Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
CEO Terkalahkan oleh Bumil.


__ADS_3

"Baiklah sesuai kesepakatan bila Lo kalah Lo akan belajar agama di pondok Abang binik guekan?" Tanya Ardiyan pada Wiraxsana.


"Hmm bisa di ganti nggak ustadazah?, Saya akan memberikan perusahaan saya WIA grup pada anda sebagai gantinya, bukankah kesepakatan awal adalah itu?." Tanya Wira kembali.


"Tidak,, ana tidak menginginkan itu, tetap ana hanya menginginkan antum mondok di tempat bang Ami" jawab Anisah santai.


"Benaran anda tidak ingin perusahaan saya?"


"Ya ana tidak mau"


"Bagaimana kalau Fila ini,? besok pagi saya akan langsung merubah kepemilikannya atas nama ustadazah." Ucap Wira berharap Anisah menyetujui permintaannya.


"Astagfirullah, bang Wira ana tidak menginginkan harta, ana hanya menginginkan ladang pahala" bales Anisah


"Ck binik Lo keras kepala banget ya Ar," ucap Wira mulai putus asa..


"Hahaha, Lo pikir binik gue matre apa, dan Lo pikir gue miskin gitu tidak bisa membelikan binik gue Fila?" Balas Ardiyan sedikit bangga karena ternyata istrinya tidak tergiur akan harta.


"Ya ya yaa, kalian menang..baiklah ustadazah, saya akan ke pondok tapi asalkan Anda menerima Fila WixA ini juga" bales Wira lagi tetap berharap Anisah menerima Fila miliknya.


"Cih bilangin binik gue keras kepala.. yang ada Lo tuh, sekeras batu" ucap Ardiyan sedikit kesal.


"Sudah hubby, jangan terbawa nafsu syetan," ucap Anisah menengahi karena ia tahu suaminya gampang terpancing emosi, " Baiklah bang Wira Nisah akan menerimanya asalkan Abang mau memperdalam pengetahuan agama Allah" lanjutnya lagi kepada Wiraxsana.


"Okelah deal, lalu kapan saya kesananya ustadazah?" Ucap Wira mulai pasrah.


"Terserah Abang, kapan Abang berkesempatan untuk datang, yang penting Abang tidak melanggar kesepakatan kita" bales Anisah.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, karena sepertinya dalam beberapa hari ini agak sedikit sibuk, tapi jangan khawatir, saya akan tetap kesana" ucap Wira lagi,


"Alhamdulillah, karena kesepakatan sudah di setujui, bagaimana kalau sekarang kita pulang, karena hari pun sudah sangat larut kasihan bumil pulang malam-malam" ucap Dimas.


"Bumil?, Maksud Lo?" Tanya Wira bingung.


"Lah Lo apa nggak tahu kalau Anisah lagi hamil? Tanya Dimas lagi.


"Haaah, sumpeh Lo, jangan bilang gue terkalahkan oleh ibu hamil?" Tanya Wira polos.


"Huahahaha, Wiraxsana Andara CEO WiA dan wixA grup kalah balapan dengan ibu, ibu hamil" ledek Dimas membuat mereka juga ikut tertawa.


"Haiiis.. gila Lo ya Ar, kenapa nggak bilang kalau binik Lo hamil?!" Tanya Wira mulai kesal karena di tertawakan oleh Dimas.


"Lah, Lo kan nggak tanya," jawab Ardiyan santai


"Ya gue sudah mencegah juga, tapi binik gue berkeras tetap mau balapan, lagian dia juga janji ma gue kalau dia akan baik-baik saja" bales Ardiyan lagi.


"Sudah sudah, akui aja kekalahan Lo, kalau Lo terkalahkan oleh Bumil hahaha" celetuk Dimas sambil tertawa lagi, "CEO Terkalahkan oleh Bumil" lanjut Dimas lagi membuat Wira semakin kesal.


"Haiis, kalau gitu kalian tidak bisa pulang malam ini!" Ucap Wira dengan nada kesal.


"Ape Lo Kate, hak apa Lo ngelarang kami pulang?" Tanya Dimas.


"Ya gue nggak punya hak sih, cuma apa kalian tega membiarkan bumil kenak angin malam, lagian pasti saat ini dia sudah lelah, karena setau gue ibu hamil itu mudah lelah" jelas Wira dan di benarkan oleh ustadz Fahmi.


"Benar yang Wira katakan sebaiknya Ica dan Diyan bermalam disini saja nggak baik untuk kesehatan Ica kalau dia ikut pulang dengan kita" ucap Fahmi membenarkan" biar bang Ami bang ubay dan Dimas pulang malam ini dan in syaa Allah besok Dimas akan menjemput kembali, gimana kalian setuju kan?" Lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Nisah setuju dengan saran bang Ami dan bang Wira" bales Anisah,


"Kalau Diyan ikut Nisah aja bang" balas Ardiyan juga,


"Alhamdulillah kalau gitu, ya sudah Abang pamit ya, Assalamu'alaikum" ucap Fahmi lagi dan ubay juga ngucapin salam.


"Ya sudah gue balik juga ya bos Assalamualaikum' ucap Dimas juga.


"Baiklah tapi pagi-pagi Lo harus sudah sampai sini ya, wa'alaikum salam" bales Ardiyan.


"In syaa Allah," ucap Dimas lalu mereka pun pergi meninggalkan Wira, Ardiyan dan Anisah.


Setelah kepergian mereka, Wira mengajak Ardiyan dan Anisah masuk dan menyuruh mereka istirahat.


"Sebaiknya Lo ajak binik Lo istirahat Ar, pasti dia sudah lelah" ucap Wira setelah mereka didalam" Atau kalian ingin makan dulu?" lanjutnya lagi.


"Terimakasih bang, tapi Nisah ingin istirahat saja" bales Anisah yang sudah terlihat lelah.


"ya sudah kalau begitu, kami istirahat saja wir, gue masuk ya, Assalamu'alaikum?" ujar Ardiyan sambil merangkul Anisah.


"Wa'alaikum salam."


Bersambung.😴😴


Terimakasih atas dukungannya 😴


jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2