Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
EKSTRA PART 6 (versi Dimas)


__ADS_3

💗 Kemuliaan Seorang Wanita 💗



- Diabadikan Namanya dalam Al-Qur'an Surah An-nisa


- Digugurkan Dosanya ketika melahirkan


- Memiliki Anggota Tubuh yang di Ambil Dari Asmaul Husna Ar-Rahiim


- Ibu (Wanita) 3 Tingkat di Atas Ayah


- Orang Tua dapat masuk surga karena dapat merawat anak wanitanya dengan baik


-Menjadi penyempurna separuh agama untuk Suaminya


- Apa yang dikerjakan suaminya diluar rumah perempuan akan mendapat pahalanya


- Dekat dengan Syurga.


(Berbahagialah wahai Yang bernama muslimah)


[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[[💗]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]


Melihat istrinya yang tiba-tiba mengerang kesakitan, membuat Dimas menjadi panik dan ia pun mengusap-usap perut Lisa dengan pelan-pelan.


"Kamu kenapa Yang? Apakah sudah waktunya anak kita lahir?, tapi bukankah dokter mengatakan kemungkinan dua Minggu lagikan Yang?" tutur Dimas teringat oleh perkataan Dokter inne.


"Lisa juga nggak tahu bie, Akh.." ujar Lisa yang masih sesekali merintih kesakitan.


"Ya sudah kalau begitu kita kerumah sakit saja ya Yang" Ajak Dimas sembari ia memakai kembali bajunya namun mulutnya komat-kamit.


"Haiis, baru juga Ayah mau jenguk kamu nak, eh kamu dah Minta keluar aja" Gerutu Dimas yang sedikit frustasi karena keinginan harus tertunda.


"Eh, tapi masa Lisa melahirkan di kota A, bie?, apa nggak sebaiknya kita pulang saja ke kota M?" protes Lisa yang sepertinya ia tak berkeinginan untuk melahirkan di luar kotanya.


"Tapi sayang, jarak kota A ke kota M, membutuhkan waktu perjalanan selama 3 jam, kalau kita naik pesawat pun, jam segini tidak ada keberangkatan, kemungkinan satu jam setengah lagi jadwal untuk ke kota M, apa kamu bisa tahan Yang" Jelas Dimas panjang lebar.


"Bisa bie, ini sudah nggak sakit lagi" Ujar Lisa dengan wajah polosnya, membuat Dimas terperangah..

__ADS_1


"Hah?, sepertinya anak kita sudah mempermainkan Ayahnya"


"Maksudnya bibie?"


"Ya tadi saat bibi ingin menyapanya tiba-tiba kamu kesakitankan Yang?"


"Iiss apaan sih bibie!, sebaiknya kita pulang sekarang saja, nanti kalau Lisa baik-baik saja bibie boleh di sambung lagi yang tadi" Tutur Lisa membuat Dimas langsung senyum sumringah.


"Benaran Yang?"


"Hu'um!"


"Baiklah kalau begitu let's go!" Ucap Dimas penuh semangat, dan iapun langsung memanggil Roy lewat benda pipihnya. dan tak berapa lama Roy pun tiba.


"Roy, bawak koperku ke mobil, dan antar kami ke bandara!" Titah Dimas saat melihat Roy sudah Datang.


"Eh, bapak mau pulang?, lalu bagaimana dengan urusan di sini pak?" tanya Roy heran.


"Urusan di sini kamu yang handel, lagian proyek itu sudah mau selesai kemungkinan 3 hari kamu sudah bisa kembali ke kota M, Ok!" tutur Dimas pada Roy.


"Baiklah pak!"


"Dimas, kamu mau kemana?, dan siapa dia mengapa wajahnya di tutup?" Tanya Wanita cantik itu yang telah menghadang jalan Dimas dan Lisa.


"Ya Pulanglah!, dan dia Istri gue!, sekarang enyahlah dari hadapan gue!!" Hardik Dimas dengan tatapan dingin.


"Istri? tapi kenapa wajahnya di tutup, apakah wajah dia cacat?" tanya Wanita itu dengan nada menghina.


"Itu Bukan Urusan Lo!, dan. Sebaiknya sekarang Lo minggir kalau tidak !..."


"Bibie!, tidak baik terlalu kasar begitu akh" Sambung Lisa lembut memotong perkataan ancaman Dimas, mendengar suara Lisa yang lembut membuat Wanita Cantik nan seksi itu semakin penasaran, ingin melihat wajah Lisa, dan di saat Lisa lagi memandang Suaminya dengan cepat wanita itu langsung menarik kain cadar Lisa dan terlihatlah wajah Lisa yang cantik membuat wanita itu terperangah melihatnya.


