Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
BABY TWINS.


__ADS_3

◼◼💫 MUTIARA HIKMAH 💫◼◼


💫Setiap tangisan harus berakhir dengan senyuman..


💫Ketakutan harus berakhir dengan rasa nyaman..


💫 Kegelisahan akan sirna oleh keikhlasan


💫Dan kesabaran akan berbuah kebahagiaan.


• Yang baca jangan lupa bahagia..


• Tersenyumlah karena senyum adalah ibadah..


◼◼◼◼❇◼◼◼◼❇◼◼◼◼❇◼◼◼◼❇◼◼◼◼⚛◼◼◼◼


Mobil Ardiyan dan Dimas terus melaju menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan istri-istri mereka yang tadi sempat bertarung dengan anak buah Axsal.


Perjalanan cukup jauh, dari tempat persembunyian Axsal yang memang berada di luar kota, menuju rumah sakit harus menempuh jarak sekitar satu jam setengah itupun Dimas sudah mempercepat laju mobilnya


Satu jam setengah telah berlalu dan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tempat Dika bertugas. dan mereka semua pun memasuki rumah sakit menuju poliklinik spesialis kandungan, dan di saat sudah mendekati tiba-tiba suara seseorang menghentikan jalan mereka.


"Alhamdulillah, syukurlah kalian kembali dengan selamat" ujar Pria berjas putih.


"Eh Dik, ya Alhamdulillah kami selamat Dik" bales Ardiyan bersyukur.


"Oh iya gimana keadaan Andi sekarang?" tanya Ardiyan lagi karena kesibukannya mencari sang istri ia sempat lupa dengan keadaan sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, Andi sudah baikan Ar, kemajuannya sangat pesat" jelas Dika.


"Alhamdulillah, syukurlah, kalau begitu gue mau periksakan kandungan Nisah dan Lisa dulu ya Dik, nanti setelah gue akan jenguk Andi " Ujar Ardiyan yang masih merangkul Anisah.


"Oke, ya sudah ayo gue antar ke poliklinik spesialis kandungan " Ajak Dika ke pada teman-temannya


"Baiklah, " bales Ardiyan singkat dan mereka pun kembali berjalan menuju poliklinik spesialis kandungan sesampainya disana..Dika pun langsung pergi karna ia masih memiliki tugasnya. setelah kepergian Dika..


"Dim, Lo duluan sana yang masuk, karena binik lo kan baru hamil jadi sangat rentan" titah Ardiyan pada Dimas


"Baiklah Ar, gue masuk duluan ya " Bales Dimas.


"Iya" Dimas pun membawa Lisa masuk keruangan Spesialis kandungan untuk memeriksanya.. sementara Ardiyan dan Anisah duduk di ruang tunggu.


"Sayang?, Kenapa sejak tadi kamu diam hm?" tanya Ardiyan pada istrinya ya memang sejak tadi ia hanya diam


"Nggak papa by, Nisah hanya sedikit takut" bales Anisah yang memang nampak ada rasa cemas dari raut wajahnya..


"Takut apa sayang?, kitakan hanya ingin mengetahui keadaan anak kita, jadi nggak usah takut ya sayang" ujar Ardiyan menenangin istrinya.


"Hmm, in syaa Allah hubby"

__ADS_1


"Kok masih cemberut gitu sih?, tersenyum dong sayang"


"Eh, emang kelihatan?, Apa cadar Nisah tembus pandang ya by?"


"Kelihatan Sayang, cadarmu tidak tembus pandang kok, cuma karena filing seorang suami, jadi ubby tahu kamu sedang cemberut cemas sayang.."Ujar Ardiyan lembut.


"Hmm Iyakah?"


"Iya sayang, makanya sekarang senyum dong" pinta Ardiyan penuh harap.


"Baiklah nih Nisah tersenyum" Bales Anisah memang nampak dari matanya yang menyipit kalau ia sedang tersenyum.


"Tapi, belum ikhlas sayang" protes Ardiyan..


"Aiih kok hubby bisa tahu sih?"


"Ya tahu dong sayang"


"Iya iya maaf hubby hmm" dan nampaklah mata Anisah kembali menyipit kali ini berbeda dari yang tadi.


"Alhamdulillah, gitu dong sayang, matamu jadi terlihat indah bila di sertai dengan keikhlasan" Ujar Ardiyan lalu ia pun mengecup kening Anisah.


"Syukron hubby"


"Afwan sayang" dan di saat bersamaan Dimas dan Lisa pun akhirnya keluar dari ruangan Spesialis kandungan.


"Gimana Dim?, apakah anak dan binik Lo baik-baik saja " tanya Ardiyan penasaran


"Alhamdulillah" jawab Ardiyan dan Anisah berbarengan ikut senang mendengarnya.


"Ya sudah sekarang giliran gue Bawak Anisah kedalam ya" ujar Ardiyan lagi.


