Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
PARA CALON-CALON AYAH.


__ADS_3

🌹KALAM ALFAQIROH🌹


"Wanita itu sama seperti bunga.


Mereka harus di perlakukan dengan lembut


Baik dan penuh kasih sayang.


___🌹Ali bin Abi Thalib 🌹___


β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡πŸŒΉβ‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡β‡


Kebahagiaan menyelimuti keluarga kecil Dimas betapa tidak, karena istri tercintanya kini telah mengandung buah hati cinta mereka.


Dimas Begitu senang mengetahui Lisa hamil tapi juga sedih karena istrinya jadi tak mau dekat-dekat dengannya, hingga tadi malam ia harus tidur di sofa dan bergulingkan benda mati, membuat jadi sulit untuk tidur, perubahan istrinya membuat ia benar-benar sedih


seperti saat ini biasanya bila ia hendak berangkat kerja ia akan selalu melakukan R.P.S.nya tapi sekarang malah dapat usiran oleh sang istri.


"Yang, biby, mau berangkat nih masa nggak RPS dulu, bibykan jadi nggak semangat kerja yang." ujar Dimas memelas.


"Nggaak mau bibie!..pergilah Lisa mual lagi nih hmmpt" serunya sambil menutup mulutnya seperti menahan mual.


"Hiss..kamu tega yang membiarkan aku merana, seorang diri..aduh kok kayak sebuah lagu yaa.."


"Pergiiii kak Dimas, pergiiii.. Lisa nggak mau lihat wajah kak Dimas hmmpt" pekikkan lisa membuat Dimas semakin sedih..


"Astaghfirullah..iya iya ini juga mau pergi.. kamu tega banget sih yang" bales Dimas sambil jalan mundur.. namun wajahnya masih menatap istrinya yang masih di atas tempat tidur dengan kedua tangannya menutup mulutnya.


"Jangan Lisa bibie balikan badannya cepat! hmmpt" lagi-lagi pekikkan lisa membuat hati Dimas terasa sakit, tapi ia juga tahu kalau itu bukan keinginan istrinya makanya ia berusaha sabar menghadapi istri kecilnya itu.


"Iya yang, ini biby dah balik badan.." bales Dimas pasrah ia pun membalikkan badannya..


"Segitunya kamu membenci diriku yang.. eh itukan bawaan ibu hamil, berati anak gue dong yang benci ma gue.. Astaghfirullah kamu tega sekali sih nak" Gumam Dimas yang teringat akan anaknya.


"Ya udah kalo gitu biby pergi kerja ya, kamu hati-hati di rumah, dan makan yang banyak biar anak kita cepat besar, ya sayang" ujar Dimas yang tak berani menoleh ke arah istrinya..


"Iyaa in syaa Allah, sekarang kak Dimas boleh pergi" bales Lisa dengan suara yang tertahan karena tertutup oleh tangannya.


"Iya ya sudah biby pergi Assalamu'alaikum" pamit Dimas yang masih posisi membelakangi Lisa.


"Wa'alaikumus salam" setelah mendapatkan jawaban dari sang istri Dimas pun melangkah lunglai keluar dari kamarnya dan pergi menuju rumah Ardiyan, dengan wajah yang begitu lusuh tidak semangat..


"Kenapa tuh muka? kayak cobek penggilingan?" Tegur seseorang saat ia memasuki halaman rumah Ardiyan..


"Diam Lo Ar..!!" bales Dimas ketus..dan ternyata yang menegurnya adalah Ardiyan.

__ADS_1


"Ada apa bang Dimas? kenapa nggak Semangat gitu?" tanya Anisah yang ternyata juga berada di sana.


"ini dek nis..ayang Lisa sudah hamil" bales Dimas masih bermuka suram..


"Alhamdulillah.. Akhirnya bang Dimas dan ty Lisa mau jadi orang tua juga,."ujar Anisah ikut senang.


"iya dek Alhamdulillah kami sudah di berikan kepercayaan sama Allah"


"Iya bang.. tapi kenapa bang dimas sedih gitu apa nggak senang ty Lisa hamil? " tanya Anisah heran karena wajah Dimas menggambarkan Kesedihan.


"Senang kok dek, cuma ayang Lisa jijik lihat aku dek, dia selalu mual kalau lihat Abang.." keluh Dimas sedih..


