
💫✨ MUTIARA HIKMAH✨💫
Sahabat adalah bukanlah yang telah lama kamu kenal. Tapi tentang siapa yang datang kedalam hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun.
💫 QUOTE OF THE DAY 💫
◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼
Masih Di kampung Lisa..
Setelah tadi mereka beristirahat, sore hari mereka berjalan-jalan di sekitar Fila Lisa yang berada di perbukitan Ardiyan Seperti tertarik dengan sekitarnya dan ia saling pandang dengan Dimas. Dimas yang dapat tatapan Ardiyan langsung menebak.
"Jangan bilang Lo tertarik untuk membesarkan desa ini" Tebak Dimas membuat Ardiyan Tersenyum.
"Lo memang sahabat gue yang paling ngerti hanya dengan tatapan saja langsung paham" ujar Ardiyan bangga.
"Haah, jadi benar?" tanya Dimas antusias.
"Yap, gue sangat tertarik dengan desa ini dim, gimana menurut Lo Wir?" ujar Ardiyan lagi dan Meminta pendapat juga dari Wira.
"Ya tempat ini luar biasa indahnya Ar, cuma karena kurang fasilitasnya membuat desa ini sulit berkembang" bales Wira.
"Bagaimana kalau kita kerja sama wir, untuk mengembangkan desa ini ?" ujar Ardiyan Antusias..
"Siapa takut, Ayo, kita mulai dari mana?" tanya Wira. Namun saat bersamaan ada yang suara yang memanggil nama mereka.
"Siapa yang memanggil kita?" tanya Dimas dengan mata mencari sumber panggilan itu,
"Sepertinya binik-binik kita tuh, di bawah sana di kebun jagung" Ujar Wira yang terlebih dahulu Melihat siapa yang memanggil..
"Haa, mau ngapain mereka di sana?" tanya Ardiyan heran.
"Sudah ayo kita kesana, gue khawatir kaki Syifa baru sembuh, kok malah belusukan gitu sih" Ajak Wira sedikit cemas.
"Ayolah" jawab Ardiyan dan Dimas, dan akhirnya mereka menuruni bukit menuju kebun jagung berada, sesampainya di sana mereka tercengang melihat istri-istrinya nampak bahagia hanya memetik buah jagung walaupun wajah mereka tak terlihat tapi tawa mereka terdengar jelas kalau mereka sangat senang..
"Sini hubby, ini sangat menyenangkan"seru Anisah sembari melambaikan tangannya.
"Maa syaa Allah, begitu bahagianya binik kita padahal hanya metik jagung?" Ujar Ardiyan yang kagum pada istrinya.
"Ho'oh, giliran di ajak jalan-jalan ke mall wajah mereka biasa saja, tidak seperti wanita pada umumnya, mereka pasti bahagia bila di ajak belanja, namun tidak bagi binik kita" ujar Dimas yang juga kagum pada istrinya..
"Seharusnya kita bersyukur, karena kita memiliki Wanita-wanita yang istimewa, tidak tergiur dengan harta, namun Rezki merekalah yang di kelilingi oleh harta, tapi tetap kesederhanaan yang mereka pilih" ujar Wira yang teringat tatkala ia membawa Asyifa ke rumah besarnya, namun ia tetap memilih ingin tinggal di pondok yang rumahnya sangat sederhana.
__ADS_1
" Kalau di pikir-pikir rasanya gue nggak percaya dengan kita yang sekarang, dulu kita berlima Adalah manusia-manusia yang hina, yang selalu berbuat maksiat dimana-mana kita akan tertawa bahagia bila sudah mendzolimi orang, kita selalu bermabuk-mabukan bahkan kita tidak takut berzinah, hingga keluarga kita resah melihat kita, Astaghfirullah, gue malu dengan kelakuan kita yang dulu Guys " Ujar Ardiyan teringat pada masa lalu mereka yang begitu kelam ia begitu malu karena begitu banyak dosa yang telah mereka perbuat. hingga tanpa terasa air matanya mengalir.
"Lo benar Ar, gue juga malu bila ingat itu, apalagi, saat kita terpecah Hanya karena perempuan, Astaghfirullah sungguh memalukan." ujar Wira juga.
"Tangisan atas kesalahan bisa menggugurkan dosa, sebagaimana angin menggugurkan daun yg kering. ( _Malik bin Dinar_)" ujar seseorang yang tiba-tiba menghampiri mereka.
" DIANTARA TANDA KEIMANAN
Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:
إذا كان الإنسان تسوؤه سيئته ويعمل لأجلها عملا صالحا، كان ذلك دليلا على إيمانه.
"Jika seseorang merasa sedih karena dosanya dan dia beramal shalih untuk menghapusnya, maka itu merupakan bukti atas keimanannya."
(Fathul Bary, jilid 3 hlm. 28)" tambahnya lagi, membuat mereka semua menoleh kearah suara tadi.
"Anisah?" Gumam mereka semua.
"Sudah cukup belum bernostalgilanya?" tanya Anisah pada mereka yang sedang duduk di rerumputan di dekat kebun jagung.
"Bernostalgia sayang" ujar Ardiyan membenarkan perkataan istrinya yang ia menyangka kalau istrinya salah, pengucapan.
