Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek

Bidadari Tak Bersayap Dari Kakek
Suami Siaga.


__ADS_3

Di Rumah Dimas...


Setelah Ardiyan dan Anisah pulang, kakek dan yang lainnya pun hendak berpamitan pulang juga..


"Nak kami juga mau berpamitan pulang juga, tapi sebelumnya kakek mau bertanya padamu" ucap kakek Rusdi pada Dimas.


"Silahkan kek,.. kakek mau bertanya apa?" Bales Dimas


"Nak apakah kamu tidak berniat untuk mengadakan resepsi?" Tanya kakek Rusdi. Untuk sesaat Dimas diam dia hanya memandang Ayahnya seperti berharap meminta pendapat sang Ayah.dan seperti sang ayah paham akan keinginan anaknya.


"Nak, ayah paham kamu paling tidak suka dengan pesta, tapi ingatlah akan istri mu, seorang wanita pasti ada keinginan untuk mengadakan resepsi karena bagi mereka acara ini hanya sekali dalam seumur hidupnya jadi kamu tidak boleh egois, jadi ayah harap buatlah ia bahagia nak" ucap ayah Dimas lembut.


"Baiklah yah, kek, Dimas akan ikut keinginan kalian," ucap Dimas pasrah." Tapi kek, kalau bisa tunggu Lisa benar-benar pulih, karena Dimas nggak ingin acara itu malah membuatnya semakin sakit" ucapnya lagi.


"Baiklah nak, sesuai keinginan mu, kapan pun kalian siap, kakek pasti akan persiapankan segalanya" ucap kakek Rusdi senang, ya kakek Rusdi sudah menganggap Dimas seperti cucunya sendiri makanya ia tak ingin membedakan antara Ardiyan dan Dimas jadi apapun yang kakek berikan pada Ardiyan itu juga yang akan Dimas dapatkan.


"Terima kasih kek, terimakasih untuk segalanya " bales Dimas ia begitu terharu akan kasih sayang kakek terhadap dirinya, lalu ia pun memeluk kakek Rusdi.


"Sama-sama nak, jangan sungkan, karena kakek adalah kakek mu juga" ucap kakek Rusdi, sambil mengusap kepala dan punggung Dimas penuh kasih sayang." Baiklah kalau gitu kami pamit ya, jaga Lisa Ok" lanjut kakek.


"Pasti kek, Dimas akan menjaganya" Bales Dimas.


"Ya sudah kami pulang ya, Assalamualaikum"

__ADS_1


"Wa'alaikum salam hati-hati ayah, kakek" bales Dimas, kakek pun beranjak meninggalkan rumah Dimas, Begitu juga dengan keluarga ustadz Khairul dan teman-temannya.


Rumah pun kembali hening, hanya tersisa Dimas dan dua pembantu mereka yang sedang membereskan sisa-sisa acara syukuran. Sedangkan Dimas melangkah menuju kamarnya, sesampainya di sana ternyata Lisa sedang duduk bersandar di kepala ranjangnya.


"Assalamualaikum" ucap Dimas kala melihat istrinya sedang berjaga.


"Wa'alaikumus salam kak" bales Lisa lembut.


"Kamu sudah bangun?"


"Sudah kak"


"Bagaimana perasaanmu Lisa?, Apakah dada masih terasa sakit?" Tanya Dimas, Lisa yang mendengar kata dada sedikit kaget" Eh maksudnya luka bekas tembakan Lisa" lanjut Dimas menjelaskan, karena ia merasa istrinya salah paham arti kata dada.


"Alhamdulillah kalau begitu, sekarang adakah yang kamu inginkan?" Tanya Dimas lembut.


"Hm, itu Lisa hanya ingin mandi kak"


"Oh, ya sudah aku siapkan air hangatnya dulu ya" ucap Dimas hendak beranjak ke kamar mandi.


"Eh, Lisa bisa sendiri kak"


"Sst, diam di situ, jangan kemana-mana" karena ucap suaminya Lisa pun terdiam dan hanya memperhatikan Dimas berlalu kekamar mandi, beberapa saat kemudian Dimas pun keluar. lalu ia pun menghampiri Lisa, dan hendak menggendongnya.

__ADS_1


"Tidak, tidak kak, Lisa bisa sendiri"


""Sst diam, kamu masih sakit jadi nurutlah," seru Dimas.


"Eh, kalau gitu Lisa nggak jadi mandi deh"


"loh kenapa?"


"Ya nggak mau aja!"


"hmm aku tahu nih, pasti karena malukan,?"


"Nggak!, kata siapa ?"


"kata aku,." ucap Dimas lalu ia menggapai kedua tangan Lisa, setelah itu ia bersimpuh di hadapan Lisa dengan posisi Lisa yang sedang duduk di sisi ranjang tempat tidurnya. "Lisa.. sekarang aku ini adalah suamimu, dan aku ingin menjadi Suami siaga untukmu, jadi izinkanlah aku membantu mu dalam segala hal, dan kamu tidak perlu malu terhadap ku lagi oke" Ucapnya lagi dengan penuh kelembutan lalu ia mengecup kedua tangan istrinya, Lisa yang mendengar perkataan Dimas yang begitu tulus, membuat ia terharu, dan tampa terasa air matanya keluar.


"Hai, kenapa nangis?, jangan menangis Lisa " ucap Dimas lagi sambil mengusap air mata istrinya lalu ia pun memeluknya.


Bersambung


************


Jangan lupa tinggalkan jejak kritik dan sarannya ya guys 🙏.

__ADS_1


__ADS_2