
Sudah tiga hari kakek Rusdi di rumah sakit dan hari ini dokter sudah memperolehkan kakek untuk pulang, dan hari ini Ardiyan dan Anisah yang menjemput kakeknya,
"Assalamu'alaikum kek" salam Anisah dan Ardiyan
"Wa'alaikum salam kalian sudah datang?" Balas kakek,
"Iya kek.. Apakah kakek sudah siap pulang hari ini?" Ucap Ardiyan
"Iya, Kakek sudah siap nak, dan kakek juga meminta janji pada Anisah" bales Kakek membuat Ardiyan mengerutkan keningnya,
"Janji?.. Anisah janji apa sama kakek?" Tanya Ardiyan dan matanya mengarah ke Anisah dan hanya di bales mengangkat bahunya tanda ia tak tahu.
"Kamu tidak ingat Anisah?.. Bukankah waktu itu di depan dokter kau akan menjaga kakek?" Ucap kakek Rusdi mengingatkan Anisah.
"Oh.. iya kakek.. Nisah akan merawat kakek kok" bales Nisah setelah mengingat ucapannya.
"Bagus!.. berati mulai sekarang Anisah akan tinggal bersama kakek untuk merawat kakek." ucap kakek Rusdi.
"Eh mana bisa begitu kek, kalau Anisah sama kakek Diyan gimana?, Nisah kan istri Diyan kek," protes Ardiyan,
"Kakekkan bisa di rawat sama mbok Marni, dan banyak pelayan di rumah kakek" tambah Ardiyan.
__ADS_1
"Di rumah kamu juga ada bi Asih yang bisa merawat kamu " ucap kakek nggk mau kalah,
"Hubby kamu kok egois gitu sih kakek belum sembuh benar kamu sudah ngajak kakek berdebat sih?" Ucap Nisah meleraikan Pertebatan Ardiyan dan sang kakek.
"Habis kakek.." ucapnya tergantung karena terpotong Anisah.
"Jangan kayak anak kecil deh,.. lagian kalau Nisah di rumah kakek hubbykan juga ikut kita bisa sama-sama menjaga kakek, iyakan?" ucap Anisah
"Iyaa" jawabnya singkat dan kesal membuat kakek tersenyum penuh kemenangan. Karena dia berhasil membuat Ardiyan yang selama ini tak mau tinggal bersama kakeknya kini ia mau pulang bersamanya.
"Ya sudah ayo kita pulang.. Ayo kek Nisah dorong" ucap Anisah dan ia pun mendorong kursi roda sang kakek.
Hanya menempuh jarak sekitar empat puluh menit mereka pun sampai di rumah mewah kakek Rusdi, dan mereka di sambut oleh para pelayan.
Dan setelah mereka turun dari mobilnya, Ardiyan yang mendorong kursi roda kakeknya menuju ke kamar kakek. Dan membantu kakeknya berbaring di ranjangnya.
"Sekarang sebaiknya kakek istirahat ya, agar cepat pulih" ucap Ardiyan lembut.
"Kakek senang pada Akhirnya kau mau tinggal bersama kakek lagi, maaf kakek yang sudah mengabaikan mu nak" ucap kakek lembut
"Kenapa kakek yang minta maaf, seharusnya Diyan yang meminta maaf, karena ke bodohan Diyan kakek harus bekerja keras di hari tuanya, maafkan Diyan kek, belum bisa membahagiakan kakek" Bales Ardiyan yang terlihat sedih dan memeluk sang kakek dan di sambut hangat oleh sang kakek.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak, kita akan memperbaiki segalanya, dan apakah benar kamu ingin membahagiakan kakek?" Tanya kakek
"Iya kek in syaa Allah, diyan akan berusaha untuk membahagiakan kakek semampu Diyan" Bales Ardiyan
" Kakek tak meminta Apapun dari kamu, karena kakek sudah memiliki segalanya, cuma satu yang belum kakek punya Nak." ucap kakek Rusdi.
"Apa itu kek? Biar Diyan akan mencarikannya" ucap Ardiyan semangat.
"Apa kamu yakin bisa memberinya?" tanya kakek Rusdi.
"In syaa Allah kek, katakanlah" bales Ardiyan.
Bersambung
______________
Apa yaa yang di inginkan kakek🤔🤔
Terimakasih ya yang sudah memberi Author semangat 🙏 😊
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya😉🙏
__ADS_1