Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu
BML - BAB 111


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kenan duduk termenung di dalam kamarnya, dirinya diam dengan pandangan yang kosong. Tidak mungkin Selena hamil anaknya, Ken merutuki dirinya yang tidak ingat apapun bahkan tidak ada bukti CCTV hari di mana dirinya mengantarkan Selena pulang ke apartemen.


Hingga suara pintu terbuka membuat Ken cepat mengalihkan pandangannya, ternyata Ferdy yang datang dengan membawa amplop coklat besar.


"Tuan."


"Katakan."


"Saya melihan mantan suami mantan kekasih anda berada di negara ini dan jika anda tahu tentang orang yang berada di belakang mantan kekasih anda. Anda pasti kaget dan entah bagaimana saya harus mengatakannya." Ferdy berkata panjang lebar.


Ken segera mencondongkan tubuhnya, mengambil amplop yang di sodorkan oleh Ferdy di depannya.


"Di mana semua orang, apa mereka sudah pulang?" Tanya Ken yang fokus membuka amplop.


"Sudah Tuan." Jawab Ferdy jujur.


Segera Ken mengeluarkan seluru isi amplop tersebut, banyak foto dan juga dokumen-dokumen penting di sana. Secara cepat dan teliti Kenan membaca hingga mengamati semua foto satu per satu.


"Ini orang di belakang mantan kekasih anda." Ferdy kali ini mengambil amplop putih yang di simpan dalam saku dalam jasnya.


Dengan tangan bergetar dan mata mengembun, bahkan tenggorokannya serasa tercekat saat tahu siapa orang yang membantu Selena kembali ke Indonesia untuk menghancurkan rumah tangganya.


Benar, orang itu sudah berhasil mencapai tujuannya. Memisahkan Kenan dengan Alice, bahkan Kenan dengan sangat sadar dirinya di bodohi oleh Selena.


"Tuan masih berstatus suami Nona Alice, jadi perjuangkan kali ini." Ferdy berkata karena melihat wajah Kenan yang shock dan menyedihkan.


"Apa dia sebenci itu denganku, Fer?" Tanya Ken dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Saya tidak tahu, Tuan. Jika di lihat dari tindakannya dia pasti memiliki alasan yang kuat." Jawab Ferdy jujur.


Kenan meremat foto yang dia pegang dengan setitik air mata turun dari pelupuk matanya, terbesit dalam bayangan Alice yang menangis dan melihat semua kelakuan buruknya selama Selena kembali di kehidupan mereka.


Ken segera berlari ke dalam kamar mandi karena merasa perutnya bergejolak dengan hebat, Ferdy dengan cepat mengikuti Kenan masuk ke dalam kamar mandi. Rasa iba menyusup ke dalam hati Ferdy bagaimana dirinya akan memberitahu jika Alice masuk rumah sakit sedangkan Kenan sendiri tengah susah payah menghadapi semua masalah yang dia buat.


"Hiks ... maafkan aku sayang, Alice." Kenan menangis bertumpu di pinggir closed.


Ketika menutup mata bayangan Alice saat menangis terus menari-nari di depan matanya, membuat Kenan kembali memuntahkan isi perutnya meskipun hanya ada angin.


"Tuan, mari ke rumah sakit." Ferdy begitu panik karena Ken terus muntah bahkan hingga wajahnya begitu pucat.


"Aku merindukan Alice ... hikss aku bersalah Fer, aku selalu membuatnya menangis dan marah!" Teriak Kenan dengan memukul dada kirinya.


Kembali Kenan hilang kesadaran membuat Ferdy dengan sigap mangku kepala Kenan, susah payah Ferdy membawa Kenan ke luar dari kamar mandi.


"Astaga! kenapa ada manusia selalu menyusahkan seperti ini." Gerutu Ferdy dengan menyeret Kenan.


