Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Honeymoon


__ADS_3

Empat jam menempuh perjalanan menuju danau Toba akhirnya mereka pun sampai di Fila kakek Rusdi. Karena mereka berangkat memang malam hari Ardiyan pun ikut tertidur akhirnya di bangunkan oleh Dimas.


"Ar? Ardiyan? Sudah sampai nih bangun" ucap Dimas dengan posisi sama menghadap depan tak berani menoleh karena sudah di peringatkan oleh Ardiyan.


"Hmm, iya sebaiknya Lo keluar dulu gue bangunkan binik gue dulu" jawab Ardiyan dengan suara khas bangun tidur. Dan Dimas menuruti perkataan sahabatnya ia pun keluar lebih dulu dari mobil mereka.


"Sayang? Bangunlah kita sudah sampai" namun Anisah tak bergeming ia tidur begitu nyenyak. Karena tak tega melihat istrinya yang terlihat lelah akhirnya ardiyan pun menggendong istrinya setelah ia menutup kembali wajah sang istri dengan cadarnya. Karena ia tak ingin sahabatnya melihat wajahnya.


"Butuh bantuan Ar?" tanya Dimas karena ia melihat Ardiyan seperti kesulitan, karena kakinya sedikit kebas karena habis memangku Anisah selama perjalanan.


"Tidak usah gue bisa sendiri, kalian pilihlah kamar tapi ingat Lo pada belum muhrim jadi harus pisah kamar" ucap Ardiyan memperingati Andi dan Dika yang membawa pasangan.


"iya kita tahu kok" balas Dika,


"Ya sudah gue duluan ya" ucap Ardiyan dan berlalu meninggalkan teman-temannya, menuju kamar mereka, sesampainya di kamar ia meletakkan Anisah ke tempat tidur dan ia langsung membuka cadar dan hijabnya lalu ia pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri stelah selesai ia pun ikut berbaring di samping Anisah.


"Selamat tidur sayang" dan akhirnya ia pun terlelap.


______


Di tempat lain seseorang yang sedang menerima telpon.


"Halo"


"Gimana hasilnya? sudah kau selidiki?" tanya wanita yang menerima panggilan tersebut


"Sudah bos saat ini mereka sedang di Parapat di sebuah Fila, apakah bos akan ke sana juga?" ucap lelaki di sebrang.

__ADS_1


"Baiklah siapkan segala sesuatunya aku akan segera berangkat"


"Baiklah bos" Tut Akhirnya panggilan terputus.


"Aku datang honey, tunggu aku ya" ucap wanita itu dengan senyum yang sulit di artikan.


"Dia milikku dan akan selalu menjadi milik ku!" ucapnya lagi, lalu pun melangkah menuju ke mobil hitam dan di sambut oleh dua orang pria berjas hitam berbadan besar setelah wanita itu masuk mobil pun melaju.


_______


Pagi itu cuaca begitu dingin, yaa begitulah suasana sekitar danau Toba, sangat dingin cuacanya disana yang tidak terbiasa akan menggigil, seperti Ardiyan dan Anisah saat ini karena terasa begitu dingin mereka enggan untuk keluar kamar. setelah selesai sholat subuh tadi Ardiyan mengajak istrinya tidur kembali,


"Anisah?"


"hmm"


"Haa? hubby manja!"


"Biarin manja sama istri sendiri nggak dosa dong.. lagian kita kesini sedang Honeymoon sekalian memproses hadiah buat kakek" ucap Ardiyan sambil mengedipkan matanya membuat wajah Anisah memerah.


"Is dasar genit!"


"Hahaha wajah kamu memerah, bikin aku gemes sayang" ucapnya sambil mencubit pipi istrinya,


"Aduh Sakit hubby!"


"Anisah?"

__ADS_1


"Iyaa?"


"Bolehkan?" Anisah yang mengerti maksud suaminya ia pun mengangguk,


Setelah mendapat persetujuan sang istri, Ardiyan pun langsung melaksanakan ritualnya seperti biasa setelah salam dan doa mereka melakukan ibadah mereka sebagai suami istri.


( maaf ya Author nggak mau di tegur lagi sama Ardiyan jadi ya sebatas begitu aja ya😁)


"Terimakasih zawjati" ucap Ardiyan setelah menyelesaikan ritualnya.


"Afwan zawji" bales Anisah lembut.


"Ana Uhibbuka Fillah zawjati"


(Aku mencintaimu karena Allah istriku)


"Ahabbakalladzi ahabab tani lahu zawji"


(Semoga Allah mencintaimu yang telah mencintaiku karena-Nya, suamiku)


"Aamiin, Syukron Bidadariku" ucap Ardiyan terharu mendengar balasan dari ungkapan cintanya terhadap istrinya. ia pun mengecup kening istrinya lalu ia pun memeluknya.


Bersambung


--------------------


Terimakasih atas dukungannya 🙏

__ADS_1


Terus dukung Author ya, jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komentarnya🙏


__ADS_2