
Saat Wira menyuruh anak buahnya masuk datanglah dua orang berjas hitam dengan tubuh yang kekar..
"Ada apa bos?" Tanya salah satu dari mereka..
"Paksa wanita itu untuk membuka cadarnya!!" Ucap Wira tegas.
Dua orang itupun menghampiri Anisah dan hendak bersiap untuk meraih cadar Anisah.
Namun dengan sigap Anisah menghindar dan..
BUGH... BAGH.. Dengan sigapnya Anisah langsung menendang kedua orang tersebut hingga tersungkur.. Wira terpana menyaksikan kelihaian Anisah.
"Waw..waw..wauw.. menakjubkan ternyata selain menjadi ustadazah pembalap anda juga menyandang predikat ustadazah pendekar ya.. luar biasa prok..prok prok,.." ucap Wiraxsana sambil bertepuk tangan..
"Tidak..ana bukan pendekar.. tapi bila sudah menyangkut dengan kehormatan ana maka sampai titik darah penghabisan ana akan tetap melawan" balas Anisah kembali tenang.
"Baiklah..baiklah saya tidak akan lagi memaksa anda untuk membuka cadar anda" ujar Wira sambil memberi isyarat pada anak buahnya agar pergi..
"Terimakasih akhy.. kalau begitu apakah ana sudah di perbolehkan untuk pulang?" Tanya Anisah dengan sopan.
"Kenapa terburu-buru ustadazah?.. bukankah Anda akan menggantikan suami anda untuk balapan dengan saya?"
"Baiklah mari kita lakukan sekarang" bales Anisah santai.
__ADS_1
"Sabar ustadazah.. ini masih sore tidak baik memancing keramaian di sore hari maka sebaiknya kita balapan di malam hari " ucap Wiraxsana sambil melangkah menghambat sofa yang ada di dekat Anisah berdiri " dan saya tidak suka balapan tanpa ada taruhan" tambahnya lagi.
"Taruhan?"
"Iya taruhan.. tadi siang saat saya berjumpa dengan suami Anda saya sudah mengajukan taruhan tersebut.. tapi sayang dia malah meninju wajah saya " ujar Wira sambil mengusap wajah yang tadi bekas pukulan Ardiyan, tampak di sudut bibirnya sedikit terluka.
"Kenapa begitu memang apa taruhannya akhy..?" Tanya Anisah penasaran,
"Saya mengatakan pada suami Anda bila ia menang saya akan memberikan perusahaan WIA grup saya menjadi miliknya"
"Wow antum cukup berani bertaruh perusahaan?.. hmm lalu apa yang antum minta kalau antum yang menang?" Tanya Anisah penasaran mengapa suaminya hingga meninju orang yang ada di hadapannya..
"Saya meminta istrinya kalau saya menang" Wira menjawab pertanyaan Anisah dengan santainya..
BUUGH..Satu tinjuan Anisah melayang tepat di tempat Ardiyan memukul tadi, akibatnya darah segar kembali keluar..
"Ukh.. haiiss pukulan Ustadazah pendekar memang luar biasa ya hingga bibir ku kembali pecah..Sssy suami istri ini memang kejam." ucap Wira sambil menjilati kembali darahnya..
" Antum pantas mendapatkannya.. Apakah antum masih ingin bertaruh yang tadi?" Ucap Anisah dengan santainya..
"Kalau anda setuju kenapa tidak?"
"Mau tambah?" Bales Anisah sambil mengepalkan tangannya lagi.
__ADS_1
"Tidak sudah cukup ustadazah." Ucap Wira sambil menutup wajahnya tapi dengan jari yang merengang hingga masih bisa melihat.
"Bagaimana kalau kita rubah taruhannya akhy?"
"Rubah dengan apa?"
"Gimana kalau antum menang..ana akan berikan pondok pesantren ana plus Restoran barokah tapi kalau ana yang menang Antum harus berjanji untuk belajar agama di pondok ana, hanya itu kok" ucap Anisah yang terlihat polos membuat Wira tertawa.
"hahaha.. anda seperti meremehkan saya? hmm sepertinya menarik oke saya terima.. tapi apakah Anda tidak rugi? Anda bertaruh Aset Anda tapi anda hanya meminta saya belajar agama? sepertinya anda terlalu yakin akan menang? sepertinya anda sedikit sombong ya.."
"Tidak Akhy.. ana tidak berani untuk sombong karena yang pantas hanya Allah dan ana tidak meremehkan antum tapi ana hanya ingin mengajak kebaikan" bales Anisah santai untuk sesaat Wira hanya terdiam memandang Anisah yang biasa-biasa saja sejak tadi.
"Baiklah kita balapan nanti malam dan sekarang sebaiknya anda istirahat saja dulu"
"Tidak ana tidak ingin istirahat ana hanya ingin menupang sholat Ashar akhy.. dan satu lagi Apakah ana boleh balapan dengan motor ana?" Ucap Anisa sedikit berharap. sedangkan Wira mengerutkan keningnya.
"Apakah harus?"...
Bersambung..
💥💥💥💥💥
Terimakasih cemangatnya terus dukung Author terus ya biar inspirasi nongol terus 😁🙏😊
__ADS_1