Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
JANGAN PERGI DIMAS.


__ADS_3

""""🌠 ARTI SAHABAT 🌠""""


Sahabat adalah bukanlah yang telah lama kamu kenal. Tapi tentang siapa yang datang kedalam hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apa pun.


🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠


Di sisi lain, satu jam sebelum kejadian..


Setelah melakukan perjalanan selama dua jam Akhirnya Mobil Ardiyan pun memasuki halaman rumahnya. dan segera Ardiyan membangunkan Anisah dan Lisa..


"Anisah, Lisa, bangunlah, kita sudah sampai di rumah" panggil Ardiyan pada Anisah dan Lisa. dan keduanya pun perlahan mulai bangun..


"Benarkah hubby, kita sudah sampai?" tanya Anisah dengan suara khas orang bangun tidur..


"Iya sayang bangunlah dan bawaklah Lisa masuk ke rumah kita, biar kamu ada yang menemani.." ujar Ardiyan lagi..


"Baiklah hubby.." bales Anisah lembut..


"Loh kak Dimas mana bang Diyan?" tanya Lisa saat ia membuka matanya, ia tak menemukan suaminya..


"Dimas tadi turun di jalan Lis, tadi ia mendapatkan kabar kalau Ayahnya mengalami kecelakaan.." Jawab Ardiyan,


"Innalilahi wa innailaihi roji'un, lalu gimana keadaan beliau bang?" tanya Lisa cemas..


"Abang belum tahu Lis,"


"Tapi kenapa kak Dimas tidak membangunkan Lisa bang?"


"Mungkin dia tidak ingin kamu khawatir, lagian kamu sedang hamil muda, jadi dia nggak ingin kamu tambah lelah Lis.." ujar Ardiyan memberi pengertian pada Lisa.."Ya sudah, Abang mau kerumah sakit, mau jenguk Ayah Dimas, kalian masuklah" Lanjutnya lagi.


"Lisa ikut ya bang, Lisa juga ingin menjenguk Ayah" ujar Lisa berharap..


"Jangan Lisa,.. sebaiknya tunggu Dimas sendiri yang membawak kamu ya " Bales Ardiyan


"Iya Lis, benar yang di bilang bang Diyan, sebaiknya kita menunggu bang Dimas dulu, baru kita sama-sama kesana ya" Sambung Anisah juga..


"Hmm baiklah, bang, ty,.. Lisa tunggu kak Dimas saja kalau begitu " kata Lisa pasrah..


"Alhamdulillah, ya sudah kalau begitu ubby pergi ya sayang, dan sebaik Sayang dan lisa, istirahatlah dulu ya, karena Kitakan baru menempuh perjalanan jauh, nanti kalau sudah fit, dan Dimas datang baru kalian bisa pergi menjenguk Ayah Dimas" Ujar Ardiyan Pada Anisah..


"BaiklahHubby, kamu hati-hati di jalan ya" bales Anisah lembut..

__ADS_1


"Iya sayang, Ya sudah ubby pergi ya Assalamu'alaikum " Pamiit Ardiyan, dan di akhiri salam..


"Wa'alaikumus salam" Bales Anisa dan Lisa.. Setelah mendapatkan jawaban salamnya Ardiyan pun kembali memasuki mobilnya, dan masih di kemudikan oleh anak buah Dimas, dan tak lama mobil pun mulai melaju meninggalkan Anisah dan Lisa..


Setelah Kepergian Ardiyan, Anisah dan Lisa pun masuk ke dalam rumah Ardiyan, sambil bergandengan tangan..


"Ty, sebelum istirahat kita bikin Makanan dulu yuk Ana lapar " Ujar Lisa saat sudah di dalam.


"Baiklah, apa yang Anti inginkan saat ini?" tanya Anisah, yang paham sahabatnya itu masih dalam masa ngidamnya


"Hmm, Ana kepingin mie rebus ty, yang kuahnya kental, ada udang, ada tahu, ada kentang, ada tauge dan ada telurnya, hmm kayaknya enak deh.." ujar Lisa Sambil menelan air liurnya saat membayangkan makanan yang ia inginkan..


"Baiklah, Mari kita kedapur, kebetulan bahan-bahan yang di perlukan ana melikinya, masak sendiri pasti lebih enak," ujar Anisah sembari mengedipkan sebelah matanya pada Lisa..


"Oke, let's go" bales Lisa penuh semangat, dan akhirnya, mereka berdua pun pergi ke dapur untuk memasak mie rebus keinginan Lisa..


Dan tanpa terasa satu jam juga mereka berada di dapur dan..


"Alhamdulillah, Akhirnya selesai juga.." ucap Anisah merasa lega..


"Alhamdulillah,.hmm dari harumnya sepertinya enak nih, " Sambung Lisa merasa puas karena Akhir apa yang ia inginkan terlah terwujud..


"Ya sudah sekarang kita makan yuk, " Ajak Anisah yang ikut bersemangat ingin menyicipi..


"Ayo ty, kita makan di ruang tv saja" Ajak Anisah..


"Na'am ty, " lalu mereka pun melangkah menuju ke ruang Tv dengan membawa mangkuk Mie tadi, Namun tiba-tiba..


PRAANG!! Mangkuk Lisa terjatuh dari tangannya membuat Anisah terkejut lalu ia pun melihat ke arah Lisa yang masih diam terpaku..


"Astaghfirullah, Anti nggak papa kan" seru Lisa dan sembari meletakkan mangkuk miliknya di meja ruangan itu.., pertanyaan Anisah tidak di respon oleh Lisa, ia hanya memandangi kesebuah pintu dengan tatap yang kosong menurut Anisah..


"Ty, Lisa ada apa?, Anti baik-baik sajakan" tanya Anisah lagi, karena perkataannya tadi tidak direspon Lisa..


