
Keesokan harinya..
Hari ini Ardiyan yang di dampingi Dimas menghadiri sebuah pertemuan dengan beberapa perusahaan, untuk membahas sebuah proyek.
"Saya suka dengan performa kalian sangat bagus, Kalian sudah melakukan improvisasi dengan baik, membuat saya begitu terkesan, pak Ardiyan" ucap salah satu dari mereka yang ikut menghadiri pertemuan tersebut.
"Alhamdulillah kalau anda suka, jadi apakah pak Yuda bersedia bekerja sama dengan kami?" Tanya Ardiyan. Pada orang tersebut.
" Ya seperti harus itu pak Ardiyan," jawab orang itu yang bernama Yuda.
"Syukurlah, lalu kapan kita memulainya pak Yuda?" Tanya Ardiyan lagi.
"Secepatnya pak, "
"Baiklah saya akan menunggu kabar baik dari Anda" ujar Ardiyan, dan di saat bersamaan HP Ardiyan berbunyi.. Ardiyan melirik benda pipihnya yang dia letakkan di meja dan terteralah nama si penelpon, Paman Sidik, alias Ayah Dimas,
"Sebentar pak Yuda saya angkat telepon dulu" Ujar Ardiyan
"Silakan pak Ardiyan" lalu Ardiyan pun mengangkat teleponnya.
📱"Assalamu'alaikum paman"
📲"Wa'alaikumus salam nak" jawab Ayah Dimas di sebrang
📱"Ada apa paman?"
📲" Ini nak paman mau mengabar tadi kakek mu tiba-tiba sesak nafas, dan ia kejang-kejang, dan kami langsung melarikannya ke rumah sakit" ujar Ayah Dimas di sebrang.
📱"Astaghfirullah, sekarang gimana keadaannya paman? Tanya Ardiyan cemas.
📲"Masih di tangani dokter nak sebaiknya kamu secepatnya kemari nak"
📱" Baiklah paman Aku akan segera kesana, kalau gitu ku tutup telponnya, Assalamu'alaikum "
📲"Baiklah nak Wa'alaikumus salam" panggilan pun berakhir..
_____
"Maaf pak Yuda sepertinya saya harus mengakhiri pertemuan ini, karena ada urusan mendesak yang harus saya lakukan" ucap Ardiyan pada rekan bisnisnya setelah mengakhiri panggilannya tadi.
"Oh, baiklah pak Ardiyan, silahkan "balas pak Yuda.
" Baiklah kalau begitu saya permisi, senang bekerjasama dengan Anda "ujar Ardiyan lagi sambil menjabat tangan pak Yuda.
"Senang juga bekerjasama dengan Anda juga pak Ardiyan silahkan dan hati-hati pak" bales pak Yuda membalas jabatan tangan Ardiyan.
Setelah pamit pada rekan bisnisnya, Ardiyan dan Dimas pun meninggalkan pertemuan itu,
dan pergi menuju ke parkiran tempat mobil mereka terparkir. setelah di dalam mobil..
__ADS_1
"Dim sesuai Rencana dan ingat Handsfree (earphone) tetap tersambung oke.." Ujar Ardiyan singkat.
"Oke gue paham" bales Dimas lalu ia melajukan mobilnya dan tak berapa lama ia memasuki sebuah jalan kecil, dan memberhentikan mobilnya, dan ternyata di sana sudah ada mobil hitam yang sedang menunggu, dan tak lama turun seseorang berjas hitam keluar dari mobil tersebut, dan Dimas pun ikut keluar dari mobil Ardiyan, dan langsung masuk ke mobil hitam tersebut,
Sementara seseorang yang turun dari mobil hitam tersebut masuk ke mobil Ardiyan duduk tepat di belakang kemudinya.
"Assalamu'alaikum. tuan muda?" salam orang tersebut.
"wa'alaikumus salam Hans, "bales Ardiyan.
""Kita kemana tuan muda?" tanya orang tersebut yang ternyata Hans, orang kepercayaan kakek Rusdi.
"Kita kerumah sakit Hans"
"Baik tuan muda" lalu Hans pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. saat mobil terus melaju di kawasan bebas hambatan tiba-tiba sebuah mobil hitam tak berplat mengikuti mereka.
" tuan muda sepertinya kita di ikuti" Ujar Hans yang menyadari kalau mereka di ikuti.
