
Pondok pesantren putra An-Nur.
Ardiyan, dan Dimas kini sudah berada di rumah ustadz Fahmi. Ardiyan juga sudah menceritakan pada ustadz Fahmi dan ustadz ubay tentang hilangnya Anisah dan juga tentang sahabat lamanya Wiraxsana dan Ardiyan juga meminta bantuan pada ustadz Fahmi agar ia mengetahui di mana istrinya sekarang.
Setelah mendapatkan cerita dari Ardiyan,
Ustadz Fahmi dan Ubay pun melakukan komunikasi telepati pada Anisah..
Butuh dua puluh menit dan akhirnya ritual telepatipun selesai. Ardiyan yang sejak tadi menunggu sudah tidak sabar ingin tahu hasilnya.
"Gimana bang Ami? Apakah Anisah baik-baik saja? Ada dimana dia sekarang bang?" Tanya Ardiyan bertubi-tubi karena perasaannya saat ini tidak menentu antara sedih, takut, cemas menjadi satu.
"Sabarlah dek.. Alhamdulillah mereka baik-baik saja, saat ini posisi Anisah di daerah ** di Fila WixA" jawab Ustadz pahami lembut.
"Mereka?.. apa maksudnya bang Ami Anisah tidak sendirian?" Tanya Ardiyan lagi.
"Iya Anisah tidak sendirian bukankah dia bersama anaknya di dalam kandungannya? Alhamdulillah kandungan baik-baik juga." Bales Ustadz Fahmi sambil mengedipkan matanya.
"Eh, maaf bang Ami karena kandungan Anisah masih dua bulan Diyan jadi hmm.. tapi Alhamdulillah kalau mereka baik-baik saja" ucap Ardiyan sedikit malu dan langsung mengalihkannya.. membuat ustadz Fahmi tersenyum.
__ADS_1
"Kalau begitu Diyan akan nyusul Anisah dulu ya bang"ucapnya lagi sambil hendak berdiri.
"Tunggu dek.. biarkan bang ubay mempersiapkan sih racer red dulu" bales Ustadz Fahmi. Menahan Ardiyan.
"Racer red? Siapa yang bang Ami maksud?" Tanya Ardiyan bingung.
"Racer Red nama motor Anisah dek.. malam ini Anisah akan menggantikan kamu untuk balapan dengan Wira" jawab Ustadz
"APAA !!" Ardiyan dan Dimas serentak dan juga kaget apa lagi Dimas yang tidak mengetahui kalau Anisah pemilik motor merah.
"Haaaa.. Anisah mau balapan dengan Wira?..
"Wanita pemilik motor merah itu adalah Anisah dim.." bales Ardiyan agak sedikit malu.
"What!!! Jadi benar filing gue.. Huahahaha Ardiyan Pramana yang selalu menang balapan liar terkalahkan oleh istrinya hahaha" tawa Dimas pecah membuat Ardiyan kesal.
"Haiis.. Diam Lo !!.. gue kalah karena mengalah tahu" dalih Ardiyan kesal dan malu.
"Hah, ngeles aja Lo, Udah kalah ya kalah aja, mana ada balapan saling mengalah, apa lagi saat itu Lo belum tahu Yee.." ledek Dimas.
__ADS_1
"Cih, diam Lo.. gue kirim juga Lo ke Afrika!"
"Sudah, sudah jangan berdebat lagi sebaiknya sekarang kita bersiap untuk ke daerah ** dan nanti ubay yang akan membawa Racer red" ucap Ustadz Fahmi menengahi Ardiyan dan Dimas.
"tapi bang Diyan nggak setuju Anisah balapan, karena saat ini dia lagi hamil bang" ucap Ardiyan cemas." Biarkan Diyan saja yang menghadapi Wira bang," tambahnya lagi
"Abang tahu dek, tapi ini sudah menjadi keputusan Anisah, dan kenapa dia ingin menggantimu, itu karena ia tak ingin kamu melanggar janji mu untuk tidak balapan lagi..jadi percayalah padanya Abang yakin dia pasti bisa mengatasinya, kita cukup bantu dengan doa dan percayakanlah Nisah pada Allah pasti Dia menjaga Anisah dan buah hati kalian dengan baik" ujar ustadz Fahmi membuat Ardiyan luluh,
"Baiklah kalau begitu bang.. Diyan ikut saran bang Ami saja, semoga Allah memberikan kemudahan buat Anisah serta melindunginya" bales Ardiyan melemah,
"Aamiin Alhamdulillah doa mu adalah Ridho untuk Anisah dan in syaa Allah dia juga akan mendapat Ridho dari Rabb nya, jadi Abang yakin Anisah pasti akan menang.. jadi jangan lemah gitu dong" ucap Fahmi
"Aamiin ya Allah.. Diyan cuma sedih bang karena janji Diyan, Anisah harus menghadapi ini" ucap Ardiyan sedih.
" Tapi bagi Anisah karena janjimu dia bahagia, karena suaminya tidak balapan liar lagi kan? sudah, jangan berpikir lagi sebaiknya kita berangkat saja" ucap Fahmi, dan Akhirnya merekapun berangkat.
Bersambung
Jangan lupa ya terus dukung Author,😉🙏
__ADS_1
dan juga tinggalkan jejak vote dan like nya🙏