Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 106


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Keluarga besar Wijaya nampak terkejut mendengar berita kehamilan Selena yang di sinyalir adalah anak kandung Kenan.


"Apa itu benar Ferdy?" Tanya Kalevi dengan mata yang sudah melebar menatap lekat ke arah asisten Kenan.


"Kami masih belum tau Tuan, karena kandungan Nona Selena kurang lebih satu bulan sehingga belum dapat melakukan tes DNA." Jawab Ferdy jujur.


Citra yang sejak tadi diam akhirnya bersuara, "Mereka harus segera menikah." Ucap Citra yang semakin memperkeruh keadaan.


"Jangan gila, Ma! Kenan sudah memiliki Alice, lagipula belum tentu wanita itu mengandung anak Kenan." Seru Kalevi pada Citra.


"Mama yakin jika Selena hanya melakukan dengan Kenan, kita tahu belum bagaimana hubungan mereka di masa lalu. Jika bukan karena kamu dan Ayah yang mengganggu hubungan mereka, tentu hubungan rumit ini tidak akan tercipta." Jawab Citra yang sudah berdiri menghadap ke arah Kalevi.


"Kamu gila, Citra. Apa kamu tidak memikirkan perasaan Alice." Kalevi tidak habis pikir dengan pemikiran istrinya.


"Alice tentu harus menerimanya dengan lapang dada, lagipula Alice juga belum hamil sedangkan Selena tengah mengandung cucu kita keturunan Kenan." Kata Citra dengan tegas.


Kalevi mengusap wajahnya kasar, kedua tangannya berkacak pinggang. Sedangkan Ferdy hanya diam tidak dapat melakukan apapun sama halnya dengan Kakek Wijaya yang tidak berkomentar apapun.


"Jangan membuat keputusan gegabah, Ma. Hasil tes DNA belum bisa di lakukan." Kalevi meredam emosinya agar dapat berfikir dengan tenang.


"Sampai kapan! Sampai perut Selena membesar dan keluarga Wijaya menjadi bahan permbicaraan semua orang! Satu lagi, melakukan tes DNA di saat kehamilan muda membuatnya dapat keguguran." Cecar Citra yang cukup tahu dunia kedokteran.


Sejenak, Kalevi tertegun. Keduanya saling menatap dengan pikiran masing-masing


"Serahkan semua kepada Kenan." Kakek Wijaya akhirnya bersuara setelah cukup lama terdiam.


"Mereka harus menikah tanpa persetujuan Ayah, Kenan anakku jadi aku berhak mengatur Kenan. Aku tidak ingin cucuku si cap sebagai anak harap di kemudian hari."


Citra beranjak pergi dari ruang tamu tersebut dengan langkah tergesa, meninggalkan ketiga pria yang masih berkumpul di sana.


"Bagaimana ini Ayah, rencana kita bisa meleset seperti ini." Ucap Kalevi frustasi dengan menjatuhkan bobot tibuhnya secara kasar di sofa.


"Kita pakai kartu As saat itu tiba." Jawab Kakek Wijaya dengan waja setenang air.


Ferdy dan Kalevi menoleh ke arah Kakek Wijaya dengan wajah kaget, "Menanggung resiko besar." Gumam Kalevi yang masih dapat di dengar keduanya.


"Kita perlu korban di sini." Kata Kakek Wijaya yang menoleh ke arah Kalevi dengan wajah serius.


"Tapi ... Sudahlah, aku akan mengikutinya saja." Kalevi berkata dengan frustasi hingga pasrah saja.

__ADS_1


"Bagaimana dengan dia?" Tanya Kakek Wijaya pada Ferdy.


"Kami sudah menemukan lokasinya Tuan dan beberapa bukti yang kuat." Lapor Ferdy.


"Bagus."


*


*


*


Sebuah mobil mewah melaju kencang menerjang jalanan yang cukup sepi, Citra memutuskan untuk mendatangi mansion Kenan untuk memastikan berita kehamilan Selena.


Hembusan nafas panjang dan kasar terdengar, Citra membuat pandangannya ke luar jendela. Menatap pemandangan yang dirinya lalui, seulas senyum tipis terbit menghiasi bibirnya.


Dengan menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, kini mobil yang dintumoangi Citra telah sampai di mansion Kenan.


Penjaga yang mengetahui kedatangan Nyonya besar, mereka segera membuka pintu mobil bagian belakang dengan cepat dan menunduk hormat.


