya, sepertinya dia orang yang tidak main-main dalam bekerja." Jawab Alice dengan menutup pintu kamar dari dalam.

__ADS_1


"Bara memang seperti itu tapi yakinlah dia pria yang sangat baik." Kata Ken menenangkan Alice.


"Semoga." Jawab Alice singkat.


Alice berjalan ke walk in closed dan membawa baju ganti kerja miliknya, mengingat ada Ken di dalam kamar membuat kesiagaan Alice menyala.


Ken hanya duduk berseder dengan membaca majalah yang ada di dalam kamar tanpa menghiraukan istrinya yangbtengah bersiap kerja.


Terdengar suara gemericik air menandakan jika Alice tengah memulai aktivitas mandi paginya, Ken menoleh dan menatap pintu kamar mandi bercat putih.


"Semoga kita akan menjadi keluarga yang bahagia Alice." Gumam Ken dalam hati.


Ken sudah bersungguh-sungguh untuk memulai hidup baru dengan Alice melupakan masa lalu yang menyakitkan.


Dua puluh menit pintu kamar mandi tertutup kini mulai terbuka, terlihat Alice sudah rapi dengan pakaian kantornya yang sopan menggunakan celana kain panjang.


Tanpa melihat ke arah tempat tidur, Alice berjalan ke meja riasnya. Melihat waktu mulai menunjukkan pukul tujuh membuat Alice tidak bisa berlama-lama di depan meja rias.


Segera dirinya memberikan pelembab ke area wajah secara menyeluruh, di timpa dengan sun screen, dan di akhiri dengan bedak tabur.


Tidak lupa memperindah bulu mata lentiknya, di japit dan juga di beri mascara agar menambah volume mata. Eyeliner agar matanya terlihat bulat dan lebar sentuhan terakir lipstik agar dirinya tidak terlihat pucat.


Dering ponsel membuyarkan Alice, terlihat ponselnya yang berbunyi. Nomor asing di layar ponselnya.


Jemari Alice menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.


"Halo." Kata Alice.


"Oh, baiklah Fer. Aku akan turun satu menit lagi." Kata Alice.


Alice segera mematikan sambungan telfonnya dan bergegas mengambil tas kerja juga sepatu miliknya, semuanya sudah siap dirinya yang akan berpamitan kepada Ken mengulas senyum kecil.


Ternyata Kenan tengah tertidur dengan posisi terduduk dan bersedekap dada. Sungguh lucu, membuat Alice mengeluarkan ponsel dan memotretnya.


"Astaga! Aku harus segera cepat." Gumam Alice panik.


Alice mendekati Kenan dan mengguncang lengannya pelan, "Mas... Mas... Aku berangkat kerja dulu." Ucap Alice.


Ken membuka kedua matanya perlahan dengan kening berkerut dalam, mulai nampak wanita cantik dengan pakaian kantornya.


"Ekhm, kamu mau berangkat kerja?" Tanya Ken lagi.


"Iya, aku sudah ditunggu Ferdy di bawah." Kata Alice.


"A-aku berangkat dulu." Lanjutnya


Tangan Alice menggantung di depan Kenan, Ken awalnya tidak paham namun dirinya ingat saatbpulang kerja Alice menyalaminya.

__ADS_1


Ken segera membalas dan Alice mencium punggung tangan Kanan Kenan, Ken menarik tangan Alice yang masih bersalaman dengannya.


Cup.


"Segeralah pulang." Kata Ken setelah menci*um bibir ranum Alice.


Semburat merah muncul di wajah oval Alice, Alice hanya mengangguk dan langsung berjalanncepat meninggalkan suaminya yang mesum.


"Kenapa dia lucu sekali." Kata Ken dengan tertawa.


Citra yang melihat Alice berlari dari lantai dua hanya menatap datar. Tidak ada sapaan dari keduanya, Alice sendiri juga nampak enggan menyapa karena akan berujung keributan.


Ferdy yang melihat Alice berlari mendekat ke arahnya segera membukakan pintu belakang, segera Alice masuk dan Ferdy menutupnya dengan cepat.


"Kita sudah terlambat ya?" Tanya Alice setelah Ferdy sudah duduk di kursi supir.


"Belum Noba, rapat masih nanti pukul sembilan." Jawab Ferdy sopan.


Alice bernafas lega mendengar ucapan Ferdy, mobil hitam mewah bergerak meninggalkan mansion Wijaya menuju ke perusahaan.


"Bagaimana keadaan Tuan Ken?" Tanya Ferdy dengan fokus menyetir.


"Baik, dia sudah mulai membaik hari ini." Jawab Alice jujur.


"Syukurlah." Kata Ferdy.


Alice hanya mengangguk dan tersenyum namun dirinya teringat sesuatu yang hampir saja dia lupakan.


"Fer." Panggil Alice.


"Ya Nona?" Jawab Ferdy.


"Apa kamu bisa ceritakan masa lalu Kenan?" Tanya Alice pelan.


Ferdy nampak tertegun dan menatap Alice dari spion tengah mobil.


"Bu-bukan kepo, aku hanya ingin tahu. Kenapa Ken selalu darting saat bertemu dengan Mourin." Kata Alice kembali.


"Karena Nona Mourin menyebalkan, sehingga membuat Tuan Kenan selalu marah." Jawab Ferdy apa adanya.


"Apa kamu tahu mantan kekasih Kenan? Mantan-mantannya, ah bukan. Mantan yang sulit di lupakan." Tanya Alice kembali dengan keingintahuan yang tinggi.


"Saya tidak tahu Nona." Jawab Ferdy berbohong.


"Jika Anda tahu pasti semua akan kembali dingin." Monolog Ferdy dalam hati.


...🐾🐾...

__ADS_1


...Autor membawakan rekomendasi novel bagus untukmu 🌹🌹...



__ADS_2