"Jangan hiraukan Hans "
"Tapi tuan muda, sepertinya mobil itu terlalu brutal, seperti ingin menabrak kita"
"Ya sudah ikuti permainannya "
"Baik tuan muda" Hans pun mempercepat laju mobilnya, sementara Ardiyan menyentuh earphonenya yang terletak di kuping kanannya.
"Dim, seperti dugaan kita, mereka sudah mengirimkan seseorang buat ngejar gue" ucap Ardiyan pada Dimas di sambugan Handsfreenya.
"Oke.. Syukron bro.." bales Ardiyan lagi.
"Tumben banget Lo, ngucapin terima kasih" tegur Dimas.
"Suka-suka guelah, Udah Lo fokus aja nyetirnya"
"Iya iya ini juga gu6 lagi fokus"
"by the way kalau terjadi sesuatu ma gue tolong Lo lindungi binik gue ya Dim"
"Ngomong apa sih Lo Ar, ingat kata-kata adalah doa, jadi ngomong yang baik-baik ajalah Ar..dan gue nggak mau lindungi binik Lo, jadi Lo harus pastikan Lo akan baik-baik saja!" ujar Dimas di sebrang dengan nada tegas.
"Iya iya..ya sudah, gue tutup dulu sepertinya mereka tambah brutal" ujar Ardiyan dan langsung mengakhiri Sambungannya.
"Ar..Ar.. lah kok di tutup sih? tapi katanya harus tetap nyambung?.. Ah sudahlah sebaiknya gue fokus saja" protes Dimas di dalam mobilnya karena di tutup sambugan Handsfreenya dengan Ardiyan, dan ia kembali fokus menyetir dengan kecepatan tinggi.
Sementara Hans juga melajukan mobilnya dengan cepat juga, namun mobil yang mengejar mereka semakin mempercepat lajunya juga, dan akhirnya mereka saling kejar, Namun saat di sebuah tikungan...
JEDEER,...GUBRAAK..
******
__ADS_1
Di Waktu bersamaan..
PRAAANG !!!
"Astaghfirullah....!" Pekik seseorang
"Astaghfirullah..Neng Nisaah..?!" Pekik seorang wanita paruh baya.
"Astaghfirullah..Ada apaa nak?!" Pekik seseorang lagi yang muncul dari pintu..
"Maaf Bi ijah.. maaf umi.. Nisah nggak sengaja menjatuhkannya.." ujar seseorang yang ternyata Anisah.
"Sudah tidak apa-apa, yang penting kamu baik-baik saja nak..?" Bales wanita paruh baya tadi.
"Alhamdulillah Nisah baik kok Bi.." bales Anisah pada wanita itu yang ternyata, Bi Ijah pembantu di rumah umi syadiah.
"Iya nak nggak papa, tapi kamu tidak terkenak pecahannya kan, atau kamu terkenak kuahnya panas pada Mie itu,?. Tapi kenapa kamu bisa membawa mangkuk Mei nak? Tanya Umi syadiah bertubi-tubi..
"Nggak umi..Nisah tidak terkenak pecahannya, cuma kecipratan sedikit kuahnya di kaki Nisah..
maaf umi tadi tiba-tiba Nisah kepingin makan mie jadi tadi Nisah minta di bikinin sama ni Ijah" bales Anisah dengan tangan mengusap kakinya yang terciprat kuah dari mienya.
"Tapi kenapa, bisa terjatuh nak?" tanya Umi syadiah lagi.
"Entahlah umi, tiba-tiba saja dada Nisah berdetak dan Perasaan Tidak Enak dan Nisah teringat bang Diyan umi" jelas Anisah.
"Berdoa saja semoga Allah melindunginya di mana pun ia berada" ujar umi lagi
"Baiklah umi" Anisah pun langsung berdoa
Doa agar terhindar dari bencana
"Allahummadfa' 'annal ghalaa'a wal walbalaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a walmunkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa-ida wal mihana maa zhahara minhaa wamaa baathana mim baladinaa khaashshataw wamim buldaanil Innaka 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya:
"Ya Allah, hindarikanlah kami (keluarga) dari kesulitan ekonomi, musibah, penyakit, kekejian, kemunkaran, bencana, kesulitan-kesulitan, dan berbagai petaka, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, khususnya dari negeri kami ini dan dari negeri-negeri kaum muslim pada umumnya; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa agar dijauhkan dari berbagai musibah
Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami'ul 'alim.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan di Aamiin kan oleh Umi dan bi Ijah.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa ya
Like *Vote* dan komentar nya.😉🙏