"Kak Dimas..ty, di bawah bahunya di penuhi darah " ucap Lisa dengan pandangan masih kearah pintu dan kemudian ia pun terkulai lemas dan akhirnya ia tak sadarkan diri, untung Anisah sedang berdiri di dekatnya jadi ia tak sempat terjatuh karena keburu di tangkap Anisah, Anisah pun langsung memanggil pembantunya dan kemudian mengangkat Lisa dan di letakan di sofa ruangan itu..


___________


Sementara Di rumah sakit Dika yang sedang menangani Dimas, terkejut saat Alat AED, Dimas yang tiba-tiba terhenti..


"DIMAAS!!" Seru Dika dan dengan cepat Dika memompa dada Dimas, namun tak ada reaksi dan akhirnya Dika Meminta rekannya menghidupkan AED (automated external defibrillator) alat medis yang dapat menganalisis irama jantung secara otomatis lalu Dika pun memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung Dimas. Alat ini berfungsi untuk menolong orang yang mengalami berhenti jantung.

__ADS_1


"Ayolah Dimas, Lo nggak boleh mati dengan cara seperti ini!!" Seru Dika yang masih memberikan kejutan pada jantung Dimas.


"Dimas!!, gue nggak akan maafi Lo kalau Lo mati,! Ayolah kembali berdetak, Dimas please berdetak lah.!." Seru Dika lagi, yang kini air mata sudah mulai keluar..


"Dok hentikan,! jangan seperti ini,! jantung pasien sudah tidak merespon alat ini, itu menandakan pasien sudah meninggal dok" ujar Rekan dokter Dika..


"Tidaak!! DIMAAS Lo nggak boleh pergi hiks, DIMAASS !! Aaaaakh !!" Dika berteriak sekuatnya ia kesal pada dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan sahabatnya itu, dan teriak Dika terdengar oleh Ardiyan dan ia pun langsung masuk ke ruang operasi.


"Apa yang terjadi dik?!' tanya Ardiyan penasaran dan ia pun melihat Dika menangis histeris.. Ardiyan pun langsung melihat Dimas yang wajahnya hendak di tutup oleh suster..


"Ini tidak mungkin!, JANGAN DI TUTUP, DIA BELUM MENINGGAL!!" Bentak Ardiyan pada suster itu.


"GUE PERINTAHKAN LO BANGUN SEKARANG DIM !!, LO NGGAK BOLEH MATI DENGAN CARA SEPERTI INI!! BANGUN CEPAT!! "teriak Ardiyan sambil menepuk-nepuk pipi Dimas..dan sama seperti Dika Ardiyan pun tak mampu membendung air matanya namun ia tak mau terisak..


"BANGUN DIMAS!! GUE NGGAK MENGIZINKAN LO PERGI,!! INGATLAH,hiks anak Lo dim, dia membutuhkan Lo.. hiks.. gimana dengan Lisa, hiks.. gue nggak bisa menjaga mereka, Hanya Lo yang harus menjaga mereka.. Bangunlah Dim! " Ardiyan begitu terpukul, dari suaranya yang keras hingga akhirnya tangisnya pecah, ia tak bisa Terima atas Kepergian sahabat terbaiknya itu..


"Ar, tenanglah, jangan seperti ini, mungkin ini sudah menjadi takdir Dimas Ar, hiks hiks, dia harus pergi meninggalkan kita, karena itu Kehendak-Nya Ar, tidak ada yang bisa menentang takdir-Nya, jadi kita harus mengikhlaskan Dimas Ar..Hiks .hiks hiks kita harus ikhlas Ar hiks..hiks " ujar Dika yang masih terisak sedih ia juga tak kuasa menahan tangisnya


" hiks hiks..AAAAAKH!!" Ardiyan menjerit histeris dia menangis sejadi-jadinya dia memukul-mukul dada Dimas, mengguncang-guncangkan tubuhnya..


"BANGUN!! CEPAT BANGUN DIMAS!! GUE TIDAK AKAN MENGAKUI LO SAHABAT GUE KALAU LO TIDAK BANGUN..DIMAS!! BANGUUN!!! Jangan Pergi Dimas! hiks, jangan tinggalkan gue! hiks.hiks." Ujar Ardiyan dari suara yang membentak-bentak hingga suaranya memelan, namun tetap tidak ada jawaban dari Dimas, ia diam seribu bahasa bahkan nafasnya sudah tidak kelihatan lagi membuat Ardiyan benar-benar terpukul, ia menangis sejadi-jadinya..


"Baiklah, tidurlah Lo selamanya, jangan pernah Lo perduli lagi gue, dan gue pastikan Anak bini Lo akan menderita seumur hidup mereka, LO DENGAR DIMAS!!, HIKS GUE PASTIKAN LO AKAN MENYESAL KARENA PERGI DENGAN CARA SEPERTI INI HIKS..HIKS HIKS..Dimas.." seru Ardiyan penuh Amarah juga Kesedihan dan akhirnya ia menjatuhkan kepalanya di tubuh Dimas yang mulai terasa dingin..


"Beriksik banget sih Lo!!"


********


Hiks..Hiks,, Author jadj ikutan nangis😭😭😭


sedih banget lihat Ardiyan 😭😭.


sudah Akh, di lanjutkan besok saja, Jangan lupa ya guys, Tinggalkan jejaknya


**LIKE, VOTE DAN KOMENTAR..


SELALU AUTHOR TUNGGU LOH SYUKRON πŸ™πŸ˜Š


Dan Jangan lupa Ramaikan Novel Author yang di Bawah ini ya dan berikan Dukungannya juga.


.*SANG MUTIARA YANG TERSEMBUNYI"πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2