
﷽♥ MUTIARA HIKMAH♥﷽
≈≈> Kupu-kupu tidak pernah tahu bahwa dirinya indah, namun orang yang melihatnya yang merasa bahwa kupu-kupu itu indah,,
≈≈> Begitu pula ketulusan dan kebaikan seseorang. Jangan pernah merasa diri kita baik, Namun biarlah orang yang di sekitar kita yang merasakan bahwa diri kita baik,,
≈≈> Dan teruslah tebarkan kebaikan karena kita tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan mengantarkan kita ke syurga-Nya Allah,,
▫▫▫▫▫>•{ Quote of the day }•<▫▫▫▫
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Setelah Syukuran Ardiyan dan Anisah selesai para tamu semua berpamitan pulang. Dan berhubung Anisah yang sepertinya ke lelahan Ardiyan pun memutuskan untuk bermalam di pondok lagi, Namun tidak untuk Dimas dan Lisa, mereka pun berpamitan pada keluarga Ustadz Khairul dan Ardiyan.
"Bi, Mi, Dimas dan Lisa pamiit pulang ya, " pamiit Dimas pada kedua orang tua Anisah.
"Kenapa tidak bermalam di sini lagi nak?" tanya Umi syadiah lembut.
"Tidak mi, tidak enak meninggalkan rumah terlalu lama" ujar Dimas sopan.
"Oh ya sudah kalau gitu nak, hati-hati di jalan ya" ujar Umi syadiah mengingatkan.
'Iya mi, oh iya Ar, besok jadikan ke kampung Lisa?" tanya Dimas sebelum salam pamitnya.
"In syaa Allah jadi Dim, kan kita juga sekalian mau menyaksikan Dika walimah" jawab Ardiyan mengingat Dimas, tentang Rencana Dika. " Lo persiapkan saja Dim, semuanya biar besok kita akan langsung berangkat" tambah Ardiyan lagi.
"Oke bro.. ya sudah kalau gitu kami pamit ya, Assalamu'alaikum" salam Dimas berpamitan.
"Wa'alaikumus salam " Jawab mereka bersamaan. setelah mendapatkan jawaban Dimas dan Lisa pun menaiki mobil mereka dan tak lama mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
_____
Di dalam mobil..
"Ayang, kalau lelah tidurlah nanti bibie akan bangunkan bila sudah sampai " Ujar Dimas pada istrinya.
"Tidak bie, Lisa tidak mengantuk " Bales Lisa lembut.
"Oh ya sudah kalau begitu, atau kamu ada keinginan yang?" tanya Dimas.
"Bie, Lisa ingin itu " ujar Lisa sembari menunjuk sesuatu, Dimas pun memberhentikan mobilnya, lalu ia mengikuti Arah telunjuk Lisa..
"Kamu ingin jagung bakar yang?" tanya Dimas yang ternyata Lisa menunjuk pedagang jagung bakar. dan di Anggukkan oleh Lisa dengan mata yang berbinar.
"Ya sudah ayo kita turun ", mereka pun turun dari mobil, dan langsung menghampiri pedagang jagung itu. sesampainya di sana..
__ADS_1
"Kamu ingin makan berapa yang?" tanya Dimas
"Dua bie satu pedas yang satunya manis" bales Lisa semangat.
"Pak bikinin dua ya, satu pedas satu manis" ujar Dimas pada si pedagang jagung.
"Tapi Lisa maunya bibie yang bakarin " pinta Lisa dengan nada manjanya.
"Eh, kok bibie?, nanti bibie bau Asap dong yang" protes Dimas membayangkan membakar jagung pasti akan bau Asap.
"Nggak papa Lisa suka bie"
"Ah, kamu ada-ada aja sih yang,.. ya sudah kalau gitu, demi kau Dan sih buah hati bibie rela berbau asap" ujar Dimas sembari mendekati bapak si penjual jagung.
"Pak maaf, bolehkah saya bakar sendiri jagungnya?, karena ini Permintaan si jabang orok pak" ujar Dimas sopan.
"Boleh den boleh silakan, ternyata istrinya lagi ngidam ya den?" tanya bapak si penjual jagung.
" hehehe..Iya pak, makanya nih, saya rela berasap-asapan demi Permintaan ibu hamil" bales Dimas sambil cengengesan. sambil mengipas-ngipas jagung yang sedang di bakar
"Nggak papa nak, nikmatilah masa-masa ini, nanti suatu saat menjadi kenangan indah untuk di ceritakan pada si buah hati nanti" ujar bapak itu lagi.
