
"Tapi kenapa harus merahasiakan ini padaku paman?, kenapa tidak berterus terang saja, agar Diyan tidak salah paham pada Dimas maupun kakek, kenapa paman?" Tanya Ardiya lirih, dan terlihat juga matanya telah berkaca-kaca seperti ingin menangis.
Ayah Dimas terdiam sesaat, lalu ia kembali menepuk pundak Ardiyan.
"Akan lebih mudah melindungi tuan muda bila Anda tidak mengetahuinya" Balas nya sambil ia berdiri, "Dan kini giliran Anda yang harus menjaga kakekmu dan Pramana grup Tuan muda, karena itu sudah menjadi tanggung jawab tuan muda, saya permisi tuan muda" tambah Ayah Dimas sambil ia berlalu meninggalkan Ardiyan yang hanya terdiam.
Untuk beberapa saat Ardiyan mengingat semua yang terjadi dan tanpa terasa air mata mengalir, dia tidak menyangka sebenarnya kakeknya begitu menyayanginya, dan ternyata selama ini dia sudah salah paham pada kakeknya, hingga ia terjerumus dalam kemaksiat karena kemarahannya kepada sang kakeknya,
Di saat Ardiyan lagi mengingat semuanya tiba-tiba seseorang mengelus pundaknya, Ardiyan pun menoleh, dan ia sedikit kaget melihat seorang wanita bercadar berdiri di belakang kursi yang ia duduki,
"Anisah!" sentaknya kaget karena dia tidak menyangka kalau istrinya ada di taman rumah sakit itu juga, dengan cepat ia mengusap air matanya.
"Assalamu'alaikum hubby?." Salam Anisah sembari ia duduk di samping suaminya,
"Wa'alaikum salam.. kenapa kamu bisa ada di sini Nisah?" Tanya Ardiyan, heran.
"Tadi bang Dimas menjemput Nisah Hubby dan dia juga mengatakan kalau kakek lagi sakit" jawabnya sambil menghapus air mata Ardiyan yang masih tersisa di pelupuk matanya, Ardiyan pun langsung memeluk istrinya,
__ADS_1
"Anisah?.. hiks..Jangan bilang hiks..aku jagoan cengengmu lagi ya, hiks.." Kata Ardiyan, sambil menahan Isaknya, karena ia tak ingin istrinya tahu kalau dia sedang menangis di dalam pelukannya, namun tetap saja Anisah mendengar isakannya itu.
"Tidak kok Hubby,.. jagoan Nisah tidak cengeng kok, tapi untuk hari ini Nisah memperoleh hubby menangis," Balas Anisah lembut sambil mengelus punggung serta rambut Ardiyan penuh dengan kasih sayang.
"Menangislah hubby agar hatimu tenang, menangis bukan berarti kita lemah, namun terkadang menangis bisa menjadikan kekuatan bagi kita, jadi jangan malu hubby," Lanjut Anisah masih dengan kelembutan, membuat hati Ardiyan menjadi teduh dan tenang.
"Terima kasih Nisah, kamu selalu bisa membuat hatiku lebih tenang dan nyaman" ucap Ardiyan sambil menggenggam kedua tangan Anisah.
"Sama-sama hubby" sambil mendekati kuping Ardiyan untuk membisikan sesuatu,
"Hubby lain kali menangisnya saat sedang berkeluh-kesah pada Allah ya, karena Ia sangat menyukai seorang hamba yang menangis di hadapan-Nya, dan Ia juga tidak akan mengatakan kalau hubby jagoan cengeng" bisiknya pada Ardiyan, membuat Ardiyan tersenyum lalu mencubit hidung Anisah yang tertutup cadar.
"Ya sudah, sekarang kita keruang kakek yuk." Ajak Ardiyan yang kemudian ia pun bangkit dari duduknya, di ikuti oleh Anisah, lalu ia pun menggandeng tangan istri kecilnya dan melangkah menuju keruangan rawat kakek Rusdi.
Sesampainya di ruangan kakek Rusdi. Ardiyan menghentikan langkahnya saat melihat Dimas sedang tertidur di sofa terlihat wajah lelah sahabat yang sempat ia benci karna menyangka Dimas telah merebut kasih sayang kakeknya selama ini. Kemudian ia kembali melangkah menghampiri kakeknya yang terbaring lemah, belum sadarkan diri.
"Kakek Anisah datang sadarlah kek, jangan buat Diyan takut" Kata Ardiyan yang terlihat sendu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum kek, Nisah datang menjenguk kakek" salam Anisah sambil mencium tangan kakek Rusdi.
Tak lama terbukalah mata kakek, lalu ia tersenyum melihat Anisah.
"Kakek sudah sadar?, Diyan panggil dokter dulu ya kek" ucap Ardiyan yang ia berlalu, mencari sang dokter. Dan tak berapa lama dokter pun datang dan meriksa ke adaan kakek Rusdi,
"Alhamdulillah kakek anda sudah mulai membaik dan tinggal masa pemulihan dan ingat jangan membuat jantungnya terpicu kencang ya pak, " ucap dokter,
"Baiklah dok saya akan menjaganya" ucap Anisah, membuat kakek tersenyum mendengar itu, ada makna di balik senyumnya.
Bersambung..
________________
Ada apa yaa🤔🤔🤔🤔
di lanjutkan besok akh, dah ngantuk 😴😴
__ADS_1
met malam guys..
Eaiitt, Jangan lupa yaa untuk meninggalkan jejaknya.💗😉😉