Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
BUKAN WONDER WOMAN.


__ADS_3

πŸ’₯ KALAM ALFAQIROH πŸ’₯


"Kezholiman akan terus ada, bukan karena, banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik"


___πŸ’₯Ali bin Abi Thalib πŸ’₯___


πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†


Setelah memberikan perintah pada anak buahnya untuk menghabiskan Anisah dan Lisa pria misterius itu berjalan keluar menuju mobilnya, sebelum ia masuk ke dalam mobilnya ia kembali menoleh kepada anak buahnya yang berada di belakangnya..


"Pastikan mereka benar-benar tewas, setelah itu kirim mayatnya ke suami-suami mereka sebagai kado dari ku" ujar pria misterius itu pada anak buahnya..


"Baik bos !" bales anak buahnya tegas.


"Hahaha, Ardiyan, Dimas..gue begitu menantikan kehancuran kalian selama ini, dan hari ini adalah hari awal kehancuran kalian hahahaha" Hardik pria misterius itu lalu tertawakan penuh ke puasan..


"Kata siapa hari ini adalah hari kehancuran kami?!" Seru seseorang yang tiba-tiba muncul dengan beberapa orang lagi berada di belakangnya..


"Ardiyan, Dimas?!! " sentak Pria misterius kaget melihat kedatangan Ardiyan dan Dimas..


"Hai, Axsal, lama kita tidak bersua ya?.. terakhir kali saat Lo memohon pada kami, agar tidak menghancurkan perusahaan Lo dan keluarga Lo, hmm sepertinya cicak kecil sudah berubah menjadi buaya yang ganas ya,?! "Ujar Dimas sinis.


"Hahaha, Terimakasih atas pujian Lo Dimas,..


tapi itu adalah hukum Alam, ketika ia kecil akan menjadi penurut, tapi ia akan bodoh kalau setelah besar tetap menjadi penurut !" Balas pria itu yang ternyata Axsal, sepupu dari Giovani.


"Apa yang Lo inginkan?" tanya Ardiyan dingin.


"Yang gue inginkan kehancuran Lo pada!!." jawab Axsal dengan senyum sinisnya.


"Cih, Lo terlalu banyak bermimpi man, sama seperti sepupu Lo, yang sekarang sudah mendekam di penjara, dan Lo juga akan menyusulnya" Kali ini Dimas menimpalin.


"Hahaha, itu karena dia terlalu bodoh!, yang salah mencari dukungan, dan itu berbeda dengan gue yang cukup cerdas.." bales Axsal yang masih tenang.


"Heh!.. terlalu percaya diri sekali Lo ya?!" ujar Ardiyan tersenyum sinis.


"Sopasti man..? hidup ini harus memiliki kepercayaan diri, agar semakin bersinar" bales Axsal penuh percaya diri.


" Cih.. banyak omong lo..di mana istri-istri kami?!" bentak Dimas mulai geram..


"Istri kalian?, hahahah, mungkin mereka sekarang sudah menjadi mayat yang tak berguna lagi! haha" Ujar Axsal puas hingga ia terkekeh.

__ADS_1


"Kata siapa kami sudah menjadi mayat?!" Seru seorang wanita bercadar yang tiba-tiba keluar dari bangunan kosong itu dan di ikuti seseorang lagi yang juga wanita bercadar..


Seketika para pria yang ada di situ langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


Dan mereka juga menyaksikan kedua wanita bercadar itu menyerang kedua penjaga yang ada di depan pintu rumah kosong tersebut..


BAGH...BUGH.. BAGH.. BUGH..


Seketika dua penjaga itu terkapar tak berdaya.


para lelaki tercengang melihat Adegan tersebut..


"Woow.. Wonder Woman..?!" suara Axsal mengalihkan pandangan Ardiyan dan Dimas yang tadi melihat aksi istrinya kini beralih ke Axsal..


"Mereka Bukan Wonder Woman, tapi mereka Adalah Mar'atush Sholihah kami " Bales ardiyan Ardiyan bangga.


"Apa itu Mar'atush Sholihah?" tanya Axsal tak paham..


"Istri Sholehah yang mampu menjaga martabatnya sebagai seorang istri, makanya kalian semua tak akan bisa menyentuhnya" Jawab Dimas yang juga bangga memiliki istri seperti Lisa


"Oh, sepertinya kalian begitu bahagia memiliki mereka ya?" tanya Axsal dengan senyum sinisnya.