"Akh, Astaghfirullah,!" Lisa juga tersentak kaget, sedangkan Dimas yang menyaksikan Istrinya sudah tak bercadar langsung menarik Lisa kedalam pelukannya ia menutup wajah Lisa dengan dada bidangnya.


"Indah!!, kamu memang Wanita yang nggak punya hati ya!!" bentak Dimas geram "Kembalikan Cadar istri gue cepat!!" bentaknya lagi dengan posisi yang masih memeluk Lisa.


"Istri kamu cantik!, tapi kenapa ia tutupi wajahnya?" tanya Wanita itu yang ternyata indah.


"Itu menandakan ia Wanita yang taat kepada Rabbnya!, sekarang Lo puas! jadi Lo tidak sebanding dengannya! sekarang serahkan cadar itu!!" Seru Dimas dengan raut wajah penuh dengan kebencian, dan indah terdiam melihat perkataan Dimas, dan ia pun menyerahkan cadar Lisa

__ADS_1


Setelah menerima cadar Istrinya Dimas pun langsung memakaikan cadar itu pada Lisa, setelah cadar terpasang Dimas pun langsung membawa Lisa pergi dari hadapan Indah, dan Indah hanya menatap kepergian Dimas dan Lisa hingga mereka memasuki mobil dan mobil pergi hingga menghilang dari penglihatannya.


****


Sementara di dalam mobil..


"Sayang kamu nggak papakan?" tanya Dimas karena sejak tadi istrinya hanya diam.


"Ngeeh, bie Akh, Li.. Astaghfirullah.. bie Akh.."


"Sayang kamu kontraksi lagi? eh apa ini Yang?" Tanya Dimas dan ia juga kaget saat celananya terasa basah.."Hah?! kamu mau melahirkan Yang, Roy antar kami kerumah sakit terdekat cepat!!" Ujar Dimas yang mulai panik melihat kondisi Lisa yang nampak sedang menahan sakit,


Sedangkan Roy mempercepat laju mobilnya, karena Dimas memang Memintanya untuk mendapatkan Rumah sakit terdekat jadi tak lama pun mereka sampai di sebuah klinik yang tak begitu besar, setelah Roy memarkirkan mobilnya Dimas pun dengan cepat mengendong Lisa dengan ala bridal style dan membawanya kedalam klinik itu.


"Dok, Istri saya mau melahirkan cepat tolong dia!!" Seru Dimas saat mereka sudah sampai di dalam


"Bawak kemari pak!" Ujar seorang Wanita berjas putih yang menyuruh Dimas Untuk membawak Lisa keruangan persalinan, setelah di dalam Dimas pun meletakkan Lisa di ranjang khusus bersalin, lalu ia pun membuka cadar Istrinya..


"Yang kamu yang kuat ya, dan kamu harus selamat Ok" Ujar Dimas sembari mengecup kening Lisa Seperti memberikan kekuatan padanya.


"Oke Bu, kita mulai sekarang ya, karena pembukaannya sudah sempurna, bapak bantu ibu memberikan semangat ya pak" Titah sang Bidan.


"Baik Bu!" bales Dimas yang kini ia berdiri di samping Lisa dengan posisi di dekat kepala Lisa sedangkan tangannya menggenggam tangan Lisa.


"Baiklah nanti saya beri aba-aba ibu tarik nafas lalu tekan yang kuat ya Bu" jelas sang bidan itu lagi dan di Anggukkan oleh Lisa..


"Ayo kita mulai ya Bu sekarang tarik nafas dorooong!!"


"eemh..lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn, Ngeeeeeek!!" Lisa dengan sekuat tenaga mendorong buah hatinya agar hadir ke dunia ini, namun dorongan pertama belum berhasil.


"Semangat Ayang, kamu wanita terhebatku, Ayoo Bunda hadirkan Anak kita" ujar Dimas memberikan semangatnya sembari tangan kiri mengelus kepala Lisa sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan Lisa..


"Baik Bu sekali lagi ya, tariik Nafas yang dalam, sekarang dorooong!" titah bidan itu lagi.


"Haeems lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn Ngeeeeeeeek !!" dengan keras Lisa mendorong baby yang bada di Rahimnya hingga tubuhnya bergetar dan..


"Oeek oeek, oeek oeek oeek!"


**********

__ADS_1


Dukung Author terus ya jangan lupa tinggalkan jejaknya Ok 😉🙏 love you all 😘 yang telah memberi VOTE LIKE, DAN KOMENTAR.


__ADS_2