Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Ridha Suami.


__ADS_3

"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab mereka serentak..


"Anisah?" Ucap Ardiyan dan langsung menghampiri Anisah dan memeluknya..


"Woy..woy..woy.. masih ada jomblo di sini woy.. hargailah " celetuk Dimas.


"Bodo Amat.. emang gue pikirin" bales Ardiyan ngasal dan langsung narik Anisah..


"Hai mau di bawak kemana tuh woy..! Nggak sopan banget sih Lo.. rumah orang nih" ujar Wira juga.


"Kata siapa ini rumah.monyet?.. sebentar gue mau periksa binik gue.. kalau tergores sedikit aja, maka tamatlah riwayat Lo.." bales Ardiyan sambil memasuki kamar tempat Anisah keluar tadi..


"Haiis.. tuan Arogan masih kejam aja ya" gumam Wira.


______


Sementara di dalam kamar..


"Hubby mau ngapain kesini?" Tanya Anisah yang dari tadi pasrah ditarik suaminya.


"Mau periksa kamu sayang" ucap Ardiyan sambil membuka cadarnya Anisah. Lalu memeriksa seluruh wajah Anisah, sedang Anisah hanya bisa pasrah membiarkan apapun yang di lakukan suaminya..


"Alhamdulillah.. istriku masih tetap cantik muach, muach" ujar Ardiyan sambil mengecup kening Anisah dan sekilas bibirnya.


"Iiss Hubby genit.. ini masih di rumah orang!" Ucap Anisah sedikit kaget dengan kelakuan suaminya.


"Hehehe, maaf habis ubby tadi begitu khawatir, takut Wira berbuat gila pada kamu sayang,." Bales Ardiyan dan memeluk Anisah kembali.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita kembali, tidak enak dengan mereka kalau berlama-lama di sini"


"Tunggu sebentar.. gimana dengan anak biyah?" Ucap Ardiyan sambil berlutut dan mengelus perut Anisah serta mengecupnya.


"Alhamdulillah, Dede baik-baik saja biyah, karena ummah selalu jaga Dede" bales Anisah dengan menirukan suara anak kecil.


"Alhamdulillah, biyah senang mendengarnya" ucap Ardiyan sambil mengecup kembali perut Anisah. 'Oh iya sayang, apa benar kamu akan balapan dengan Wira?" Lanjutnya lagi penuh penasaran.


"Iya hubby, kamu Ridhokan?"


"Tapi sayang kamu lagi hamil.. ubby takut itu bisa berpengaruh sama janinnya."


"Tenanglah hubby, in syaa Allah, Nisah dan Dede akan baik-baik saja, lagian in syaa Allah, Allah akan Ridha karena kesepakatan kami, bila Nisah menang, Wira akan belajar agama di pondok bang Ami," jelas Anisah.


" Kalau sayang kalah?"


"Baiklah sayang, in syaa Allah hubby Ridhain kamu, tapi sayang harus janji, kamu dan anak kita akan baik-baik saja oke" ucap Ardiyan pasrah akan keinginan istrinya.


"in syaa Allah hubby.. in syaa Allah Nisah dan Dede akan baik-baik saja, karena Allah bersama kami" ucap Anisah senang, karena ia sudah mendapatkan Ridha dari suaminya,


"Ya sudah sekarang kita keluar yuk" ajak Anisah lagi.


"Baiklah sayang" mereka pun keluar kamar dan kembali bergabung dengan Dimas dan kawan-kawannya.


"Sudah selesai priksanya..? nggak ada yang lecetkan?, siapa juga yang berani sama Ustadzah Pendekar.. lihat nih, bibir gue pecah lagi, gara-gara gue ngulangi kata taruhan saat bicara sama Lo." ucap Wira sambil menunjukkan luka di bibirnya.


"Mampoos.. hahaha pendekar di lawan" ujar Dimas sambil tertawa.

__ADS_1


"haiis, bahagia banget Lo ya lihat teman menderita" bales Wira.


"Siapa suruh cari gara-gara sama Ustadzah Pendekar?" celetuk Dimas lagi.


"Sudah sudah, sebaiknya kalian berdamai saja, saling memaafkan itu indah adik-adik ku, apalagi, kalian sudah berteman sudah sejak SMP, masa harus berpisah karena wanita apa lagi dia bukan mahram kalian, itu sungguh perbuatan yang tercela," ucap ustadz Fahmi, menesahati mereka," tahukah kalian, wanita itu fitnah dunia jadi jangan bertengkar karena mereka, oke.. jadi berdamai kalian saling memaafkan, dan buka lembaran baru" tambah Fahmi lagi, dan di anggukkan oleh mereka, dan di lanjutkan saling bersalaman dan berpelukan.


Dari Sahl bin Sa’d, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:


مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ


Artinya, “Aku tidak meninggalkan fitnah yang


lebih besar bagi laki-laki selain dari perempuan,” (HR Al-Bukhari). Hadits ini juga diriwayatkan beberapa imam hadits lainnya, yaitu Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah.


Abu Sa’id al-Khudri juga meriwayatkan hadits lainnya dari Nabi Muhammad ﷺ:


أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاء


َ Artinya, “Ketahuilah, takutlah kalian terhadap dunia dan para wanita,” (HR At-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah).


Bersambung


🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih atas dukungannya,


tanpa kalian, inspirasi author buntu.

__ADS_1


jangan lupa dukung terus author ya 🙏😊


__ADS_2