Citra berjalan begitu anggun dan angkuh bagaikan sebuah angsa, hanya akan menundukkan kepala untuk menyerang musuhnya.


"Di mana Kenan?" Tanya Citra setelah mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut mansion.


"Panggilkan mereka, bilang saja jika aku datang." Kata Citra cepat.


Maid mengangguk sopan dan segera berlalu dari hadapan Citra untuk memanggilkan kedua majikannya, sedangkan Citra berjalan pelan dengan mengamati lebih banyak isi mansion anaknya.


Kaki ramping dengan memakai helss mewah berjalan pelan hingga membawanya ke sebuah ruang televisi yang terhubung langsung dengan taman samping.


Terlihat banyak bunga lily berwarna putih memenuhi hampir seluruh taman, bahkan dirinya baru sadar jika banyak bunga lily putih sejak memasuki mansion Kenan.


"Apa Mama sudah lama datang?" Tanya Ken yang berjalan mendekat ke arah Citra.


Citra yang tengah menatap taman cantik dengan bersedekap dada, memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Kenan.


"Tidak, di mana Alice?" Ucap Citra yang berjalan menuju sofa.


"Alice sedang tidak enak badan, Ma." Jawab Ken berbohong.


"Mama sudah tahu tentang berita kehamilan Selena." Kata Citra tenang.

__ADS_1


Ken nampak kaget namun sesaat, sudah pasti jika berita ini akan sampai di telinga keluarganya.


"Mama ingin berbicara hal yang penting, kita harus berkumpul." Ucap Citra lagi.


"Baiklah, Mama tunggu sebentar.


Kenan menghela nafas pelan dan beranjak dari hadapan Citra, berjalan menuju lantai dua untuk meminta istrinya ikut bergabung bersama mereka.


Cukup lama Citra menunggu, hingga kedua orang yang sejak tadi sudah di nanti tiba. Citra menelisik penampilan Alice dari bawah ke atas.


Alice nampak kacau dengan mata sembabnya, meskipun sejak tadi menundukkan kepalanya. Namun, Citra tahu jika wanita yang ada di depannya pasti sudah menangis sejak tadi.


" Bagaimana kabarmu Alice?" Tanya Citra pelan.


"Baik, Ma." Jawab Alice lirih karena suaranya cukup serak telah banyak menangis dan bertengkar kembali dengan Kenan.


"Baiklah, Mama tidak akan berbasa basi. Kamu pasti tahu jika Selena hamil anak Kenan saat ini."


"Mama!"


Kenan tentu kaget dengan ucapan ibunya, itu belum pasti kenapa harus mengatakannya kepada Alice seperti ini.


"Sttt...! Jangan potong ucapan Mama.. Kamu pasti tahukan Alice?" Citra berkata dengan santai namun pandangannya terkunci pada wanita yang duduk di depannya.


"Tahu." Jawab Alice pelan dengan menganggukkan kepalanya.


"Sayang, itu belum terbukti. Tunggu sebentar lagi agar dapat melakukan tes DNA." Potong Kenan dengan menggenggam tangan istrinya.


Alice menepis dengan kasar sentuhan Kenan dan Citra hanya menontonnya, "Ck, lihat kehancuramu sudah datang wanita ja*lang." Ucap Citra dalam hati.


"Kamu pasti tahu, keluarga Wijaya adalah keluarga terpandang sejak dulu hingga saat ini. Silsilah keluarga Wijaya harus terus tumbuh tidak boleh terputus." Ucap Citra yang menjeda ucapannya.


Alice mengangkat kepalanya hingga tatapannya bersibobrok dengan mertuanya, "Tidak perlu berbelit-belit, apa tujuan Mama datang ke sini?" Potong Alice cepat.


Citra tersenyum miring ke arah Alice, "Aku ingin, Kenan dan Selena menikah." Jawab Citra dengan jelas dan lugas.


...🐾🐾...


...UNTUK PEMBACA YANG SUDAH SETIA MEMBACA SETIAP KARYA AUTOR, AUTOR UCAPKAN TERIMA KASIH. ...


...PEMBACA SETIA PASTI TAHU JIKA AUTOR ADALAH SALAH SATU AUTOR DENGAN ALUR LAMBAT πŸ™...

__ADS_1


...BAGI YANG MENCARI ALUR CEPAT AKAN AUTOR REKOMENDASIKAN BEBERAPA YA (MAMA RENI, RIDZ, KISS, KAY_21, LICHALIKHA) ...



__ADS_2