"Itu kalau kenangan yang indah-indah hubby, tapi kalau kenangan buruk nostalgila dong" protes Anisah. membuat Dimas tertawa.
"Hahaha, benar juga tu, bisa di jadikan kamus" ujar Dimas Asal.
"Astaghfirullah hubby!, sudah ayo, nanti bakalan panjang deh jadinya" tegur Anisah, sembari menarik tangan suaminya. dan di ikuti juga oleh Lisa yang mengandeng tangan Dimas, begitu juga Wira dengan Asyifa, dan tinggalah Dika sendiri
"Woy, kalian tega banget sih ma gue, masa gue suruh gandengan sama jagung sih" seru Dika yang berada di belakang mereka sambil membawa sekantong beras jagung yang tadi di petik Anisah, Lisa, dan Asyifa
'hahahaha" mereka semua tertawa mendengar protes Dika.
"Sabar dik, tinggal satu malam lagi, Lo bakalan ngerasain kayak kita kok" seru Ardiyan di gandengan paling depan.
"Iya dik, untuk sekarang manfaatkan yang ada, tuhkan Ada Rendi, sesekali nggak papa kok, saling bergandengan " seru Wira yang berjalan di belakang Dimas dan Lisa
"Huahahaha" tawa Dimas paling keras.
"Sompret Lo pada,! emang ekey lekong apaan masa gandengan ma berondong sih.. sini mas gandeng eyke " ujar Dika yang tadi suara tegas berubah sedikit ngondek dan memanggil Rendi membuat Rendi bergidik..
"Idih, Najis bang!" seru Rendi yang juga sedang membawa Kantongan jagung, langsung berlari meninggalkan mereka, membuat mereka semua tertawa terbahak bahak, Melihat lucunya Rendi.
begitulah kekeseruan mereka di hari pertama mereka berada di kampung Lisa di penuhi canda dan tawa, hingga malam hari saat mereka membakar jagung keseruan itu terus berlanjut, hingga Dimas merasakan keanehan pada istrinya, dan iapun langsung teringat kalau istrinya sangat menyukai ia kalau badannya berbau asap, dan kebetulan saat bakar jagung tadi ia dan Dikalah yang membakar jagung tadi.
__ADS_1
"Guys, sepertinya Lisa ngantuk nih, gue antar dia ya?" ujar Dimas pada teman-temannya beralasan.
"Pergilah" jawab mereka juga, dan Dimas pun mengajak Lisa yang sepertinya tak ingin lepas dengannya sejak tadi ke kamar mereka dan sesampainya di kamar, istrinya semakin mengeratkan pegangannya pada Dimas. Dimas Seperti paham keinginan istrinya.
"Yang, kamu sedang ingin ya?" tanya Dimas lembut.
"Hmm" bales Lisa sedikit malu.
"Ya sudah kita lakukan sekarang ya" ujarnya lagi dan di anggukkan oleh Lisa. Dan Dimas pun memulai ritualnya dengan di Awali doa, setelah itu ia mulai mengecup dahi Lisa dengan lembut, turun ke dua matanya, lalu turun lagi ke pucuk hidungnya kemudian pindah ke kedua pipinya dan kemudian ia pun meraih bibir Lisa dengan lembut ia bermain di sana sejenak.
setelah merasa puas ia bermain lagi di tempat kesuakannya yang seperti ia bilang dua bukit kembar, membuat Lisa mengeluarkan lenguhan hingga akhirnya Lisa telah menikmati puncaknya sekali, membuat Dimas senang melihatnya setelah itu mereka pun mulai menyatukan diri mereka dan di saat permainan ritme sedang berlangsung, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk sangat kecang.
TOK..TOK..TOK..
Dengan spontan Lisa mendorong Dimas hingga penyatuan pun terlepas..
"Yang nanggung, " ujar Dimas yang sepertinya sudah tak tertahankan lagi..
"Ada orang bie, cepat buka dulu" ujar Lisa membuat Dimas frustasi..
"Haiis, siapa sih, ganggu aja!!" ujarnya kesal. lalu dengan terpaksa ia memakai bajunya lagi dan setelah membenarkan selimut istinya ia pun membuka pintu..dan ternyata depan pintu sudah berdiri Ardiyan.
"Hah, Lo ada apa?! ganggu aja.!!" tanya Dimas agak kesal dan karena melihat keringat pada Dimas Ardiyan pun tersenyum licik.
"Ini, pembalasan si Pitung yang tergantung dulu" ujar Ardiyan sambil menaik turunkan Alisnya, membuat Dimas terkejut.
"Sialan Lo Ar ! Lo bales dendam ma gue?!"
"Udah jangan banyak omong, ikut gue sekarang!" titah Ardiyan sembari ia melangkah pergi..
"Hah, tapi ini masih gantung Ar!" seru Dimas frustasi..
"Bodo Amat! pokoknya ikut gue!"
"Ala Mak mimpi apa gue semalam, maaf ya junior sepertinya kita harus menunda perjuangan kita" ujar Dimas yang akhirnya mengikuti Ardiyan keluar rumah.
*********
Kasian banget sih babang Dimas..😁😁
Yang sabar ya babang Dimas nantikan bisa di Lanjutkan lagi.😁
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys..
__ADS_1
LIKE, VOTE DAN KOMENTAR
SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