
Setengah jam kemudian Dika pun keluar dari ruangan Andi, Ardiyan dan Dimas yang melihat sahabatnya keluar langsung menghampirinya..
"Gimana keadaan Andi sekarang Dik..? tanya Dika penasaran..
"Alhamdulillah, dia sudah stabil Ar" balas Andi.
"Alhamdulillah..hah.. syukurlah" Ardiyan bernafas lega setelah mendengar ucapan Dika.
"Gue minta.. Lo benar-benar harus menangani Andi dengan baik ya dik." ujar Ardiyan lagi.
"Lo tenang aja, gue akan melakukan yang terbaik buat dia" bales Dika,
"Baguslah,.. gue percayain Andi ma Lo, buat dia sembuh" Ujar Ardiyan lagi.
"Oke bro" bales Dika singkat
"Tapi Ar, Andi masih membutuhkan darah, dan stok darah di rumah sakit ini sedang habis Ar." ujar Dika lagi.
"Ambil darah gue aja, gue sama andikan memiliki darah yang sama " bales Ardiyan lagi..
"Nggak bisa Ar, Lo kemarin juga habis kehilangan darah juga, jadi sebaiknya Lo pulihkan dulu kesehatan Lo" bales Dika lagi.
"Tenang Ar, gue sudah meminta Anak buah gue untuk mencari darah sejenis Andi di rumah sakit lain" timpal Dimas yang juga khawatir akan Ardiyan.
"Baguslah kalau begitu" bales Ardiyan. dan
disaat bersamaan ada seorang Pria berjas hitam datang dan langsung menghampiri Dimas, serta ia membisikkan sesuatu padanya. setelah selesai ia pun pergi kembali.
"Ada apa?" tanya Ardiyan yang melihat perubahan wajah Dimas setelah mendapatkan bisikan.
"Orang yang mengajak Andi balapan, sekarang lagi di tahan Jordy di klub Ar." jawab Dimas.
"Ya sudah ayo kita kesana sekarang!" Ajak Ardiyan
"Ar, serahkan ini ma gue, lo kan juga belum sembuh benar, jadi sebaiknya Lo istirahat aja Ar." ujar Dimas khawatir.
"Iya Ar, gue saranin Lo istirahat aja, ingat luka di tangan Lo juga belum kering.." timpal Dika juga.
"Sudah kalian diamlah!, gue nggak bakalan bisa istirahat kalau gue belum tahu, siapa orang di balik semua ini !" Seru Ardiyan geram pada orang yang ingin membunuhnya.
"Tapi Ar..."
"Sssth, jangan banyak omong Ayo pergi!" lanjut Ardiyan lagi memotong perkataan Dimas, lalu ia pun berlalu meninggalkan Dika dan Dimas yang masih berdiri di depan pintu ruangan Andi di rawat.
__ADS_1
"Haiis, kenapa teman Lo keras kepala banget sih Dik?" ujar Dimas pasrah lalu ia pun ikut melangkah mengikuti Ardiyan.
"Ay..lah itukan teman Lo juga, bahkan bos Lo lagi" seru Dika keras karena Dimas sudah sedikit menjauh, dan Dimas hanya mengakat dua jarinya keatas bahu tanpa menoleh ke arah Dika, dan ia terus berjalan di belakang Ardiyan menuju ke mobil mereka. sedangkan Dika kembali masuk ke ruangan rawat Andi.
_____
Di dalam mobil Ardiyan..
"Ar?, firasat gue mengatakan kalau ini ada hubungannya dengan Giovani deh." Ujar Dimas sembari ia menyetirkan mobilnya.
"Iya gue juga merasa begitu, tapi siapa di balik Giovani?, karena gue merasa Giovanni tidak mungkin seberani itu bila tidak ada yang mendukungnya" bales Ardiyan dengan dahi sedikit di kerutkan.
"Tapi yang jelas bukan om Lo kan?"
"Bukan Dim, om gue cuma alat bagi mereka"
"Ar, mungkinkah ini ada hubungannya dengan Axsal?" ujar Dimas, tuk beberapa saat Ardiyan terdiam
"Kalau memang dia dalangnya, gue akan menghancurkan dia berkeping-keping!" balas Ardiyan geram..dan saat bersamaan mereka pun sampai di klubnya Jordy, karena hari masih siang klub terlihat sepi.
Ardiyan dan Dimas pun memasuki klub tersebut dan di sambut oleh Jordy.