"Tapi sayang, seperti kebahagiaan kalian akan berakhir sampai di sini !" ujar Axsal lalu ia mengelus pistolnya dan mengarahkannya kepada Anisah dan Lisa.. membuat Dimas tersentak dan dengan cepat ia pun menendang pistol di tangan Axsal, membuat pistolnya terpental jauh, lalu dengan sigap ia juga menendang Axsal yang tak memiliki persiapan apapun hingga ia terjatuh dan dengan sigap juga Dimas menarik tangan Axsal kebelakang hingga ia tak bisa bergerak lagi.


"Lepaskan gue!!" teriak Axsal yang sudah tak berdaya.


"Melepaskan Lo?, mimpi saja Lo sana!" hardik Dimas " kamu..? ikat dia dan serah ia pada pihak yang berwajib serta serahkan semua barang buktinya" lanjut Dimas pada anak buahnya dan memberi titah pada mereka agar mengambil Alih atas Axsal.


"Baik pak " setelah mendapatkan titah Anak buah Dimas pun langsung mengikat Axsal dan membawanya ke mobil mereka.. sebelum ia masuk ke dalam mobil Axsal sempat berteriak..


"Tunggu pembalasan gue, kalian akan membayarnya nanti!!" teriak Axsal penuh dendam.


"Dengan senang hati gue akan menunggu Lo..itu pun kalau Lo bisa bebas" bales Dimas santai sambil mengedipkan matanya. membuat Axsal semakin geram, di saat ia ingin bales anak Buah Dimas langsung memasuki Axsal kedalam mobil dengan paksa, dan tak lama mobil pun melaju..


Setelah kepergian Axsal،, Ardiyan dan Dimas langsung menghampiri istri-istri mereka dan langsung memeluk istrinya masing-masing..


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Ardiyan cemas


"Alhamdulillah kami baik-baik saja hubby, Nisah dan anak kita sangat baik" bales Anisah lembut.


"Alhamdulillah Terimakasih ya Allah, engkau telah melindungi hartaku yang paling berharga" ucapan puji syukur Ardiyan pada Sang Maha Pelindung, lalu ia pun mengecup dahi Anisah dan memeluknya kembali..

__ADS_1


____


Sementara Dimas dan Lisa


"Kamu tidak apa-apa kan yang? "tanya Dimas yang juga cemas sejak tadi, karena ia tahu istrinya sedang hamil muda yang menurutnya sangat rentan.


"Alhamdulillah, kami juga baik-baik saja bie,.." bales Lisa sambil memegang perutnya..


"Alhamdulillah ya Allah " ucap Dimas sambil mengusap kepala Lisa lalu mengelus perut Lisa, setelah itu ia mengecup kening istrinya juga dan memeluknya kembali.


"Ya sudah ayo kita pergi dari sini, dan langsung ke rumah sakit saja Dim" Ajak Ardiyan yang masih merangkul pundak istrinya..


"Baiklah Ar.. ayo yang?" bales Dimas serta merangkul pundak istrinya juga dan mengajaknya ke mobil mereka..


Setelah semuanya masuk Dimas pun mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Di dalam mobil..


"Mau apa kita ke rumah sakit by?" tanya Anisah, yang paling tidak suka mendengar kata rumah sakit.


"Hanya memeriksa kalian sayang, agar kita tahu apakah anak kita baik-baik saja di sana" bales Ardiyan lembut.


"Hubby, Nisah yakin kok anak kita baik-baik saja, jadi kita pulang saja ya by" ujar Anisah yang males untuk pergi kerumah sakit..


"Sssth, nggak boleh bantah, sayang, lagian kamu belum pernah di USG sayang, jadi sekalian saja agar kita tahu juga apa jenis kelamin anak kita ya Sayang.." jelas Ardiyan lembut..


"Tapi hubby..."


"Sssth, tidurlah sayang, kamu pasti lelah karena perkelahian tadi" potong Ardiyan hingga Anisah tak bisa meneruskan kata-katanya lagi..


"Hmm iyaa" bales Anisah singkat lalu ia pun meletakkan kepalanya di pangkuan Ardiyan dan tak berapa lama akhirnya ia terlelap.


BERSAMBUNG


**Jangan lupa ya tinggalkan jejaknya..


LIKE🌌VOTE🌌DAN KOMENTAR 🌌


SELALU AUTHOR TUNGGU


SYUKRON πŸ™πŸ˜Š**

__ADS_1


__ADS_2