"Huahahaha.. mampos Lo.." mendengar sahabat sedang curhat Ardiyan malah terbahak-bahak mendengar perkataan Dimas.


"Hubby..?!! kok gitu sih malah tertawakan bang Dimas sih" tegur Anisah sebal melihat suaminya menertawakan Dimas..


"Tau nih, itu namanya Lo bahagia di atas penderitaan gue tauu!!" Sambung Dimas kesal karena di tertawakan oleh sahabatnya itu..


"Sorry sorry.. maaf loh sayang, ubby keingat aja masa-masa kamu baru-baru hamil, kamu ingatkan ubby yang selalu mual-mual dan ubby yang selalu ngidam.. nah, Dimas dulu sering ngeledekin ubby juga sayang.. jadi hari ini dia kenak karma tuh.."ujar Ardiyan membela diri.


"Hust, nggak boleh di bilang karma hubby, itukan Anugerah yang harus kita syukuri" bales Anisah menasehati suaminya..


"tau tuh ngomong Asal jeplak aja" Timpal Dimas..


"Huaaa yang Lo katakan benar Ar, gue sekarang tidurnya nggak pakai guling hidup lagi.." keluh Dimas lagi


"Hahaha rasain Lo, tidur tuh sama guling mati" ejek Ardiyan terkekeh.


"Haiis ini apasih..Para calon-calon ayah jadi pada tukang ngerumpi yaa" tegur Anisah geleng-geleng kepala lihat suami dan sahabatnya malah pada curhat.


"Eh, maaf calon ummah, tapikan nggak ngerumpiin orang" ujar Ardiyan membela diri.


"Sudah sudah pada berangkat sana.. nanti kalian telat loh by" ujar Anisah lagi.


"Baiklah sayang, oh iya kmu nggak sekalian ikut ubby ke pondok?' tanya Ardiyan pada Anisah.


"Tidak by, Nisah mau ke rumah bang Dimas dulu lihat ty Lisa " bales Anisah lembut.


"Oh ya sudah kamu hati-hati ya, ingat kmu juga calon ummah loh..dan kalau nanti mau ke pondok minta Antarkan mang Aji aja ya" ujar Ardiyan


"Iya by, in syaa Allah Nisah bisa jaga diri kok, ya udah sana berangkat" bales Anisah..


"Iya sayang, kalau gitu ubby pergi ya Assalamu'alaikum " pamit Ardiyan..


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" setelah mendapatkan jawaban dari sang istri, Ardiyan dan Dimas pun memasuki mobil mereka, dan tak lama mobilpun melaju sedangkan Anisah langsung kerumahnya Dimas untuk menjenguk Lisa.

__ADS_1


__


Di dalam mobil Ardiyan dan Dimas..


tring..tring..tring..


tiba-tiba ponsel Dimas berdering..


Dimas pun langsung meletakkan earphone ke kupingnya sambugan pun terhubung..


"Ada apa dok?" tanya Dimas dan ternyata yang menghubunginya adalah Dika.


πŸ“² Andi "Dim, tadi malam Andi di tembak orang"


πŸ“± Dimas" Apa!!, terus gimana keadaannya sekarang?"


πŸ“² Dika:" saat ini dia masih koma karena peluru mengenai dada dan bahunya.."


πŸ“± Dimas" Astaghfirullah, ya udah kami kesana sekarang!"


"πŸ“²Dika:" Oke gue tunggu" Tut Tut.. Sambugan pun terputus..


"Ada apa dim?" tnya Ardiyan iku penasaran..


"Andi di tembak Ar " Bales Dimas


"Astaghfirullah, terus gimana keadaannya sekarang?" tanya Ardiyan cemas.


"Dia masih koma Ar.."


"Ya udah langsung kesana saja" Titah Ardiyan


"Oke!" Mobil pun mulai melaju dengan kecepatan maksimal, menuju kerumah sakit tempat Andi sedang di rawat..


**BERSAMBUNG


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA..


VOTE....LIKE'.. KOMENTAR..


SELALU AUTHOR TUNGGU KARENA AKAN MENAMBAH SEMANGAT BAGI AUTHOR


SYUKRON**..

__ADS_1


__ADS_2