"Dimana mereka?" tanya Ardiyan yang sudah tidak sabar ingin menemui mereka.
"Ayo ikut gue.." ajak Jordy, mereka akhirnya pun berjalan menuju sebuah ruangan yang di sana sudah ada tiga orang pria yang sedang di ikat. Ardiyan pun langsung menghampiri mereka.
"Cih mana gue tahu" jawab salah satu dari mereka.
"Itu karena kalian sudah membangunkan singa yang sedang tertidur.. kalian tahu siapa gue?" ucap Ardiyan tenang.
"Mana gue tau!" jawab orang itu lagi ketus.
"Gue Ardiyan" ucap Ardiyan masih tenang.
"Lo Ardiyan?.. lalu siapa yang tadi malam balapan sama gue?" tanya orang tersebut sedikit terkejut.
"Yang balapan sama Lo adalah saudara gue,! dan Lo juga sudah membuat dia terbaring di rumah sakit, " ujar Ardiyan mulai geram
"Hahaha, itu salah dia sendiri, kenapa dia harus mengakui sebagai Lo " bales orang itu terkekeh.
"Diam Lo !!, sekarang katakan apa mau kalian sebenarnya?!!" tanya Ardiyan tambah geram
"Nyawa Lo, agar keluarga gue terbebas dari musuh Lo!" jawab orang itu lagi.
__ADS_1
"Musuh gue?, siapa musuh gue?" tanya Ardiyan penasaran, dan saat bersamaan hp nya berdering, tanda seseorang telah menghubungi Ardiyan. lalu Ardiyan pun mengambil benda pipih itu yang ada di dalam sakunya, terlihatlah nama yang tertera di layar hp nya adalah Aji supir Anisah.. Ardiyan pun langsung mengangkat panggilan tersebut..
Ardiyanπ±" Halo Assalamu'alaikum"
Pak Ajiπ²" wa'alaikumus salam den.."
Ardiyan π±" Ada apa mang?"
Pak Aji π² " Den maafi Mamang.."
Ardiyan π±"Ada apa mang cepat katakan!" Ardiyan mulai panik.
Pak Aji π²" Den tadi saat Mamang mengantarkan neng Nisah dan neng Lisa ke pondok mobil kami di hadang dengan dua mobil, dan mereka semua bersenjata den"
Ardiyan π±" Lalu apa yang terjadi?!" dada Ardiyan bergemuruh Antara cemas dan takut, mendengar sesuatu yang tidak diinginkannya.
Pak Aji π²" Neng Nisah dan neng Lisa di Bawak oleh mereka den"
Ardiyan π±"APAA..!! Di mana posisi kalian sekarang?!" Ardiyan nampak begitu geram dan juga panik.
"Pak Aji π²" Saat ini saya di jalan xc den"
Ardiyan π±" Tunggu aku di sana " Tut.. Ardiyan langsung menutup sambugannya tanpa mendengar balesan dari seberang. sedangkan Dimas yang melihat perubahan Ardiyan langsung bertanya.
"Ada apa Ar? kenapa Lo panik" tanyanya penasaran..
"Para calon ibu di culik Dim!"
"APAAA?!!"
"Hahahaha, musuh mulai beraksi" jawab lelaki yang tadi berbicara pada ardiyan, Ardiyan yang mendengar tawaan orang tersebut tambah geram iapun menarik kerah baju orang tersebut dengan getam.
"Katakan siapa mereka ?!!" Bentak Ardiyan geram.
"Dia Axsal, sorry gue nggak bermaksud untuk menembak teman Lo, gue terpaksa karena keluarga gue juga di tahan oleh Axsal" jawab orang itu lagi.
"Gue sudah menduganya,!, Lo siapa kenapa Lo bisa terlibat oleh Axsal?" tanya Ardiyan, kini ia mulai sedikit tenang..
"Gue Bram,.. Axsal, Adalah teman bisnis gue, tapi sejak gue tahu dia melakukan hal-hal yang kotor gue memutuskan untuk tidak mau bekerjasama lagj sama dia, tapi dia malah menahan keluarga gue " ujar orang itu yang bernama Bram.
"Oke sekarang Lo bekerjasamalah dengan gue dan berpura-puralah, Lo masih berkerjasama dengannya, tapi Lo harus memberikan informasi sama gue gimana?"
BERSAMBUNG..
__ADS_1
Jangan lupa yaa tinggalkan jejaknya..
Yang ingin tahu siapa Axsal itu ada di Episode "sengsara membawa nikmat.*