"Iya Ar"


"Ayo sayang sekarang giliran kamu" Ajak Ardiyan sembari merangkul pundak istrinya dan langsung memasuki ruangan yang tadi tempat Dimas membawa istrinya..


Setelah di dalam..


"Assalamu'alaikum dok" Salam Anisah pada seorang wanita berjas putih yang sedang duduk di belakang mejanya..


"Wa'alaikumus salam" Bales Wanita itu yang wajahnya masih menatap sebuah buku, lalu ia pun mengangkat kepalanya..


"Eh, Ardiyan?..Apakabar kamu ?" tanya dokter wanita itu.


"Inne?, Alhamdulillah aku baik ne, kamu sendiri?" ujar Ardiyan dan kembali bertanya


"Aku,? ya seperti yang kamu lihat" bales dokter wanita itu lagi, "Oh iya ini istri kamu?" tanya Dokter inne saat melihat Anisah yang nampak membesar perutnya.


"Iya ini istri gue Anisah" bales Ardiyan memperkenalkan Anisah.

__ADS_1


"Halo Anisah?" sapa dokter inne ramah.


"Halo juga dokter" bales Anisah sembari berjabat tangan pada dokter inne.


"Ada yang bisa aku bantu Ar?"


"Iya aku ingin memeriksakan kehamilan istriku "Bales Ardiyan


"Baiklah, Ayo Anisah kita periksa kehamilan kamu, kita USG ya Agar kita tahu perkembangan janinnya" Ujar Dokter inne mengajak Anisah ke tempat tidur pemeriksaan.


Dokter inne pun mulai membuka baju Anisah dan nampaklah perut Anisah yang sudah besar lalu dokter inne pun memberikan gel ke perut Anisah, kemudian meletakkan sebuah alat pada perut Anisah, dan nampaklah di monitor dua bayangan.



" Wah, selamat.. sepertinya kalian akan memiliki baby Twins nih.." ujar sang dokter membuat Ardiyan membeku dan tertegun tatkala ia melihat keajaiban sang pencipta yang ada di monitor, ia tak mampu mengeluarkan kata-katanya, dan hanya air bening yang tanpa permisi mengalir begitu saja di pipinya.


"Maa syaa Allah.. Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar " segala pujian untuk dan pencipta keluar begitu saja dari mulut Anisah, yang tak kalah terkesimanya melihat kebesaran dari Rabb nya.


"Hubby, apakah Nisah sedang bermimpi?" tanya Anisah dengan mata yang masih tak mau lepas dari monitor.. Ardiyan yang mendengar perkataan sang istri langsung menggenggam tangan Anisah dan kembali melihat ke arah monitor..


"Tidak sayang, ini bukan mimpi.. kita akan memiliki Baby twins sayang,.. Maha Besar Allah yang telah memiliki Hak, atas segala penciptaan-Nya dan atas Kehendak-Nya lah, Ia memberi kita dua mutiara yang sangat berharga di rahimmu sayang" ujar Ardiyan penuh haru.


"Subhanallah Walhamdulillah Walaillahailallah Wallahu Akbar "Kembali lagi Anisah mengucapkan puji-pujian untuk Rabbnya.


"Selamat ya Ar, tapi maaf, sepertinya baby kalian tidak ingin di ketahui jenis kelaminnya, mereka saling menutupi Ar" Ujar sang dokter yang menyadari Ardiyan dan Anisah dari kekagumannya saat melihat monitor.


"Tidak apa-apa Ne, biarkan menjadi Rahasia Allah, dan akan menjadi surprise untuk kita berdua" Bales Ardiyan penuh kebahagiaan.


"Oh iya kira-kira kapan mereka akan lahir Ne?" tanya Ardiyan penasaran.


"Kemungkinan dua bulan setengah lagi Ar"


"Alhamdulillah, Terimakasih Ne" ucap Ardiyan tulus..


"Sama-sama Ar oh iya nanti ini tebus di apotek ya, itu vitamin yang harus di minum untuk sang ibu" ujar Dokter Inne sambil memberikan resep pada Ardiyan..


"Oke, ya sudah kami permisi ya Assalamualaikum" Pamit Ardiyan dan Anisah.


"Wa'alaikumus salam " Bales Dokter inne, setelah mendapatkan jawaban dari dokter inne Ardiyan dan Anisah pun keluar dari ruangan itu..


"Terimakasih sayang, kamu sudah memberikan ubby dua permata yang sangat berharga" ucap Ardiyan sembari memeluk Anisah penuh kehangatan..


**BERSAMBUNG


◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼◼


JANGAN LUPA YA TINGGALKAN JEJAKNYA 🙏😉


LIKE ⚛⚛⚛ VOTE ⚛⚛⚛ KOMENTAR

__ADS_1


SELALU AUTHOR TUNGGU SYUKRON 🙏😊**


__ADS_2