
Beberapa saat kemudian Anisa dan umi syadiah pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang ceria. Membuat para lelaki penasaran. Terutama Ardiyan seakan ia menahan nafas menanti kabar gembira.
"Gimana hasilnya umi?" Tanya ustadz Khairul tidak sabar. Namun di Bales senyuman dan menunjukkan tespeck yg bergaris dua berwarna merah.
"Alhamdulillah, bertambah lagi cucu Abi" ucap ustadz Khairul begitu senang melihat hasil yang di pegang umi syadiah.
"Alhamdulillah iya bi, umi senang akhirnya cucu kita bertambah lagi" bales umi syadiah.
"Alhamdulillah akhirnya uby naik pangkat" ucap Ardiyan begitu senang.
"Kok naik pangkat sih by?" Tanya Anisah bingung.
" Iya dong naik pangkat akan menjadi seorang ayah terimakasih ya sayang" Balesnya sambil memeluk dan mencium kening Anisah.
"Maa syaa Allah.., Ho'oh Nisah juga akan menjadi seorang ibu" ucap Anisah sangat senang.
"Alhamdulillah gue juga naik pangkat jadi paman, selamat ya bro" timpal Dimas tak mau kalah.
"Terimakasih juga bro" bales Ardiyan.
__ADS_1
"Hahaha, naik pangkat jadi paman bangga, naik pangkat jadi suami baru tuh keren" ejek ustadz Khairul dan di ikuti tawa mereka yang berada di ruangan tersebut.
"Ck Abi jangan mulai deh., tapi tenang bi kalau sudah waktunya Dimas pasti akan naik pangkat juga kok" Balas Dimas penuh percaya diri.
"Aamiin semoga itu secepatnya" timpal umi syadiah.
"Ya itu kalau Dimas tidak acuh dan takut lagi pada cewek mi" ledek Ardiyan membuat wajah Dimas kesal.
"Haiis kenapa jadi gue yang kenak buliy ya?, Udah akh Dimas keluar aja!" Jawab Dimas dan dapat tawaan lagi dari mereka.
"Hehehe Sabar ya bang Dimas, nanti Nisah akan bantu Ok" ucap Anisah membela Dimas.
"Alhamdulillah, ternyata Dede ustadazah memang tiada duanya, bang dimas akan menantinya" ucap Dimas senang.
"Ay, seram.. ya menanti jodoh dari authorlah,! Awas saja kalau author tidak memberikan aku jodoh dalam cerita in!i" fov Dimas.
(Author: Sabar ya Dimas, author belum menemukan yang pas untuk kamu"
"Sudah sudah kenapa jadi pada berdebat sih, ayo kita keluar umi, Dimas, biarkan Anisah istirahat." Ustadz Khairul menengahin perdebatan.
__ADS_1
"Baiklah Abi" ucap Dimas dan umi kompak. Dan mereka pun meninggalkan Anisah dan Ardiyan di kamarnya. Setelah mereka pergi Ardiyan pun mengunci pintu kamarnya.
"Kenapa di kunci by?" Tanya Anisah karena dia terbiasa tidak mengunci kamarnya saat di rumah Ustadz Khairul.
"Biar nggak ada yang ganggu lagi sayang dan uby juga bisa puas memandangi zaujatiku" Bales Ardiyan, dan menarik tangan Anisah dan membuka penutup wajah istrinya, dan langsung mencium bibir merah Anisah dengan lembut.
"Hubby! Kenapa jadi seperti ini..? biasanya minta izin dulu sama Nisah"
"Maaf sayang, ini karena uby begitu senang, karena kamu hamil sayang" bales Ardiyan mempererat pelukannya lalu ia mengecup kening Anisah." Terimakasih, Terimakasih sayang, terimakasih karena memberikan kebahagiaan untuk Uby"
"Berterima kasihlah kepada Allah by.. karena Dia lah yang memberikan Anugerah terindah ini untuk kita" tutur Anisah penuh kelembutan.
"Iya sayang, uby sangat berterima kasih pada Allah, yang telah memberikan Anugerah terindah yaitu dirimu dan buah hati kita" Balesnya dan tanpa terasa air matanya mengalir ia begitu bersyukur kepada pemilik Alam semesta ini yang telah memberikan kebahagiaan pada dirinya. Lalu ia mengecup kening Anisah dan kemudian mencium perut Anisah.
"Terimakasih kasih sayang Abi.. terimakasih telah hadir bersama kami" ucapnya sambil mengelus perut Anisah lembut.
Bersambung
---------------
__ADS_1
Maaf baru bisa up.
Jangan lupa komen, vote dan likenya ya 🙏😊