"Iya juga ya pak, tapi istri saya ngidamnya aneh pak, bila dekat saya dia mual-mual apakah bapak pernah ngalamin itu?" tanya Dimas yang masih mengipas jagungnya.
"iya den, bahkan yang lebih lucunya istri bapak mau dekat ketika bapak baru pulang dari pasar padahal bapak bau amis karena ikan den.." ujar sang bapak.
"Ya mau gimana lagi nak, namanya orang ngidam kalau tidak di turuti nanti anaknya ileran loh"
"Iya juga ya pak, Aduh jadi serba salah"
"Ya begitulah den, intinya aden sebagai suami harus sabar menghadapinya " ujar bapak itu menasehati Dimas
" Iya pak, in syaa Allah.. Eh ini udah matangkan pak?" tanya Dimas menunjukkan jagung yang ia bakar tadi.
"Sudah den, sudah Mateng kok" kata sang bapak.
"Alhamdulillah, kalau gitu berapa semuanya pak?" tanya Dimas sembari mengeluarkan dompetnya.
"Karena istri Aden lagi ngidam tidak usah di bayar den" ujar bapak itu tulus.
"Tidak bisa begitu pak, bapak kan sedang mencari nafkah untuk keluarga, "
"Rezeki nggak pernah salah kok den, dan Allah pasti sudah mempersiapkan Rezki untuk bapak, jadi bapak tulus memberi jagung bakar itu untuk istri Aden yang lagi ngidam " ujar bapak itu tulus, membuat Dimas kagum padanya.
"Ya sudah kalau begitu pak, saya terima jagungnya saya mengucapkan terimakasih " ucap Dimas tulus, lalu ia mengambil beberapa lembaran uang kertas merah
__ADS_1
"Ini untuk bapak dari Allah, yang sudah di titipkaan Nya dengan saya jadi harus bapak terima ya.." ujar Dimas sembari menyerahkan beberapa lembaran uang merah tadi.
"Ma syaa Allah, kamu baik sekali nak, Semoga Allah membalas kebaikan mu nak berkali-kali lipat, dan semoga kebahagiaan mu tak akan pernah putus hingga Akhir..' ucap Bapak itu tulus
"Aamiin, ya sudah saya pamit ya pak, Assalamualaikum" pamit Dimas pada bapak penjual jagung.
"Wa'alaikumus salam" setelah di jawab Dimas pun menghampiri istrinya.
"Ini yang jagungnya.."ujar Dimas sembari menyerahkan jagung yang ia bakar tadi.
"Sekarang bibie makan ya.. jagungnya" bales Lisa membuat Dimas heran
"Kok jadi bibie yang makan yang? bukankah kamu yang kepingin tadi?" protes Dimas bingung.
"Iya tapi Lisa maunya bibie yang makan loh"
Dimas menepuk jidatnya " Ala mak, kalau memang untuk gue sendiri ngapain juga gue repot-repot bakarnya" gerutu Dimas kesal.
"Ya sudah kita pulang, nanti di rumah saja bibie makannya" Ajak Dimas dan mereka pun kembali menaiki mobilnya karena sudah mendekati dengan rumah mereka, tak berapa lama pun mereka sampai.
"Bibie mandi dulu ya yang, bau asap banget nih badan bibie." keluh Dimas yang memang badannya bau Asap akibat bakar jagung tadi.
"Jangan mandi bibie, Lisa suka baunya hmm " ujar Lisa sembari menciumi leher Dimas dan memeluknya.
"Ay..ini sepertinya Bau Asap pembawa nikmat nih, " ujar Dimas senang, " Kamu yakin yang, bibe tak perlu mandi?" tanyanya lagi ingin memastikan perkataan sang istri.
"Ho'oh ' bales Lisa singkat.
"Wokay, deh kalo begitu, Let's go..." ujar Dimas penuh semangat, sembari menggendong Lisa ala bridal style..lalu membawanya ke kamar mereka
" I'm coming dua bukit kembar dan hutan belantara, aku sudah merindukan kalian arrrr.." Seru Dimas penuh semangat membuat Lisa gemas dan memukul dada bidangnya..
**BERSAMBUNG..
**************
Haiis..Dasar Dimas somplak 🙄😒
ada-ada aja dah kelakuannya😁😁
Dukung Author terus ya guys 🙏😊
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
LIKE..VOTE DAN KOMENTAR..
__ADS_1
MENJADI PENYEMANGAT AUTHOR LOH..
SYUKRON 🙏😊**