Sedangkan di rumah sakit, Alice saat ini tengah beristirahat karena merasa tubuhnya sangat lemah. Hanya ada suara televisi di dalam ruangan bernuansa putih itu, angin berhembus cukup kencang hingga menggerakkan tirai berwarna hijau yang tidak menutup penuh jendela itu.


Di televisi nampak iklan rujak buah membuat mulut Alice yang kering tiba-tiba penuh dengan air liur, "Apa kamu ingin, Nak? Sepertinya sangat enak, bagaimana ini Mama sangat ingin memakannya." Ucap Alice setengah merengek kepada anaknya.


Alice mencari-cari tasnya berada karena Alice keluar dari mansion hanya membawa barang penting saja, Alice turun dari atas brangkar menuju meja yang cukup jauh dari tempatnya berada. Dengan langkah pelan Alice berjalan dan mendudukkan dirinya di sofa.


Membongkar isi tasnya mencari ponsel,bahkan kemeja Kenan tercampakkan begitu saja karena keinginan ibu hamil tersebut sudah berada di ujung tanduk.


Benda pipih dengan layar padam segera cerah saat Alice menghidupkannya, tanpa menunggu lama Alice mulai mencari kontak yang dapat dia mintai tolong untuk membelikannya asinan buah.


"Jangan Mama dan Ayah, mereka pasti lelah ... hemm, siapa ya?" Alice berbicara sendiri sembari berfikir.

__ADS_1


Mencoba menghubungi Mutia namun tidak di angkat, "Kenapa tantemu tidak mengangkat." Ucap Alice sedih.


Alice menimang ingin menghubungi Ferdy atau Bara, nampak Alice menimang-nimang ponselnya seakan memutuskan sesuatu yang sangat penting bagi dunia persilatan ibu hamil.


Tut ... tut ...


"Halo."


"Halo, Nyonya."


"Segeralah datang ke rumah sakit, bawakan aku rujak buah, Fer. Aku ingin rujak mangga muda yang tidak pedas, belikan segera sepuluh menit. Belikan di gerobak mamang-mamang yang biasa di pinggir jalan dan juga harus kamu sendiri yang membuatkannya untukku, jangan sampai membohongiku agar aku percaya kamu harus merekam saat membuat rujaknya."


Alice langsung menutup sambungan telfonnya saat berbicara panjang lebar, beruntung Alice tidak menginginkan buah yang aneh-aneh hanya mangga muda saja. Tapi, permintaannya yang merepotkan itu membuat kepala Ferdy berdenyut.


Ferdy yang masih berada di dalam kamar Kenan hanya emlongo tidak percaya, sekalinya Alice menelfon dirinya kenapa berbicara tanpa di jeda bahkan tidak memberikannya kesempatan untuk menolaknya.


"Kenapa?" Tanya Dokter Rasyah yang duduk diam menunggu Ken sadar.


"Hah, entahlah. Hidupku akan semakin susah kedepannya, kenapa mereka yang membuat bayi tapi aku yang sengsara." Jawab Ferdy setengah menggerutu sebal.


Dokter Rasyah tergelak melihat sahabatnya yang berwajah masam, seumur hidup baru melihat Ferdy di perintah oleh wanita kecuali wanita yang jauh lebih tua dari mereka.


"Sans saja, kita bahkan belum memberitahu Kenan. Turuti saja kemauan orang ngidam, kamu lihat kelakuan bayinya kepada Kenan." Kata Dokter Kenan dengan tertawa renyah.


"Diamlah, aku hanya punya waktu sepuluh menit."


Ferdy berlari kecil keluar dari kamar Kenan dengan otak yang berfikir di mana biasanya mamang rujak mangkal. Sedangkan Alice juga tertawa karena membayangkan wajah Ferdy yang menyebalkan baginya.


"Huh, siapa suruh kamu bekerjasama dengan Kenan saat Selena selalu datang ke kantor."

__ADS_1


...🐾🐾...



__ADS_2