
Nasehat kakek Rusdi membuat empat sekawan itu tersentuh, ya selama ini mereka sering kali berbuat onar yang sering membikin para orang tua resah, tapi semenjak Ardiyan menikah dan ia berubah menjadi orang yang taat maka perlahan-lahan para sahabat mengikutinya walaupun belum sepenuhnya berubah.
"Alhamdulillah perubahan Ardiyan ternyata bisa menular pada temannya ya pak" ucap Ayah Dimas yang tadinya hanya menyimak mereka berbincang.
"Benar tuh om berarti biang keroknya sebenarnya Ardiyan.." celetuk Andi dan membuat Ardiyan kesal.
"Cih kenapa jadi gue?, Kalian aja yang nggak punya iman ngapa jadi nyalahin gue. !" Tukas Ardiyan.
"Sudah sudah jangan saling menyalahkan, jadikan ini sebagai pelajaran, agar kedepannya kalian menjadi seseorang yang lebih baik lagi" ujar kakek Rusdi menengahin.
"Mau sampai kapan kalian berdebat?," Ucap umi syadiah yang tiba-tiba muncul." Ardiyan sebaiknya kamu bawa Anisah pulang, lihatlah ia sampai tertidur di sofa" lanjutnya lagi.
"Eh, iya umi.. ya sudah kalau gitu, diyan Bawak Anisah pulang dulu ya kek, Abi paman.." pamit Ardiyan,
"Ya sudah pergilah nak, kakek juga mau pulang " bales kakek Rusdi, setelah dapat izin dari semuanya Ardiyan pun menghampiri Anisah yang sedang tertidur di sofa.
"Kasihan sekali istri cantik ku..mari kita pulang sayang " ucap Ardiyan lalu ia pun menggendong Anisah menuju rumah mereka yang bersebelahan dengan rumah Dimas.
"Maa syaa Allah, nampaknya berat badan kamu sudah naik ya sayang " gumam Ardiyan ia pun mempercepat langkahnya agar cepat sampai kekamar mereka.
Sesampainya dikamar Ardiyan pun membaringkan tubuh Anisah perlahan-lahan, lalu ia membuka cadar dan hijab istrinya agar sang istri bisa tidur dengan nyaman. Setelah itu ia pun mengecup kening Anisah.
__ADS_1
"Muach..bisa ya kamu tertidur seperti orang mati, di apa-apain juga tidak terbangun..muach " ucap Ardiyan sambil mengecup gemas kepipi Anisah.
"Uuum.." Anisah yang di ganggu oleh suaminya hanya ngulet dan memanyunkan mulutnya lalu tidur kembali. Membuat Ardiyan semakin gemas dan semakin menjahilnya..
"Haiis, kenapa kamu sangat menggemaskan sih..hmm" Ardiyan yang gemas melihat bibir istrinya yang manyun membuat ia tak tahan lalu ia mengigit pelan bibir merah Anisah.
"Uumh.. hubby! Nakal,!," Pekik Anisah terkejut karena gigitan suaminya" Nisah masih ngantuk Hubby.." lanjutnya lalu menarik selimut dan menutupi hingga kepalanya. Ardiyan yang melihat itu langsung menariknya kembali.
"Bangun sayang.. sudah sore nggak baik bumil mandi terlalu sore, " ucap Ardiyan sambil menggusel jenggot tipisnya di pipi Anisah "hmm sayang bau Acem loh, ayolah mandi dulu" ucapnya lagi.
"Iis, geli hubby!" Bales Anisah dan mendorong wajah suaminya.
"Makanya ayo mandi dulu, ubby kelitikin nih " ucap Ardiyan yang hendak mengelitikinnya.
"Sayang marah ya?, "
"Nggak ! Siapa yang marah!"
"Kok bibirnya panjang gitu, ubby gigit lagi nih"
"Iiss Hubby nakal banget sih!"
__ADS_1
"Biarin nakal sama istri sendiri nggak sisakan?"
"Au ah, awas Nisah mau mandi!" karena kesal Anisah menghentakkan kakinya dan melangkah menuju kamar mandi. dan
Jeder!! suara pintu membuat Ardiyan kaget.
"Waduh..Gawat Bumil marah benaran, bisa bahaya nih, alamat nggak dapat jatah nih!" gumam Ardiyan sambil menepuk keningnya.
"Sayang, kamu marah ya,? buka dong pintunya ubby bantu kamu mandi ya," ucap Ardiyan sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang ubby juga ingin mandi kita mandi bareng ya, buka dong pintunya" lanjut ardiyan lagi.
"Nggak mau! mandi saja sana di kamar mandi bawah jangan ganggu Nisah!" pekik Anisah dari dalam kamar mandi.
"Haiis semenjak hamil istri ku jadi sensitif, dan susah untuk di rayu ampun deh ah ah ah" batin Ardiyan yang bingung akan tingkah istrinya semenjak hamil.
Bersambung
**********
haiis Author jadi bimbang, dosa nggk ya, di bulan penuh berkah ini mengupdate adegan romantis? tapi kalau nggak di selipkan takut nggak seru novelnya,
__ADS_1
Author harus bagaimana dong?,🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 🙏..